Orange smog has blanketed cities in Indonesia as wildfire pollution continues to cause dangerous conditions for the country.
Areas of Sumatra and Kalimantan have had air pollution index readings far in excess of the "hazardous" threshold.
Read more: https://t.co/P1k9g4JExV
Survei Celios menunjukkan 75 persen orang Indonesia stres dengan kebijakan pemerintah, terutama oleh perilaku Presiden.
#Editorial
https://t.co/ZPAtNe26Y6
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kian memburuk hingga menyebabkan langit berubah warna menjadi oranye dan indeks kualitas udara menyentuh angka sangat berbahaya yakni 2.052. Kabut asap pekat akibat kebakaran lahan seluas 1.444 hektar ini membuat warga mengalami sesak napas, terutama di kalangan kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Proses pemadaman terus menemui kendala seiring munculnya titik api baru di lahan gambut yang cepat meluas akibat tiupan angin kencang, bahkan api telah merambat mendekati area perumahan penduduk dan menghanguskan dua pondok milik warga.
#Karhutla #PalangkaRaya #KabutAsap #KalimantanTengah
Bang Pandji pun sampe geram, siapa yang gak geram lagian😭
Kenapa sih komunikasi nya buruk banget, gue berani bilang ya ini rezim pemerintah dengan komunikasi terburuk selama gue hidup! belum pernah hidup era soeharto mohon maaf🙏
Kalo masalah kinerja mah lah ya sudah biasa setiap era presiden manapun ada baik ada buruknya, tapi komunikasi nya buruk tuh begimana bjirr🙏
Tolong yang bawah maupun atasnya pernyataanya dijaga diperbaiki lah penyampainnya🙏💐
Kabut asap yang dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kian merata dirasakan oleh warga di sejumlah daerah di Tanah Air. Setelah enam provinsi prioritas yang terdampak karhutla dan kabut asap, kini warga di provinsi lain juga merasakan dampaknya, seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Papua Selatan, Papua, hingga Maluku dan Maluku Utara.
Enam provinsi prioritas penanganan karhutla dan kabut asap itu adalah Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, dan Riau. Keenam wilayah itu mengalami karhutla dan kabut asap sejak empat bulan lalu.
Kondisi terbaru, hingga Rabu (14/10/2026) siang, kabut asap akibat karhutla telah menyebar dan mengepung hampir sebagian besar Sulawesi, mulai dari selatan hingga utara. Asap didominasi kiriman dari wilayah Papua dan Kalimantan. Hal ini mengganggu aktivitas dan kesehatan warga.
”Secara umum, sebagian besar wilayah di Sulawesi terdampak asap, mulai dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga Manado (Sulawesi Utara),” kata Nasrol Adil, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, di Sulsel, Rabu.
Ia mengatakan, kabut asap ini merata di wilayah Sulawesi selama beberapa hari terakhir. Selain ada karhutla lokal, asap pekat berasal dari wilayah Kalimantan dan Papua, khususnya Papua Selatan. Arah angin dari timur dan tenggara membuat kabut asap dari wilayah itu terbawa ke Sulawesi, khususnya Sultra dan Sulsel.
Dampak kabut asap juga kian dirasakan masyarakat. Pengukuran indeks kualitas udara di beberapa tempat menunjukkan kategori PM 2,5 yang tidak sehat. Jarak pandang terbatas, yang berdampak luas.
Baca juga artikelnya di sini https://t.co/ZAS7UbpcNs
#KabutAsap #Karhutla #AdadiKompas
🎗️⚠️KEPADA SELURUH MEDIA, KREATOR KONTEN, INFLUENCER, TOKOH PUBLIK, KOMUNITAS, DAN SIAPA PUN YANG MEMILIKI PENGARUH!
Jangan biarkan isu kemanusiaan ini tenggelam begitu saja. Apinya belum padam! Gunakan panggung dan algoritma kalian untuk mendobrak kebisuan istana.
4 bulan ini cukup menguras kesabaran Masyarakat Kalimantan, belum lagi laporan yang dibuat sangat bertolak belakang dengan fakta, pejabat pusat seperti mengampangkan persoalan Karhutla, sementara pejabat daerah nya seperti bernafas pake Insang.
Sc. Husni Safari
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti langit Balikpapan. Bahkan, sejak Senin (12/10/2026), kualitas udara di kota ini masuk dalam kategori tidak sehat. Hari ini (15/10/2026), ISPU Balikpapan berada di level 168z.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa kabut asap tersebut merupakan kiriman dari daerah lain, seperti Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), serta Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Berdasarkan pantauan BMKG, asap bahkan berasal dari karhutla di Papua Selatan yang terbawa oleh angin.
Kondisi ini mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai Rabu (14/10/2026) hingga Jumat (16/10/2026) untuk jenjang pendidikan dari PAUD hingga SMP.
Meski kabut asap kian tebal, aktivitas masyarakat secara umum terpantau masih berjalan normal.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Video Jurnalis: Kontributor Balikpapan Erik Alfian
Penulis Naskah:Yusuf Reza Permadi
Video Editor: Darojatun Athoilah
Produser: Yusuf Reza Permadi
~NJ #Peristiwa #Bencana #newsdaily #karhutla #karhutlabalikpapan #kalimantan
BIG BREAKING NEWS
CHANEE KALAWEIT MENDUGA DATA LAPORAN BNBP KE PRABOWO SOAL TITIK KARHUTLA DATA PALSU/BOHONG
alasannya titik api terlihat jelas di citra satelit, dan menurut dia jumlahnya banyak
di story dia bilang kebakaran di kalteng dan kalsel saja sudah sebanyak itu
menurut dia itu tidak cocok dengan angka bnpb yang kelihatan kecil dan hampir semuanya sudah padam
dia merujuk peta zoom earth tanggal 15/10/2026 jam 9:20 sebagai bukti
Sudah tiga hari kondisi Palangka Raya, Kalimantan Tengah, diselimuti asap sangat pekat, bahkan langit pun menjadi merah. Hampir empat bulan lamanya, Kalimantan Tengah dilanda darurat asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sampai kapan masalah ini bisa diselesaikan? Sampai kapan karhutla tidak terus berulang? Apa yang ditunggu pemerintah?
#Karhutla #watchdoc
New photos of Central Kalimantan amid months of wildfires.
Indonesia currently ranks #1 globally for total daily wildfire carbon emissions. (@CopernicusECMWF)