@radenrauf Meluk diri sendiri, "terimakasih sudah sejauh ini dengan setia dan sabar mengikuti alur hingga sekarang dan masih banyak lagi langkah yg harus kita lalui, kuat ya semangat ya"
Pas ditanya, kamu masih sayang? Masih lah tapi ak engga nungguin tapi kalau mau bersilaturahmi, ya monggo sih
Tapi kalau mau nginep kabari ya kapan mau pulang ak biar siiap siap
Kalau misal nih lawanmu yg kayak gitu, kzl enggaseeehh
Buat mau ketemu lagi itu jujur dah mikir dua kali lhoh
Bukannya merendahkan, ak dulu pun seperti itu engga munafik, tapi semakin kesini sadar akan menghargai itu lebih penting
Apa dipikir kalau dia dari titik yg sama kemudian harus kita jauhi, saat ini memang kita harus menjaga jarak tapi jangan langsung menggarisi kalau dia pembawa virus
Virus ini itu berasal dari diri kita sendiri
Wabah ini itu mendunia bukan di satu titik, lihat sekitar jangan langsung kemakan berita yg di up dan trending kemudian ngejudge penduduknya, kenapa berita itu menjadi trending? Ya karna mendiang punya jabatan, kalau orang biasa yg kena pasti enggak akan masuk berita dan membesar
Seerat eratnya kita menggemgam suatu saat semua itu akan terlepas dengan sendirinya, entah kapan waktunya dan dimana tempatnya kita tidak akan pernah tahu, semua itu sekenario Tuhan