Pimpinan sama simpatisan kok kompak sama sama denial? Tahana politik adalah kriminalisasi dan salah tangkap itu beneran ada. MBG mangkas anggaran pendidikan itu beneran ada. Guru kena efisiensi karena borosnya MBG itu beneran ada. Aparat ngisi pos sipil itu beneran ada. Publik marah kepada negara itu beneran ada. Mau denial apa lagi?
Kenapa setiap kritik dibalas pembungkaman, dan setiap masukan ditanggapi dengan emosi? Karena yang diberi saran memiliki ego yang lebih besar dibandingkan otak yang lebih pintar.
Disuruh santun di sebuah negara yang meledek rakyatnya adalah sebenar-benarnya anomali
"Pas turun, semua jadi komentator. Pas naik, sunyi. IHSG +17% dalam 5 hari. Dolar balik ke 17.669. Tapi nggak ada yang post"
Kok ada ya orang yg punya opini kek gini? ga malu kah?
Kita aja kalo naik pesawat, kalo pesawatnya pas aman2 aja, pasti kitanya tenang2 aja, giliran pesawatnya goncang, ituh kita mulai panik. Gitu gak sih konsepnya?
Lagian, ribut2 kemarin itu kan sebagai bentuk bahwa kita itu tidak terima dengan kondisi saat itu. bayangin aja, kalo kita diem2 aja, nerima aja gitu, perubahan itu ga bakal ada.
Apa pendapat kalian??
Fun Fact :
1. Dulu yg dapet THR itu cuma PNS, tapi semenjak pekerja demo Pekerja swasta juga dapet THR
2. Dulu juga jam kerja 16 jam ++ tapi semenjak demo jadi 8 jam.
Macet mu yg dirasa sekarang bisa terkonversi jadi bahagia dan sejahteramu di masa depan.
5 tuntutan bem ui:
1. Menghentikan pemborosan APBN
2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
3. Menghentikan Program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
4. Menghentikan militerisme di ranah sipil.
5. Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.
Jangan nyinyir sama pendemo.
THR, upah minimum, hak lembur, sampai Reformasi 1998 yang membuka jalan demokrasi hari ini. Semuanya lahir dari orang-orang yang berani bersuara dan turun ke jalan.
Yang unjuk rasa mahasiswa. Seusia anak bahkan cucu mereka. Tapi mereka kerahkam polisi dan TNI. Bukan untuk menjamin keselamatan pengunjuk rasa, tapi untuk memastikan bahwa unjuk rasa tak mengganggu kekuasaan mereka!
Pengecut!
Kenapa yaa tiap lihat orang-orang demo gini selalu sedih.... kayak... guys nggak ada yang mau panas-panasan demo sampai taruhannya keselamatan kita seandainya pemerintah bejus mengurus negara.
patut dicurigai permainannya:
pertama, stok batubara masih sangat melimpah, tapi stoknya sengaja diekspor ke luar negri.
kedua, hasil ekspor batubara mendatangkan banyak dollar ke dalam negri, akhirnya rupiah mulai menguat.
ketiga, pemerintah jadi pahlawan karena bisa mengatasi lemahnya rupiah.
kesimpulan, rakyat tetaplah jadi korban blackout, industri rumahan terganggu, dan ekonomi macet.
mafia tambang menang, yang kalah seluruh rakyat indonesia, dan embege akan masih jalan.
Tugas rakyat itu “mengawasi” bukan “memuji”
pejabat dan government kerja bagus itu ya bare mininum lah. Kalian digaji dari pajak yg disetor warga kok.
Mager banget baca narasi d tiktok yg anggep pihak yg kritik pemerintah itu = musuh.
Astaga.