Bukan sekadar kado ulang tahun, Willie Salim memberi hadiah sebuah mobil listrik untuk Ustaz Derry Sulaiman sebagai bentuk apresiasi kepada sosok yang banyak membimbing perjalanan spiritualnya. Hadiah ini juga menjadi penyemangat setelah Ustaz Derry sebelumnya mengalami musibah kehilangan dua mobil.
Baca Selengkapnya Disini: https://t.co/cMZiWYSMEW
#VIVANews #VIVAFlash #WillieSalim #UstazDerrySulaiman #MobilListrik
Om gue naikin gaji karyawannya Rp2 juta, terus mecat orang itu 3 bulan kemudian. Karyawan lain di tokonya bilang om gue jahat, katanya cuma modus biar orangnya nurut. Gue juga sempet mikir gitu. Terus dia nunjukin catatan penjualan 3 bulan itu ke gue. Dan yang bikin gue kaget bukan angka penjualannya. Tapi apa yang om gue lakuin setelah mecat dia.
Jadi karyawannya namanya Adit, umur 24, udah kerja 1,5 tahun di toko bangunan om gue. Gaji Rp3,5 juta, kerjanya jaga toko sama layanin pembeli. Setahun terakhir om gue ngerasa Adit males. Sering telat, layanin pembeli seadanya, ditanya stok sering gak tau. Om gue mikirnya klasik: mungkin gajinya kurang, makanya gak semangat.
Bulan Maret om gue manggil Adit, naikin gajinya jadi Rp5,5 juta. Naik Rp2 juta sekaligus, tanpa diminta. Cuma dia bilang satu hal, "Om kasih ini karena om percaya kamu bisa lebih." Adit seneng banget, sempet nangis katanya. Om gue pulang hari itu ngerasa udah nyelesain masalah.
Bulan pertama, berubah total. Adit dateng paling pagi, toko rapi, pembeli dilayanin ramah. Penjualan naik dari Rp180 juta jadi Rp205 juta. Om gue seneng, ngerasa tebakannya bener. "Ternyata emang cuma soal gaji," katanya waktu itu.
Bulan kedua, pelan-pelan balik lagi. Dateng jam 9 lewat, pembeli mulai dicuekin, stok gak diapal lagi. Penjualan Rp183 juta. Bulan ketiga lebih parah dari sebelum gajinya naik. Rp171 juta, dan ada 3 pembeli langganan yang komplain. Gaji tetep Rp5,5 juta.
Om gue bilang, di situ dia baru ngerti kesalahannya. "Om kira Adit males. Ternyata Adit gak cocok." Uang bikin orang semangat sebulan dua bulan, terus balik ke aslinya. Kalau orangnya emang gak cocok sama kerjaannya, naikin gaji cuma nunda masalah pake biaya lebih mahal. "Yang om beli 3 bulan kemarin itu bukan perbaikan. Cuma waktu."
Nah ini bagian yang bikin gue diem. Sebelum mecat, om gue ngobrol 2 jam sama Adit. Nanya satu hal yang gak pernah dia tanya selama 1,5 tahun: kamu sebenernya suka bagian mana dari kerjaan ini? Adit jawab, dia gak suka ngadepin pembeli sama sekali. Yang dia suka justru bagian nyusun stok, ngitung barang masuk, rapiin gudang. Kerjaan yang selama ini cuma dikasih sisa waktunya.
Om gue akhirnya jujur. "Kamu gak cocok jaga toko, dan om gak punya posisi gudang penuh waktu di sini." Dia kasih pesangon 2 bulan, terus nelfon 3 temen sesama pemilik usaha yang punya gudang. Dua minggu kemudian Adit keterima di distributor bahan bangunan, bagian admin gudang. Gajinya Rp4,8 juta, lebih kecil dari Rp5,5 juta yang terakhir dia terima. Tapi sekarang udah 8 bulan, dan bosnya baru naikin dia jadi kepala regu.
Gue nanya, kenapa om gue repot-repot nyariin kerjaan buat orang yang dia pecat. Jawabannya nempel banget. "Om yang salah naro dia selama 1,5 tahun, bukan dia yang salah jadi orang." "Kalau om lepas dia gitu aja, dia bakal ngira dirinya karyawan gagal." "Padahal dia cuma lagi di meja yang salah."
Yang gue bawa pulang dari cerita ini dua hal. Buat yang punya usaha, sebelum naikin gaji orang yang performanya turun, tanya dulu dia suka bagian mana dari kerjaannya. Gratis, dan sering lebih nyelesain masalah daripada nambah Rp2 juta. Buat yang lagi kerja dan ngerasa males terus, coba jujur ke diri sendiri: ini beneran males, atau lagi di posisi yang gak cocok? Dua hal itu keliatan mirip dari luar, tapi obatnya beda jauh. Share ke temen lo yang lagi ngerasa gak betah di kerjaannya.
cc : bun.hebat_
Bapak ini berpulang saat jalani sholat Qobliyah Isa di Masjid Al Muhajirin Cikarang Batu. Kematian yang didambakan setiap muslim, semoga Almarhum Husnul khatimah 🤲
Warga X yang deket Taman Perubahan Bojong Gede boleh mampir ke sushi ini ya.
Mbak nya tuna wicara dan single 1 anak, boleh dibantu beli ya. Bukanya jam 16.30.
Mungkin teman-teman yang akan dapat po bisa membantu.
Dulu Bapakku kerja di Surabaya. Pulangnya cuma seminggu sekali, tiap Sabtu malam, terus Minggu malam balik lagi.
Waktu itu umurku sekitar 5-6 tahun. Aku masih inget banget, Bapak pulang jam 11 malam sambil bawa donat gede topping meses yang banyak banget. Aku dibangunin cuma buat dikasih donat itu.
Satu donat itu khusus buat aku. Bapak cuma bilang, "Ayo dimakan."
Aku langsung lahap. Rasanya enak banget.
Bapak sama Ibu cuma duduk ngeliatin aku makan sambil ngobrol. Waktu itu aku nggak ngerti mereka lagi bahas apa. Tapi dari wajah mereka kayak ada masalah. Setiap lihat aku makan, Bapak cuma senyum dan nyuruh aku habisin donatnya.
Biasanya tiap minggu Ibu belanja setelah dikasih uang sama Bapak. Tapi minggu itu nggak. Ibu cuma masak seadanya dari warung dekat rumah.
Siangnya mereka pamit ke rumah temen. Malamnya Bapak balik lagi ke Surabaya seperti biasa.
Beberapa waktu kemudian aku baru denger cerita dari obrolan Ibu sama kakakku.
Ternyata waktu itu kondisi keuangan keluarga lagi susah. Uang yang dibawa Bapak nggak bakal cukup buat kebutuhan seminggu. Bahkan mereka sampai pinjam uang ke temennya.
Dulu aku nggak ngerti apa-apa karena masih kecil.
Sekarang setelah dewasa, memori itu terus keinget.
Aku sering mikir, kalau uangnya lagi pas-pasan, kenapa Bapak tetap beliin aku donat? Harusnya uangnya dibawa pulang aja.
Sampai akhirnya kemarin, untuk pertama kalinya aku beliin anakku donat. Donat gede topping meses, persis kayak yang dulu Bapak beliin buat aku.
Dan yang bikin aku nangis itu ekspresi anakku pas makan donatnya.
Walaupun mesesnya belum boleh dimakan, pas buka kotaknya dia seneng banget. Tiap aku tanya, "Enak, Dek?" dia cuma ngangguk sambil senyum.
Baru sekarang aku ngerti kenapa dulu Bapak tetap beli donat itu walaupun lagi susah.
Karena lihat anaknya bahagia itu rasanya nggak bisa dibayar apa pun.
Ternyata itu yang bikin hati orang tua ikut bahagia.
Makasih ya Pak, udah ninggalin kenangan sekaligus pelajaran yang begitu berharga.
Aku kangen, Pak. Al-Fatihah. 😢🤲
Min @BNI tolong klarifikasinya betul kah ini?
Kalo betul ga bisakah pegawai kalian yg datang?
Sy seringkok didatangi pihak bank BUMN kalo lagi ga sempat ke bank.
Jgn pilih-pilih dlm melayani.
Permudahkan rakyat jgn dipersulit.
Miris, seorang siswi korban kecelakaan harus mendatangi Kantor BNI Cabang Lubuk Pakam menggunakan ambulans untuk mengurus administrasi pencairan Program Indonesia Pintar (PIP), Kamis (23/7/2026).
Dalam kondisi masih menjalani pemulihan dan belum memungkinkan beraktivitas normal, korban dibawa masuk menggunakan ranjang pasien hingga ke dalam kantor bank untuk proses verifikasi administrasi.
Peristiwa ini menjadi sorotan warga yang berada di sekitar lokasi. Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait prosedur pelayanan bagi nasabah penerima bantuan yang sedang dalam kondisi khusus.
Kemarin pas mau nganter paket ke J&T, aku dicegat tetangga.
Dengan malu-malu dia nanya, "Teh Ila udah beli beras buat nanti sore belum?"
Aku memang biasa beli beras eceran buat kebutuhan harian.
"Udah teh, tadi siang habis dari pasar."
"Oh gitu ya..." jawabnya. Habis itu dia diem. Mukanya makin merah, bibirnya sampai gemeter.
Aku jadi heran.
"Emang kenapa, Teh?"
Dia pelan-pelan bilang, "Besok anakku pengen ikut nonton bioskop 3D di sekolah. Bayarnya 13 ribu. Aku belum punya uang, jadi mau jual beras ini ke Teh Ila. Sebenarnya udah bilang ke anakku besok nggak usah sekolah aja, tapi dia pengen banget ikut."
Suaranya bergetar, matanya merah nahan nangis.
Aku tanya, "Berapa liter berasnya?"
"Ada 2 liter. 20 ribu aja."
Pas aku cek dompet, uangku ternyata kurang karena udah kepake belanja bahan buat keripik.
"Sebentar ya Teh, aku ambil uang dulu ke ATM. Nanti sekalian aku anter ke rumah."
Pulang nganter pesanan, aku langsung ke rumahnya buat bayar beras itu.
"Teh Ila, kok uangnya lebih? Kan aku cuma minta 20 ribu."
"Nggak apa-apa Teh, memang segitu harga berasnya."
Dia langsung nangis haru, terus manggil anaknya sambil bilang kalau besok jadi boleh ikut nonton.
Beras ini mungkin kelihatannya biasa aja. Tapi buatku, isinya perjuangan seorang ibu yang rela ngelakuin apa aja supaya anaknya bisa ikut kegiatan sekolah bareng teman-temannya.
Sebenarnya nggak perlu malu. Dia jual, aku beli. Sama-sama saling bantu. 🤍
Diantara nikmat bahagia adalah mendapatkan tetangga yang baik..
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Empat perkara termasuk kebahagiaan: istri yang salehah, rumah yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang nyaman."
(HR. Ibnu Hibban)
▪︎ Jika memungkinkan, pilih lingkungan yang baik sebelum membeli atau menyewa rumah.
▪︎ Tetangga yang saleh adalah nikmat besar yang mendukung ketenangan hidup dan agama.
▪ Setelah tinggal, kita juga diperintahkan menjadi tetangga yang baik, sebagaimana kita berharap memiliki tetangga yang baik.
Rasulullah SAW pernah memanjangkan sujudnya karena cucunya, Hasan,naik ke punggung beliau. Beliau MENUNGGU sampai Hasan turun sendiri. (HR. Nasai)
Gak disuruh turun. Gak dimarahin. Gak diburu-buru.
Beliau menunggu. Di posisi paling rendah.
Kalo postingan ini bermanfaat SAVE ya pak. Kirim ke yang anaknya rewel pas dijemput tapi kalem di sekolah. Bisa juga Kirim ke pasangan. Coba satu langkah besok sore.
@jurnalsibapak
No tattoos, No smoking, No alcohol, Extremely disciplined, Blood donor, Built from nothing, Charity without noise, Global icon, Most Hated, Most criticised, Top at everything, Ageing but still at top, etc... etc...
We will love you forever @Cristiano