gue klarifikasi gini bukan buat diri sendiri sih, tapi biar masyarakat melek inituh namanya kegagalan sistem tot ngentot. KENAPA LU PADA DENIAL BANGET SIH KALO BIAYA HIDUP INDONESIA TUH GAK SEBANDING SAMA PENDAPATAN??? LU BAYANGIN AJA UMR TERTINGGI 6JT, HARGA RUMAH STANDART 50OJT
gw gak suka narasi sejenis ini, kesannya nyudutin rakyat LAGI. rakyat bisa apa sih? dihemat-hemat juga ga ngubah apa-apa. that’s government’s responsibility.
yang ada tuh rakyat stress ama keadaan negara jadi bentuk stress relievernya (bagi yang mampu) ya konseran, event
@tanyakanrl Obligasi aja sampe minus sekarang, gimana saham. Emg presiden kalian tuh ga kerja sama sekali. Jual aja udh nder. Selama presidennya si gendut mah mimpi demam itu porto mu bakal ijo
Klitoris satu2nya organ tubuh manusia yang berfungsi berikan kenikmatan seksual.
Tapi sejak ribuan tahun lalu, patriarki berusaha mengendalikannya karena takut perempuan memiliki otonomi atas tubuh & seksualitasnya.
Masyarakat kuno (laki2, juga sampai sekarang) takut kalau perempuan bisa merasakan kenikmatan seksual yang kuat, maka akan "sulit dikendalikan”, “nakal”, atau “tidak setia”. Maka perlu praktek mengurangi dorongan seksual perempuan itu agar dianggap “setia” & “patuh”.
Praktek itu disebut sunat perempuan. Mengiris organ kenikmatan perempuan sejak anak2 dengan pembenaran mitos, norma sosial, & interpretasi ajaran agama. Praktek ini masih terjadi di Indonesia, Afrika, Asia Selatan, Timur Tengah.