Banyak yang Antre di Posisimu: Untuk setiap satu posisi yang kita tempati, ada ratusan bahkan ribuan orang yang menaruh lamaran namun berakhir dengan penolakan. Kamu adalah orang yang terpilih ‼️
Quote:
"Jangan membenci pekerjaan yang memberimu makan, hanya karena kamu belum mendapatkan pekerjaan yang memberimu kemewahan."
Pesan untuk Kita Semua❗❗
Hargailah pekerjaanmu sekarang. Berikan performa terbaikmu, bukan hanya karena tuntutan perusahaan, tapi sebagai bentuk syukur kepada Tuhan bahwa kamu tidak sedang berada di posisi mereka yang harus menangis tersedu-sedu karena tidak tahu besok harus makan apa.
Jika hari ini terasa berat, ingatlah: Lelahnya bekerja masih jauh lebih baik daripada lelahnya mencari kerja. Lelah karena tugas yang menumpuk jauh lebih ringan daripada lelah karena ketidakpastian masa depan.
Mari kita jaga amanah ini, kerjakan dengan baik semaksimal mungkin dengan profesional, dan selalu selipkan doa bagi mereka yang masih berjuang di luar sana agar segera mendapatkan jalan keluar.
Video Oknum Polisi Diduga Gunakan Pod Getar Tersebar, Kompol DK Bilang Itu Bagian dari Taktik Penyelidikan
Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang diduga melibatkan seorang oknum anggota polisi berpangkat Kompol berinisial DK Dalam video yang beredar luas tersebut, oknum tersebut disebut-sebut menggunakan pod getar di salah satu tempat nongkrong di Jalan Gatot Subroto, memicu reaksi keras dari masyarakat.
Beredarnya video tersebut menuai kecaman publik dan dinilai mencoreng citra institusi kepolisian yang seharusnya menjadi teladan di tengah masyarakat. Sejumlah pihak mendesak Polda Sumatera Utara untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap oknum yang diduga terlibat.
Masyarakat meminta kepolisian tidak tinggal diam dan bertindak tegas apabila dugaan tersebut terbukti benar. Penanganan cepat dan transparan dinilai penting untuk menjaga marwah institusi serta memulihkan kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia.
"Jika benar melibatkan aparat, ini tidak bisa dianggap persoalan pribadi semata, tetapi menyangkut nama baik institusi. Harus ada tindakan tegas dan terbuka," ujar salah satu warga menanggapi viralnya video tersebut.
Ketika awak media mewawancarai DK, itu merupakan video lama dan dalam rangka undercover taktik penyelidikan saat saya tugas di Narkoba.
"Itu video lama, itu cewek itu rusa kita. Itu dalam rangka taktik penyelidikan. Makanya kita gitu, "ujarnya pada awak media.
Namun desakan agar Polda Sumatera Utara segera melakukan klarifikasi dan penindakan terus menguat.
Kasus ini pun menjadi sorotan publik, dengan harapan aparat penegak hukum dapat menunjukkan komitmen terhadap disiplin internal tanpa pandang bulu.
Selamat malam
"Ngakak! Moment ade armando dkk dikatain setan oleh Bang Pangi Syarwi"
Negara ini jadi gaduh ya gegara si @jokowi ini, asal si firaun solo ini kesentil dikit aja, para termul langsung nyari perkara !!
GPT Image 2 on Chatgpt
Prompt: A beautiful young Indonesian woman in her early 20s works as a convenience store cashier, wearing a typical Seven Eleven uniform (white shirt with green, red, and orange accents, name tag reading “FELISHA,” hair neatly tied back). She stands behind the cashier counter, serving a customer with a friendly and natural expression. On the counter, there is a POS machine, a barcode scanner, and small items such as candy and drinks.
Candid moment: the photo is taken discreetly using a smartphone from a customer’s point of view, with slight foreground blur, imperfect framing, and an unposed, spontaneous feel. Lighting comes from bright and evenly distributed convenience store neon lights.
Environment: a modern convenience store interior, with neatly arranged shelves of products behind the cashier, creating a clean and well-lit atmosphere.
Photography style: photorealistic, candid photography, shallow depth of field, natural skin tones, high detail, slight motion blur for realism, 4K quality.
Optional additions for variation:
slightly tilted angle
smartphone camera noise effect
reflections on glass display
the cashier smiling gently while handing a receipt or change
Ingat kasus Leony Vitria Hartanti (eks Trio Kwek Kwek)? Ayahnya meninggal 2021. Rumah sudah lunas dari dulu. PBB dibayar rajin tiap tahun. Pas Leony mau balik nama sertifikat, dia kena tagihan PULUHAN JUTA.
Reaksi Leony sama seperti semua org: "Kan bukan jual beli? Ini kan WARISAN?"
Ternyata ada prosedur yang bisa bikin biaya balik namanya jadi 0 rupiah. Tapi banyak yang gak tau. Simak screenshot cara2nya dari akun thread @nafkahnation.dx
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.