@SBYudhoyono Pandangan yg menyejukan.
Di tengah tantangan ekonomi global, yg dibutuhkan bangsa mng ketenangan, persatuan & kepercayaan. Mari dukung Presiden Prabowo agar mampu beri solusi terbaik u/ rakyat. Indonesia kuat kalau elit, dunia usaha, & masyarakat bisa bjalan bsama. 🇮🇩
@SBYudhoyono Pandangan yg sangat bijak & berkelas dari seorang negarawan, bapak bangsa. Pak SBY mengingatkan dunia bahwa di balik keputusan perang, ada masa depan manusia & peradaban yg dipertaruhkan. Semoga diplomasi & akal sehat benar2 menjadi jalan menuju perdamaian.
@SBYudhoyono refleksi bernas Pak SBY mengingatkan kita bahwa penanggulangan bencana bukan pekerjaan mudah, melainkan menuntut kepemimpinan tegas serta arah kebijakan berkelanjutan. Kini yg terpenting adalah menguatkan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam proses pemulihan pasca bencana
Secara pribadi saya terus mengikuti dan mencermati terjadinya bencana alam di Sumatera. Perhatian saya tertuju pada seberapa parah bencana tersebut, termasuk korban jiwa serta kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik. Juga langkah-langkah apa yang dilaksanakan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Saya juga mendengarkan komentar dan percakapan publik menyangkut bencana yang skalanya besar tersebut, termasuk komentar-komentar yang kritis.
Melalui media ini saya ingin menyampaikan pandangan pribadi saya terkait bencana Sumatera dan langkah-langkah penanganannya.
Penanganan bencana itu kompleks dan tidak segampang yang dibayangkan. Terutama pada fase tanggap darurat yang biasanya terjadi kelumpuhan di sana-sini. Penanganan bencana, termasuk rekonstruksi dan rehabilitasinya,memerlukan waktu. Juga diperlukan sumber daya termasuk finansial yang mencukupi. Juga diperlukan kebijakan dan master plan yang utuh. Juga tentunya pelaksanaan yang efektif. Ini semua saya dapatkan dari apa yang dilakukan oleh pemerintahan yang saya pimpin dulu dalam mengatasi bencana tsunami di Aceh dan Nias, gempa bumi di Yogya dan Padang dan sejumlah bencana alam berskala besar lainnya.
Komando dan pengendalian harus efektif, dan idealnya Presiden bisa memimpin melalui manajemen krisis yang dijalankan. Tetapi, cara dan gaya yang dipilih oleh kepala pemerintahan tidak selalu sama. Misalnya, apa yang dilakukan oleh Presiden Prabowo saat ini bisa tidak sama dengan yang saya lakukan dulu. Ini disebabkan oleh perbedaan situasi atau konteks dari bencana itu; perbedaan jenis bencana dan magnitude dari kerusakan yang ditimbulkan, serta perbedaan cara di antara para pemimpin. Saya tahu, Presiden Prabowo dengan serius terjun ke lapangan dan memberikan atensi yang penuh. Saya juga tahu, Presiden Prabowo telah mengambil sejumlah kebijakan untuk membangun kembali provinsi-provinsi di Sumatera yang mengalami bencana alam tersebut.
Sekarang ini, perhatian kita semua tertuju pada rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh, Sumut dan Sumbar, agar kondisinya pulih dan bahkan lebih baik dari sebelumnya. Ada sejumlah faktor agar rehabilitasi dan rekonstruksi berhasil, antara lain: konsep rehabilitasi dan rekonstruksi yang baik, organisasi dan kepemimpinan di lapangan yang efektif, serta implementasi dari rencana yang juga efektif. Jangan dilupakan, akuntabilitas penggunaan uang negara juga dijaga dengan baik.
Demikian pendapat saya dan mari kita dukung langkah-langkah pemerintah untuk membangun kembali Sumatera pasca bencana dan memastikan saudara-saudara kita yang terkena musibah memiliki masa depan yang baik.
*SBY*
Menyimak perkembangan situasi dunia minggu ini, termasuk dinamika di kawasan Asia, sebagai warga dunia saya ingin menyampaikan pandangan saya.
Ada 4 isu global yang menjadi perhatian saya.
Pertama, situasi terkini di Gaza.
Kedua, pengakuan dan dukungan Perancis kepada Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
Ketiga, pecahnya konflik bersenjata antara Kamboja dan Thailand.
Sedangkan keempat, perundingan tarif antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.
1.Makin banyak negara yang mulai bersuara bagi pengakhiran baik perang maupun penderitaan kemanusiaan yang ekstrem (extreme human suffering) di Gaza. Meskipun hal begini sudah sangat terlambat, tetapi tetap ada baiknya. Empat negara Eropa yang penting, yang semuanya anggota G7, yaitu Inggris, Perancis, Jerman, dan Italia, secara eksplisit menyerukan pengakhiran perang dan tragedi kemanusiaan yang luar biasa di Gaza tersebut.
Saya berharap negara-negara besar tersebut bertindak lebih lanjut (tentu bersama negara-negara lain di dunia) agar seruan tersebut betul-betul menjadi kenyataan. Diplomasi dan langkah-langkah serius mesti dilakukan. Perhelatan Sidang Umum PBB bulan September mendatang di New York, dapat dijadikan forum bagi pengakhiran perang dan tragedi kemanusiaan di Gaza.
Saya kira banyak yang bersetuju dengan saya, bahwa penderitaan saudara-saudara kita di Gaza sudah sangat melampaui batas-batas kemanusiaan. Karenanya tidak cukup hanya menjadi tontonan di layar-layar televisi di seluruh dunia. Mungkin yang menonton drama kehidupan di Gaza tersebut dalam keadaan nyaman (di ruangan yang dingin ber-AC sambil menikmati kopi dan makanan yang lezat), sementara yang ditonton adalah mereka-mereka yang untuk makan dan minum pun sebagian tidak bisa, serta dalam ancaman keselamatan jiwanya.
Secara moral, kita semua terpanggil untuk do something bagi pengakhiran perang dan tragedi kemanusiaan yang tiada tara di Gaza tersebut.
2.Terkait dengan pengakuan dan dukungan Perancis terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, tentu ini sebuah tonggak penting mengingat Perancis adalah negara besar di Eropa, anggota G7 dan pemegang hak veto di Dewan Keamanan PBB. Sangat mungkin kebijakan luar negeri Perancis ini menambah “jembatan” dalam upaya penyelesaian konflik teritori dan kedaulatan antara Israel dan Palestina.
Konsep Solusi Dua Negara (two-state solution), dan bukan Solusi Satu Negara (one-state solution), adalah yang paling realistis. Prasyarat utama bagi terwujudnya 2 negara (Israel dan Palestina) yang sama-sama berdaulat dan hidup berdampingan secara damai harus dimulai dari mutual recognition, dari kedua negara tersebut. Prasyarat penting lainnya adalah dukungan internasional yang makin kuat dan luas agar two-state solution tersebut bisa diwujudkan. Saya tahu jalan yang mesti ditempuh masih panjang dan tidak semudah yang dipikirkan banyak kalangan. Tetapi hal ini tetap dimungkinkan (not impossible).
3.Terhadap pecahnya konflik bersenjata di sepanjang perbatasan Kamboja dan Thailand, secara pribadi saya sangat bersedih. Terus terang ini sebuah set back, dari kisah sukses ASEAN sebagai model kerja sama regional yang telah berlangsung hampir 60 tahun. Terjadinya eksodus kedua penduduk di perbatasan kedua negara tersebut, dalam jumlah yang besar, tentu bukan pemandangan yang indah bagi ASEAN, bagi kita semua.
Namun saya berpendapat, bahwa peaceful settlement, masih sangat dimungkinkan. ASEAN sebagai rumah bersama, termasuk di dalamnya Kamboja dan Thailand, masih memiliki sumberdaya politik untuk mendorong pengakhiran konflik kedua negara tersebut. Kita semua menunggu langkah cepat dan tepat ASEAN, termasuk kepemimpinan yang efektif.
Saya memahami konflik kedua negara memiliki akar sejarah yang panjang dan sejumlah kompleksitas tertentu. Di masa lalu, kontak tembak di antara tentara Kamboja dan Thailand beberapa kali juga terjadi. Tahun 2011, dalam kapasitas saya sebagai Ketua ASEAN, saya juga melakukan peran mediasi, karena terjadi lagi kontak tembak di tahun itu. Alhamdulillah, dalam pertemuan segi tiga di Jakarta, antara saya dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dan Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva (didampingi Menteri Luar Negeri masing-masing), membuahkan kesepakatan untuk sebuah peace settlement yang terjaga selama 14 tahun. Artinya, saya tetap memiliki optimisme, konflik ini insya Allah bisa dicarikan solusinya secara damai, sesuai dengan jiwa dan semangat ASEAN Charter 2007.
4.Upaya perundingan dan negosiasi tarif antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, memberikan harapan baru. Hubungan perdagangan antara kedua belah pihak (dengan “magnitude” yang besar) akan sangat berdampak kepada situasi perdagangan secara internasional. Kita tidak ingin terjadi gangguan dan instabilitas yang berkepanjangan dalam tata perdagangan dunia, karena akan berdampak tidak baik bagi semua negara.
Saya mengetahui, negosiasi tarif antara Amerika Serikat dan Uni Eropa ini bisa berjalan secara alot dan memerlukan waktu. Tetapi negosiasi tetap lebih baik daripada saling ancam mengancam dan apalagi kalau memilih dilakukan langkah yang unilateral.
Khusus terkait dengan perang tarif dan perang dagang ini, negara-negara sedunia harus memiliki kesamaan pandangan. Benarkah perang tarif ini harus menjadi order of the day? Adakah cara lain yang bisa ditempuh untuk memastikan sistem dan pelaksanaan perdagangan internasional benar-benar berlangsung secara fair dan membawa manfaat bagi seluruh bangsa di dunia. Saatnya kita semua berpikir dan berbicara secara jernih, jujur dan konstruktif bagi masa depan ekonomi dunia yang lebih baik.
Demikian pandangan pribadi saya terhadap 4 isu global yang menarik pada minggu ini.
Terima kasih.
*SBY*
Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI ke Sumatera Selatan, terkait BUMN pengelola pertambangan dan permodalan. Kehadiran BUMN diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
@SBYudhoyono Pernyataan Pak @SBYudhoyono soal situasi global sangat relevan: dunia di ambang malapetaka jika para pemimpin besar salah langkah. Doa beliau agar Netanyahu, Khamenei, Trump, Putin, & Xi Jinping diberi kejernihan patut diaminkan. Kita butuh suara-suara jernih & menyejukan
Mari Kita Saksikan
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan
Agus Harimurti Yudhoyono,
sebagai Tamu Spesial di
Selamat Pagi Indonesia
Rabu, 20 November 2024
Pk.09.00 wib
Hanya di Metro TV
https://t.co/Ap51Kx9bqB
Halo #SobATRBPN, Menteri ATR/Kepala BPN, Rapat Koordinasi bersama Menko Bidang Infrastruktur & Pembangunan Kewilayahan, di Aula Prona, Kementerian ATR/BPN pada Selasa (5/11/2024).
Simak video berikut ya, Sob☝🏼
#IndonesiaLengkap
Menutup kegiatan hari ini, hingga malam tadi saya memimpin rapat bersama Menteri Perumahan & Kawasan Permukiman, Menteri @kementrans_ri, Pimpinan Komisi V DPR RI Roberth Rouw, PJ Gubernur Papua Pegunungan, PJ Sekda Papua Pegunungan dan beberapa Bupati dari Papua.
Kami membahas secara terbuka terkait tantangan dan peluang program perumahan rakyat, dan pembangunan infrastruktur kewilayahan, khususnya di wilayah Indonesia Timur, dari berbagai aspek baik legalitas, teknis, sosial-budaya, dan keamanan.
Semangatnya adalah efisiensi dan akselerasi. Tentu rapat ini bukan yang terakhir, tapi awal dari upaya kita untuk sama-sama membangun bangsa.
Hari ini, di Kabupaten Bekasi, bersama dengan jajaran Polda Metro Jaya, saya menggelar konferensi pers dimana kami berhasil mengungkap dua kasus besar yang berpotensi merugikan negara hingga lebih dari Rp183 miliar, tadi Direktorat Jenderal Perkeretaapian juga menyebut ada 'potential lost' hingga 30 triliun rupiah jika kasus mafia tanah ini tidak ditangani. Ini adalah langkah konkret dalam memberantas kejahatan pertanahan yang meresahkan.
Keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa negara tidak akan tinggal diam. Ini juga menjadi pelajaran penting bagi kita semua untuk terus waspada. Pelajaran penting bagi masyarakat, segera daftarkan tanah yang dimiliki, jaga sertipikat tanah, dan rawat tanah agar tidak dikuasai pihak lain. Jika ditemukan indikasi kejahatan pertanahan, laporkan segera. Bersama-sama kita akan gebuk, gebuk, gebuk mafia tanah, serta memastikan keadilan dan kepastian hukum bagi semua.
@JhonSitorus_18 Sing sabar, Mas. Pilpres sudah usai, capresmu kalah, ya diterima dg lapang dada dong. Yuk kita move one.
Btw, tahun2 kemarin ke mana saja? Kenapa kok mendadak baru heboh setelah capresmu tumbang?
@AgusYudhoyono@Unair_Official Selamat Mas Menteri AHY. Sukses, semoga segala ilmu yng didapat makin menunjang dan bisa diterapkan dalam langkah2 Mas Menteri untuk mengembangkan SDM di tanah air 🙏🏻
@OssyDermawan Tetap semangat Bang Ossy. Terima kasih sudah mendampingi klub kesayangan kami Lavani. Kami yakin ke depannya, Lavani akan kembali dengan jauh lebih baik 🙏🏻
Turnamen Bola Voli Nasional antar klub, Proliga 2024, semalam berakhir. Sebagai puncak kegiatan dilaksanakan Grand Final antara Bhayangkara Presisi dengan LavAni Allo Bank Electric. Untuk tahun ini yang berhasil menjadi juara adalah Bhayangkara, sedangkan LavAni menjadi runner up.
Selaku pendiri LavAni saya mengucapkan selamat kepada Klub Bhayangkara yang menjadi Champion pada Proliga musim ini. Saya menyaksikan bahwa semalam Bhayangkara benar-benar bermain dengan baik dan hampir semua pemainnya "on fire". Terlebih permainan memukau pemain asing Keita (dari Mali) yang boleh dikatakan "kagak ada matinye". Dengan tulus LavAni menerima kekalahan semalam. Selama ini, hubungan antara LavAni dan Bhayangkara terjalin dengan baik, meskipun kami berdua sama-sama saling menjadi kompetitor yang tangguh. Inilah indahnya dunia olahraga dan sekaligus nilai-nilai (values) yang mesti kita junjung tinggi.
Sementara, LavAni menempati posisi nomor dua kali ini. Saya berharap LavAni tidak kecil hati dan terlalu bersedih. Saya tahu LavAni telah berjuang sekuat tenaga dan ingin pula bermain yang terbaik. Ingat yang sering saya katakan "sometimes we win, sometimes we learn". Juga yang sering dikatakan AHY, Pembina LavAni, "Menang tidak terbang, kalah tidak patah". Ambillah hikmah dari kekalahan ini. Saya meyakini ini skenario Tuhan yang indah. Kalau LavAni menjadi juara Proliga 3 kali berturut-turut, mungkin justru mendatangkan ketidak-baikan bagi LavAni. Bisa saja ada godaan untuk membuat LavAni "jumawah". Kita harus jujur bahwa permainan LavAni tadi malam sangat menurun, jauh di bawah performance yang biasanya. Sementara Bhayangkara main jauh lebih baik, dibandingkan 4 kali pertandingan sebelumnya yang kesemuanya dimenangkan oleh LavAni. Saatnya LavAni untuk melakukan introspeksi dan melakukan perbaikan-perbaikan. Setelah itu"move on" untuk bertanding kembali dan insya Allah meraih sukses di masa depan.
Atas nama sesepuh LavAni saya mengucapkan terima kasih kepada para pendukung dan fans LavAni di seluruh Tanah Air, dan meminta maaf atas ketidak-berhasilan LavAni meraih juara pada Proliga 2024 ini.
Menutup tweet saya ini, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada PBVSI selaku penyelenggara Proliga. Saya juga mengamati perkembangan olahraga bola voli di Indonesia tahun-tahun terakhir ini luar biasa positifnya. Permainan makin bermutu dan peringkat Indonesia di dunia makin tinggi.
Saya mengajak seluruh klub bola voli di Tanah Air untuk bersama-sama memajukan olahraga ini di negeri kita. Saya senang karena hampir semua klub bola voli menjunjung tinggi etika, sportivitas dan fair play. Kita sama-sama Merah Putih. Ada kalanya kita berkompetisi, ada kalanya kita bersatu untuk membawa kehormatan dan nama baik Indonesia di kancah dunia. *SBY*
Hari ini PSU di Kuala Lumpur merepotkan. Petugas KSK tdk ditemukan di lokasi yg sdh ditentukan @KPU_ID. Ada yg petugasnya lengkap, tapi blm dapat ijin dari pemilik kilang utk diadakan PSU. Blm lagi ada caleg yg kampanye di lokasi TPS pwtc. Kemana @bawaslu_RI? PSU rasa golput!