“Danilo’s exclusion surprised me. Dani was a reference point in the locker room, he is a true Juventus man: his exclusion is a decision I did not understand and did not agree with.”
🎙️| Chiesa to @CorSport
"Thinking, Fast and Slow" karya Daniel Kahneman (pemenang noble ekonomi tahun 2002) membahas cara kerja otak kita saat mengambil keputusan.
Ada dua sistem yang bertanggung jawab dalam proses berpikir kita: Sistem 1 dan Sistem 2.
Sistem 1 adalah otak cepat kita, yang bekerja otomatis dan instan.
Contohnya, ketika kamu melihat wajah teman dari kejauhan dan langsung mengenalinya, itulah Sistem 1. Dia gesit, tapi sering bikin kita keliru karena terlalu mengandalkan intuisi.
Sistem 2 adalah otak lambat kita, yang lebih logis, teliti, dan butuh usaha. Ini otak yang aktif saat kamu memecahkan soal matematika rumit atau menganalisis keputusan penting. Sistem 2 lebih cerdas, tapi juga bikin kita cepat lelah karena butuh energi ekstra.
Pesan penting dari buku ini: Kita sering berpikir kita rasional, padahal banyak keputusan kita dikendalikan oleh bias dan kesalahan karena terlalu sering menggunakan Sistem 1.
Kahneman juga membahas bagaimana kita cenderung membuat keputusan yang tidak optimal karena bias-bias ini, seperti bias konfirmasi, efek jangkar, dan efek kerugian (kita lebih takut kehilangan daripada mendapat keuntungan).
Secara keseluruhan, buku ini mengajak kita lebih sadar tentang kapan kita harus mempercayai insting kita dan kapan kita harus mengerem, berpikir lebih lambat, dan menggunakan logika.