Sometimes I write about things I cant get out of my head. Other times I just type aggressively hoping it makes sense (lol).
Either way, here’s a 🧵 of my pieces:
Kenapa kritik backrooms dari orang indo kebanyakan "gajelas, ga dikasih tau secara gamblang maksudnya apa" Sementara dari foreigners menurut mereka pesannya itu terlalu tersurat/spoonfed ke audiens ?
One thing I hope more people realize from all these recent events is how important it is to fill political spaces. Not only through advocacy and public discourse, but also within formal institutions.
Because if we're not at the table, we're on the menu.
Salah satu hal yg paling gw syukuri ((in this economy)) adalah gak punya hutang atau cicilan. Gak kebayang pusingnya teman teman yg punya keduanya kayak gimana.
Tbh kalo gue sih percaya Presiden bolak-balik ke Perancis itu emang bahas bisnis. Selain rencana kerja sama baru (impor susu dan daging sapi), Perancis itu top supplier alutsista kita. Tepatnya sekitar 21% pertahanan matra udara, 18% matra darat, dan 8% matra laut.
Ini suudzon gua apa gmna, kok gua merasa presiden kita ini kek cuma mau pamer “ini lho gua skrg jadi presiden” ke semua kepala negara ya, soalnya dia ke sana-kemari kok keknya cuma ngasih benefit buat negara yg dia kunjungin