🗣️ "Kalo mau sesuatu, ya tinggal minta, disampaikan saja, simple tapi banyak yang merumitkan urusan minta meminta ini"
Komunikasi langsung memang sering paling efisien.
Banyak masalah kerja, keluarga, dan bisnis emang bisa selesai lebih cepat kalo kita berani menyampaikan kebutuhan dengan jelas, tapi tetap menghormati orang lain.
Makes sense ya.
Menurut gue, cowo di atas usia 25, mikirnya sudah harus long term ya.
Maksudnya gini...
Thinking long term itu artinya ambil keputusan dengan mikirin dampaknya ke masa depan, bukan cuman yang terasa enak, mudah atau cuan cepet aja.
It's a mindset that prioritizes sustainability, compounding benefits, and future consequences over short-term wins.
Contoh simplenya gini.
Ga ikutan mindset quiet quitting, selagi masi muda, gas pol ngasih karya aja di mana pun kalian berada. Konteksnya bukan cuma bekerja ya, tapi berorganisasi bahkan voluteering juga. Jika ga dapet apresiasi, usahain ganti lingkungan.
Wise dalam urusan spending duit. Usahain uang tuh disimpen atau diinvestasiin ke sesuatu yang akan menghasilkan lagi. Misal: dipake buat ningkatin skill, buat beli tools, dimasukin ke deposito, etc.
Kegiatan rutin setiap hari, usahain yang membawa manfaat jangka panjang, contoh: catet pengeluaran harian, baca buku sehari 30 menit, journaling singkat, bangun network kecil, ngerapiin cara kerja, share content tiap hari, dll.
Core characteristics of long-term thinking
1. Delayed gratification: Nahan foya-foya demi hasil yang lebih besar.
2. Compounding mindset: Fokus melakukan action-action kecil, yang kalo konsisten akan kasi hasil berlipat-lipat nantinya.
3. Second-order thinking: ga mikirin apa yang terjadi saat ini aja, tapi efek berantainya apa?
4. Sustainability over speed: lebih milih yang tahan lama daripada yang cepet tapi rapuh
3 contoh pertanyaan untuk tau kita mikirin long-term atau engga:
1. Ini masih bagus gak kalo dilihat beberapa taon lagi?
2. Gue lagi optimasi untuk quick results atau hasil yang tahan lama?
3. Kalo diulang tiap hari selama setahun, efeknya naik ato turun?
Makes sense ya.
Ada anak kecil di kampung saya, Ngada, Flores, meninggal bunuh diri. Anaknya dikenal cerdas dan ramah di sekolah. Dia meninggal karena putus asa. Sebelum pergi, dia cuma minta satu ke mamanya.
'Mama, saya minta buku dan pena'
Mamanya ga bs kasi dua hal itu lantaran kondisi ekonomi memburuk.
Mungkin buat penguasa dan media massa, anak ini cuma satu angka di dalam statistik. Bahkan bs jadi mudah dilupakan.
Tapi buat saya, anak ini jadi bukti nyata bahwa kita semua gagal bukan karena pengaruh asing. Kebanyakan kita semua gagal karena kita ga mau berbenah. Kita tetap memilih pemimpin yg itu2 aja. Kita tetap mempertahankan institusi yg diisi oleh orang2 itu aja.
Kita sibuk mencari kesalahan org lain, tp kita ga pernah mau sama-sama berjuang sebagai anak bangsa.
Pak Presiden, bapak selalu bilang kalo Bapak adalah presiden semua orang. Saya gak minta Bapak jadi NABI.
Saya minta bapak tidak membiarkan sistem yg uda bobrok ini semakin bobrok.
Belum pernah sesakit hati ini nulis postingan di media sosial.
Mengakhiri Tahun 2025 dengan , Terimakasih Tuhan Yesus, Engkau sangat baik.
Mengawali Tahun 2026 dengan, Dalam Nama Yesus, Rancangan dan RencanaMu yang terbaik dan Engkau selalu baik bagiku 🔥
Kenapa di sini pada mempermasalahkan selera sih 😅
Kalau ada yg blg Mens Rea ga lucu, ya kan gapapaaa. Berarti seleranya ga sama sama elu.
Dan kalau ada yg mrasa lucu, jangan dianggap aneh kan slera org beda bedaa.
Ini kan udah 2025, masak masi ada yg debatin seleraaa 😓😓😓