Ada yang begitu jelas mengingat kesalahan orang lain terhadap dirinya, tetapi begitu cepat melupakan kesalahan yang pernah ia lakukan kepada orang lain.
Memasuki Fase dimana udah males tau masalah orang lain, males dengan hal-hal yang gak berkaitan dengan diri sendiri, males melihat kehidupan orang lain.
Aku merasa belum pantas memberi nasihat tentang hal yang bahkan belum berhasil aku menangkan dalam diriku sendiri.
Biarlah aku belajar lebih lama, hingga kelak ucapanku sejalan dengan langkahku.
Tidak semua yang bertahan melakukannya karena bahagia,
sebagian memilih tetap tinggal karena ada hati lain yang ingin mereka lindungi meski harus mengorbankan dirinya sendiri.
Belajarlah menjauh saat kamu sadar telah diabaikan.
Sebab bertahan di tempat yang tak lagi menghargai kehadiranmu hanya akan membuat hati terluka berulang kali.
Dari sekian banyaknya Kehilangan,
yang menyakitkan bagiku adalah kehilangan nikmat ibadah, kehilangan semangat ibadah
karena Futur dan kesibukan dunia.
Tidak semua kesalahpahaman harus dijelaskan,
memilih diam bukan berarti menyerah atau membenarkan kesalahpahaman itu,
melainkan memilih menjaga diri dari perdebatan yang tidak akan membawa pemahaman.
Yaa Allah..
lapangkanlah rezekiku, berkahilah setiap usaha yang kulakukan, dan cukupkanlah aku dgn karunia-Mu yang halal & baik.
Jauhkanlah aku dari rasa putus asa ketika rezeki terasa sempit, dan ajarkanlah aku untuk selalu bersyukur atas setiap nikmat yang Engkau berikan.
Yaa Allah, jangan biarkan kesedihan membuatku putus asa dari rahmat-Mu.
Jadikan setiap luka sebagai penghapus dosa, setiap air mata sebagai jalan datangnya ketenangan, dan setiap ujian sebagai penguat imanku kepada-Mu.