@TarunaIkrar@setkabgoid Padahal jalan2 keluar negri terus, sambil S3 di ITB, sambil mengurung pekerjaannya kabinet.
Tetap bisa jadi lulusan terbaik. Kasihan yang beneran berprestasi dab full effort di Seskoad.
@labi_labi_super@odydc Karena duit negara terbatas, jadi harus ada prioritas.
Beasiswa biaya hidup bisa dikelola siswa buat makan, transport, beli buku/alat tulis/praktikum.
Jauh lebih banyak yang nggak bisa bayar sekolah+ transport dan beli ATK, daripada yg nggak bisa makan.
Menlu kita sarjana teknik komputer, mantan TNI pangkat Letnan Satu yang resign sebelum naik pangkat, nol rekam jejak diplomasi.
Prabowo pilih dia bukan karena kapasitas, tapi karena dia orang kepercayaan sejak jadi sekpri.
Hasilnya?
a. Dubes RI untuk AS kosong lebih dari 2 tahun , baru keisi Agustus 2025 setelah didesak DPR, dan Sugiono sendiri ngaku di rapat resmi: "ini kesalahan kami"
b. Rapat koordinasi dubes tertunda hampir setahun
c. Para dubes pulang ke Indonesia, kesulitan menemui Menlu-nya sendiri
d. Diplomat karier demoralisasi, anggaran dipotong, merasa inisiatif mereka nggak akan pernah direspons dari atas
Sampai akhirnya Dino Patti Djalal , diplomat 40 tahun
, terpaksa bikin video di Instagram karena semua jalur komunikasi ke Sugiono diblokir berbulan-bulan.
Bukan dikritik lawan politik.
Dikritik orang dalam sendiri.
Ini bukan soal kurang pengalaman.
Ini soal Menlu yang jarang masuk kantor, ngurus negara kayak ngurus titipan boss-nya.
Bantu RT nya moots, butuh pencerahan banget ini.
Buku tabungan orang tua tahun 2004 yang terlupakan. Cetakan buku berhenti di tanggal 29-11-2004. Setelahnya gk ada transaksi. Di tahun itu juga belum punya kartu ATM.
Untuk transaksi penarikan/penyetoran harus dilakukan di teller dengan membawa identitas dan buku tabungan asli.
Beberapa waktu lalu buku ini baru ketemu waktu beberes lemari. Dan hal yang pertama dilakukan adalah datang ke kantor Bank BRI terdekat. Tau apa jawabannya?
“Maaf data rekening tersebut sudah dihapus dari sistem”. Like what???!!! 😤
Bolak balik bikin pengaduan, dan ujungnya hanya dijawab kalo saldo di tabungan itu sudah kosong sejak lama, dan data terkait sudah dihapus dari sistem.
Pihak bank bilang kalo pengosongan rekening dimaksud dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, tanpa bisa menunjukkan bukti bukti pendukung seperti slip penarikan/pindahbuku, dipindah atau ditarik oleh siapa.
Ada yang punya pengalaman sama gak? Kira-kira apa langkah yang bisa diambil selanjutnya? Apakah lapor polisi?