Jujur di usia 26 tahun. Bener-bener udah kerja sembarang aja yang penting dapet uang. Mulai mengubur cita-cita dan mimpi pelan-pelan, sekarang melanjutkan hidup saja dan mencari kemenangan-kemenanagan kecil.
pacar itu urusan remeh temeh, lebih sakit punya bapak tapi kaya ga punya, luka kehilangan sosok bapak doesn't stay in childhood, IT FOLLOWS U INTO ADULTHOOD AND SHAPES UR WHOLE CHARACTER
Kalau rupiah benar-benar tembus Rp20.000 per dolar, ada satu kelompok yang bisa sangat tertekan.
Bukan orang miskin.
Bukan juga orang kaya.
Tapi kelas menengah.
Kelompok yang "terlalu kaya" untuk dibantu tapi "belum cukup kaya" untuk terlindungi.
Mereka terlihat baik-baik saja dari luar.
Padahal sedang menopang semua bebannya sendiri.
Cicilan rumah, sekolah anak, orangtua yang mulai menua, dan standar hidup yang harus terus dipertahankan.
Masalahnya, selama bertahun-tahun banyak yang mengira mereka sedang membangun kekayaan.
Padahal yang dibangun baru kehidupan yang lebih mahal.
Penghasilan naik, tapi cicilan ikut naik.
Penghasilan naik, tapi kebutuhan ikut naik.
Penghasilan naik tapi rasa aman tidak ikut naik
Itulah mengapa banyak keluarga merasa:
“Gaji saya jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu, tapi kenapa hidup terasa lebih berat?”
Kalau dolar benar-benar menuju Rp. 20.000, yang perlu dikhawatirkan bukan cuma kursnya, tapi kenyataan bahwa banyak keluarga akan baru sadar:
selama ini mereka hidup nyaman bukan karena keuangannya yg kuat, melainkan karena kondisi ekonomi masih cukup baik untuk menopangnya.
dan ketika kondisi itu berubah…
yang bertahan bukan siapa yang bergaji besar tapi siapa yang punya bantalan finansial.
Ngajarin cowok is not worth it and it’s just draining women’s energy. It makes u ugly spiritually. Take it from me who stayed with an idiot manchild for 7 years.
agree. punya pasangan yang bisa ngobrol sama kita berjam-jam, talking about anything. laughing until our stomach hurt. even still comfortable enjoying each other's silence is a privilege. tolak ukur paten jg buat jadi pasangan. ngga butuh fancy date melulu, quality time it is.
@tanyarlfes Rata-rata pacaran emang penghambat masa depan anak muda, pertemanan jadi hancur, dan strict pacaran lebih ga logis daripada strict parents. Soalnya yg pacaran diancem bundirlah atau bahkan anu-anukan. Berujung ke psikiater mereka :)
Nasehat emang ga berguna.
orang gila mana yang ga pernah mimpi pengen hidup kaya raya? gw as kpop stan sll berandai2 kaya raya... punya duit byk biar bisa beli perintilan kpop, nonton konser ditiap negara, ikut fs, beli truz, beli album. itu baru keinginan dlm dunia kpop aja loh