Ada rindu yg datang sebagai kenangan,
Ada sebagai senyuman.
Dan ada pula yang tumbuh perlahan,
tanpa banyak kata,
tanpa banyak alasan.
Barangkali itulah rupa-rupa rindu ;
tak selalu meminta dipenuhi ,
hanya ingin tetap ada,
di antara hari-hari yang tetap berjalan.
Ada rasa hangat yg seketika memenuhi dada saat tatapan ini akhirnya menemukan apa yg ia dicari. Keindahan dan keanggunannya begitu tenang memukau, membuat waktu seolah melambat hanya utk memberi ruang bagi hati utk mengaguminya.
Dan apakah kamu tahu aku sllu rindu dan rindu rupanya tidak selalu tentang jarak .
Kadang ia hadir dalam bentuk sederhana :
ingin mendengar kabar,
mengulang percakapan yang sama,
atau tersenyum sendiri saat mengingat hal-hal kecil yang pernah terjadi .
Untuk cinta yg begitu luar biasa ini,
selama Tuhan masih memberiku napas,
izinkan aku menyelipkan satu doa yang sama di setiap malam:
Semoga, jika bukan hari ini,
bukan juga esok,
mungkin di halaman terakhir takdir
kita akhirnya menemukan jalan pulang
ke rumah yang sama๐ค
Aku masih saja berdoa.
Masih saja meminta.
Masih merayu semesta,
memohon kepada sang pemilik takdir
โJika cinta ini memang sebesar yang ku rasakan,
jangan biarkan ia berakhir hanya sebagai kenangan"
Tolong tetap sehat, tolong tetap bekerja, tetap bahagia, makan makanan yg enak, nikmati hal2 kecil yg bikin hatimu senang, denganku kau tak perlu berpura2 menjadi langit biru, kau boleh mendung, boleh runtuh, boleh lelah, akutak akn pergi hanya cahayamu meredup. Adeek.
Sebab bagiku, engkau adalah satu-satunya buku yang ingin kubaca berulang-ulang, meski aku sudah tahu bagaimana akhirnya: bahwa aku akan tetap di sini, belajar mencintaimu dengan cara yang paling benar.
Aku ingin mempelajarimu seumur hidupku. Bukan untuk menguasaimu, melainkan agar aku selalu tahu cara terbaik untuk menjagamu, cara paling tepat untuk merangkulmu, dan cara paling tulus untuk tetap menjadi tempat paling aman bagimu untuk pulang.