Banyak yang nanya, "Kenapa sih sekarang drama Korea isinya adaptasi webtoon semua? Emangnya Korea udah kekurangan penulis?"
Sebenarnya bukan karena kekurangan penulis, tapi karena strategi industri.
Bagi rumah produksi dan OTT, webtoon adalah IP yang sudah "teruji". Mereka bisa melihat data pembaca, rating, hingga besarnya fandom sebelum memutuskan menggelontorkan biaya produksi yang sekarang makin mahal. Jadi risikonya jauh lebih kecil dibanding mengangkat naskah orisinal.
Di sisi lain, penulis webtoon juga diuntungkan. Mereka mendapat bayaran hak adaptasi, jumlah pembaca webtoon biasanya melonjak setelah dramanya tayang, peluang lisensi ke luar negeri ikut terbuka, bahkan ada yang dilibatkan sebagai penulis naskah atau produser kreatif. Adaptasi membuat satu cerita bisa hidup dalam bentuk drama, film, game, animasi, hingga merchandise.
Jadi fenomena ini bukan tanda Korea kekurangan ide, melainkan industri hiburan mereka sedang memaksimalkan IP yang sudah terbukti sukses agar menguntungkan semua pihak platform, rumah produksi, dan kreatornya.