@f1speed_indo@FulvioVigilante Apakah dengan kondisi ini FIA bertanggung jawab atas crashnya beberapa pembalap? mengingat crash menambah budget cap yg memengaruhi performa tim dan pembalap?.
@MafiaWasit Ini biasa edisi khusus, jadi ya ga resmi untuk pertandingan. Jadi jerseynya buat pas perayaan aja atau dijual untuk fans sebagai tanda juara ucl 2x. Jadi ini ga buat di pake di laga resmi
@f1speed_indo Terserah gw mau di judge, tapi ga ga yakin Leclerc bisa bantu Ferrari dapet juara dunia lagi, Ferrari need new lead yg berani frontal seperti Schumi, Leclerc terlalu "yes man" dan ngikut stupid strategi mereka 😶
Guys, IHSG jebol 7.000.
Dan David Noah trader yang sudah lebih dari 10 tahun di pasar ini ngomong sesuatu yang menurut gue perlu lo dengar dengan sangat serius.
Kondisi pasar sekarang jujur apa adanya:
IHSG sudah di bawah 7.000.
Support kuat berikutnya ada di sekitar 6.780-6.800 yang terakhir kali disentuh Juni 2025.
Artinya kalau level itu jebol juga kita balik ke level tahun lalu.
Dalam dua minggu terakhir saja IHSG sudah minus sekitar 5%.
Dan penurunannya bukan merata.
Yang paling kena adalah saham-saham yang selama 2024 naik paling tinggi.
BBCA turun 13% sejak 8 April.
Saham-saham konglomerasi seperti BREN dan DSSA sudah dari pucaknya turun puluhan persen.
PTRO alias Petrosea turun signifikan.
BUMI masih berjuang.
Kenapa saham konglo rontok dan ini yang perlu dipahami:
Saham konglomerat Indonesia dalam beberapa bulan terakhir mengalami apa yang David sebut sebagai reversion yang sangat tajam.
IMPC misalnya dari puncaknya sudah turun lebih dari 60% saat ini.
Tapi ini ada konteksnya.
Saham-saham ini sebelumnya naik dengan sangat agresif.
IMPC dari 2025 sampai puncaknya naik 1.258%.
Begitu giliran koreksi datang koreksinya juga dalam.
Masalahnya ditambah oleh dua faktor besar: keputusan MSCI yang mempermasalahkan free float beberapa saham besar Indonesia membuat investor asing terpaksa keluar.
Dan kondisi makro global yang tidak kondusif rupiah melemah, sentimen risk-off global meningkat.
Di mana peluang kalau memang masih ada:
David menekankan satu prinsip yang menurut gue sangat valuable di kondisi seperti ini: there is always a bull market somewhere.
Ketika IHSG berdarah ada saham yang justru naik. Contoh konkret yang dia berikan:
ESSA emiten amonia.
Ketika IHSG jebol, ESA justru bergerak.
David melihat ada institusi lokal yang masuk membeli di level 800-an level yang sebelumnya adalah resistensi kuat yang belum pernah ditembus.
Begitu ditembus dengan volume signifikan dia call buy. Target 1.000. Hasilnya? ESA tembus 995— naik 17% dari titik entry.
Saham-saham emas ARCI, MDKA, dan sejenisnya. Ketika IHSG turun, emas justru bullish. Sejak Petro mulai koreksi di 14 April saham emas sudah naik 21%. Investor asing konsisten membeli saham-saham emas ini bahkan ketika mereka menjual saham lain.
Logikanya sederhana: di kondisi geopolitik yang tidak stabil dan ketidakpastian global tinggi investor lari ke safe haven. Dan emas adalah safe haven yang paling klasik. Kalau asing beli emas fisik mereka juga beli emiten emas.
Cara David membaca peluang framework yang bisa lo pelajari:
David tidak hanya lihat chart.
Dia gabungkan tiga hal sekaligus.
Pertama — tren struktur.
Apakah saham ini secara chart masih uptrend atau sudah downtrend?
Di kondisi market jelek seperti sekarang dia hanya mau tradingin saham yang masih uptrend strukturnya. Bukan yang sedang downtrend lalu berharap rebound.
Kedua — money flow atau broker summary.
Siapa yang beli dan siapa yang jual?
Kalau institusi asing atau domestik yang kuat sedang akumulasi itu sinyal positif.
Kalau retail yang jual tapi institusi yang beli itu setup yang menarik.
Ketiga — fundamental story sebagai konteks.
Bukan untuk timing entry tapi untuk memastikan ada alasan logis kenapa saham itu bisa naik.
ESA naik karena harga amonia berkorelasi dengan harga minyak yang sedang naik.
Emas naik karena safe haven demand naik.
Ada logika yang mendukung pergerakan harganya.
Apa yang masih berat dan belum layak di-trading:
David tegas soal beberapa hal.
Saham-saham blue chip seperti BBCA masih dalam downtrend yang sangat jelas.
BMRI masih sideways dengan kecenderungan melemah. Telkom juga belum menunjukkan tanda pemulihan.
Untuk PTRO selama tidak bisa closing di atas 5.500-5.600, target koreksi berikutnya ada di sekitar 4.800. Artinya masih ada potensi turun 10% lagi dari level sekarang.
Konglo secara umum masih belum kuat.
Yang mau masuk trading rebound konglo David sarankan sabar.
Karena rebound yang belum didukung volume dan money flow yang jelas hanya akan bikin lo kena sideways berminggu-minggu tanpa arah.
Yang paling relate dari seluruh obrolan ini soal floating loss double digit miliar:
David mengaku sendiri Sejak MSCI crash floating profit yang hilang dari portofolionya mencapai double digit miliar rupiah.
Dan cara dia menghadapinya menurut gue adalah pelajaran mental yang lebih berharga dari analisa teknikalnya manapun.
Dia bilang: "Kehilangan belasan miliar gua bisa beli dua Ferrari. Tapi sekarang gua punya belasan miliar dan gua juga tidak beli Ferrari.
Jadi kalau balik pun, gua juga tidak akan beli Ferrari. Kenapa harus sedih?"
Ini bukan gaya-gayaan.
Ini adalah cara reframing yang sangat disiplin untuk menghindari keputusan emosional yang buruk di pasar.
Karena itulah yang membunuh kebanyakan trader bukan salah analisanya.
Tapi ketika floating loss membuat mereka panik dan cut loss di bottom, atau ketika euforia membuat mereka hold terlalu lama di puncak.
Prinsip yang paling penting dari seluruh episode ini:
"Selama lu belum meninggal, lu belum kalah.
Jangan judge hidup lu berdasarkan satu bulan, satu hari, satu tahun.
Judge your life based on your lifetime."
Di pasar saham ini bukan klise. Ini adalah kenyataan yang sudah terbukti berkali-kali. Siklus selalu ada. Bullish dan bearish selalu bergantian.
Yang membedakan trader yang bertahan dari yang tidak adalah kemampuan untuk tetap objektif, terus belajar, dan tidak membuat keputusan dari emosi ketika kondisi sedang paling buruk.
Kalau lo sedang hold saham-saham yang sedang dalam downtrend berat evaluasi apakah ada alasan fundamental yang kuat untuk bertahan atau apakah lo sedang averaging down dari harapan bukan dari analisa.
Kalau lo mau mulai trading atau mencari peluang baru di kondisi ini lihat ke sektor yang berlawanan dengan tren IHSG.
Saham emas sedang dalam tren yang berbeda dari market secara keseluruhan. Di sanalah money flow sedang bergerak.
Dan kalau lo belum siap atau belum punya framework yang jelas cash is a position. Menunggu bukan berarti kalah.
Menunggu sampai ada setup yang lebih jelas adalah keputusan yang sangat rasional di kondisi market yang belum punya arah yang jelas.