Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
kritik pemerintah di medsos pribadi ga ngerusak estetika akunmu kok, aku akan spam ig story penuh dengan kritikan kepada pemerintah. stop jadi rakyat ga napak tanah dan tone deaf.
Jangan nyinyir sama pendemo.
THR, upah minimum, hak lembur, sampai Reformasi 1998 yang membuka jalan demokrasi hari ini. Semuanya lahir dari orang-orang yang berani bersuara dan turun ke jalan.
Post, tonton, komen, like, share, banjirin media sosial dari akun lo sendiri
jangan biarkan yang di jalan sendirian
lo bisa bantu perjuangkan
dari jari dan hp di tangan
Kenapa yaa tiap lihat orang-orang demo gini selalu sedih.... kayak... guys nggak ada yang mau panas-panasan demo sampai taruhannya keselamatan kita seandainya pemerintah bejus mengurus negara.
🚨 JUST IN: Lampu di jalanan mulai dimatikan. Mau jadiin #IndonesiaGelap beneran yah inii?!
Mahasiswa BEM UI menarik mundur dari titik aksi #demo. Digantikan oleh mahasiswa dengan almameter berwarna Hijau & Biru (Pls info ini dari kampus mana)
Panjang Umur Perjuangan 🙌🏻
"Percuma koar-koar di medsos kalo ga turun ke jalan"
1. Aksi di internet itu power nya gede yh, bukan sembarang koar-koar. Apalagi kalo aksi nya terorganisir kaya #IndonesiaGelap kemarin, beuh. Bahkan presiden sampe mention hashtag itu di pidato.
2. Dengan banyak nya buzzer lu pada harus nya paham, pemerintah itu takut. Bukan cuma buzzer, bahkan sampe ada perketat ruang cyber yadayada, akun orang dinonaktifkan, trus case Laras Faizati. Again, power ruang internet itu gede.
3. Selain hashtag, ada juga fitur addyours di Instagram, itu rame banget. Bahkan suka ada konten addyours yang ilang. Itu tanda nya apa? Tanda nya yang di atas sana cukup 'keganggu'. Ada dampak nya.
Yang turun ke jalan keren, hati-hati, jaga diri, utamakan keselamatan. Yang bersuara di media sosial juga keren, hati-hati, jaga diri, utamakan keselamatan.
Buat orang-orang yang diem aja karna disibukkan dengan cari nafkah, ga mendapatkan privilese untuk menempuh pendidikan, jauh dari sosial media, gue paham.
Tapi buat orang-orang yang diem doang karna gamau estetika sosmed nya keganggu, semoga stok makanan lu di rumah kadaluarsa, mencret 4x sehari, trus setiap makanan fancy yg lu makan dan posting di sosmed rasa nya kaya MBG.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.