Gaji Rp 6 juta per bulan, masuk Juli kmarin
Bapak mungkin mikir: "Buat makan aja pas-pasan. Beli tanah? Dana pendidikan? Mimpi."
Aku dulu juga mikir gitu. Persis. Sampai aku duduk, hitung, dan sadar: masalahnya bukan gajinya kecil. Masalahnya aku gak punya SISTEM.
Ini blueprint-nya. Bukan teori. Ini yang aku lakuin.
FINANCIAL SYSTEM
1. Rekening Utama (Gaji Masuk)
Bank Central Asia (BCA) / bank utama lo
Fungsi: buat nerima uang + distribusi
2. Rekening Simpan (Nabung + Dana Darurat)
Pilih (Bank Jago atau SeaBank)
Aturan:
Auto transfer di awal gajian
Target: minimal 20-30% gaji
Jangan disentuh kecuali darurat
3. Investasi (Naikin duit lo)
Bibit β reksadana (buat yang masih basic)
Stockbit β saham (kalau udah ngerti)
Aturan:
Mulai dari kecil (100-500k/bulan)
Konsisten > besar tapi jarang
4. Rekening Operasional (Hidup Sehari-hari)
Bisa tetap di BCA / pisahin rekening kedua
Isi: 50-60% dari gaji
Dipakai untuk:
makan
transport
kebutuhan harian
Kalau habis = tetap atur pengeluaran
biar lo gak ambil uang dari tempat lain
5. Jajan (E-Wallet Maks 1-2)
ShopeePay atau GoPay
Aturan:
Isi secukupnya (misal 500k/minggu)
Jangan auto top-up dari rekening utama
Ya Allah mau gaji pokok 8 juta/bulan, tunjangan fungsional, transportasi, dapet maksi, ada THR, bonus bulanan, tunjangan presensi, BPJS Kes & Kt, lingkungan kerja greenflag, bs pulang tenggo, 5 hari kerja, atasan humanis, fasilitas kantor++.
Nanti ak janji gak ngopi dehhhππ
Kisi kisi menu solaria biar gak bingung lagi pilih menu yg itu itu aja wkwk
Disclaimer:
Aku lupa lupa ingat terutama masalah isian sayurnya, jadi nanti tanyain lagi ke kasir/waitressnya yaπ
Sebagai musisi, saya iri, tidak pernah bisa membuat karya seindah Tulus. Tapi sebagai pendengar, saya bahagia. Setiap karya Tulus memang patut dirayakan π«Άπ»
#ReviewSofia: The Scarecrow
Sebenarnya pendapat aku gak berubah, The Scarecrow jadi drama adaptasi Pembunuhan Lee Chun Jae yang paling mendekati. The Scarecrow jadi versi 'lulus sensornya' dari kejadian asli.
Cuman yaa menjelang ending, ada bagian yang hilang. Ada dua hal yang perlu dibahas: Alasan mengapa drama ini tetap jadi yang paling mendekati kasus asli dan hal yang bikin drama ini seolah jati dirinya 'hilang'.
Pak Anies dan Pak Ganjar nawarin pendidikan gratis tapi lu malah pilih nasi seharga 8.000
Dari situ aja lu udah aneh
Sekarang lu pada liat kan, setiap dia pegang mic, rakyat indonesia langsung mikir kiamat udah di depan mata.
prabowo ini pingin sekali dikenal sebagai orator ulung, pidato berapi-api yang membakar semangat meneruskan citra soekarno, sampai ke gaya berpakaian dan kacamatanya walau gak sama persis
tapi di satu sisi dia denial dengan programnya yang dia rasa selalu benar tanpa liat aktualnya di lapangan seperti apa, marah ketika dikritik, isi pidatonya hampir sama; masih menyindir lawan politiknya, meluapkan emosi ke bawahan dan rakyatnya, kalimat2nya penuh amarah bahkan terkadang menjadi seperti anak kecil yang gak terima ketika khayalan imajinernya diganggu, gak ada kompromi untuk sekedar masukan untuknya. dia hidup di kepalanya sendiri
gws, indonesia