@soulofdaisie also thank you for doing this giveaway omg
bismillah rezeki nambah tbr baru between these two wishlist of mine. actually the second pic i already paid the dp so the final price it’s not that one hihi
@soulofdaisie first of all congratulations kak!!!
what we’ve prayed for finally comes true! i remember i reply your tweet few weeks ago, and now we both got an offering😭🤍 sukses selalu untuk ditempat barunya, lancar selalu rezekinya, may this new journey will lead you to a better phase!!!❤️🔥
@soulofdaisie bismillah rezeki nambah tbr baru between these two (my top wl so excited)
the second one i already paid the dp so that’s not the final price hihi
cha segye being friendly to staff as they recognize him as seori’s husband (and not biojei’s ceo).
“isnt that actress shin seori’s partner? he’s so handsome…she’s so lucky!”
segye would be like, “excuse me, miss… i AM lucky to be shin seori’s husband.”
KBS News baru aja ngeliput misteri makam asli Eom Heungdo, tokoh sejarah yang semakin dikenal setelah kesuksesan The King's Warden.
Ternyata kisah nyatanya berasa kayak plot film detektif 🤔
Dulu, makam asli beliau sengaja disembunyikan di antara makam-makam palsu di daerah Gunwi demi keamanan dari musuh politik.
Ini karena beliau nekat memakamkan jenazah King Danjong yang saat itu digulingkan.
Saking rahasianya, anak cucunya sendiri dari generasi ke generasi ga ada yang tahu pasti mana makam yang asli.
Plot twistnya baru kejadian sekarang. Baru-baru ini, ditemuin area makam baru yang jaraknya cuma sekitar 30 meter dari kompleks makam lama.
Tempatnya bener-bener tersembunyi karena selama ini tertutup semak belukar rimbun.
Yang bikin merinding, leluhurnya dulu ternyata ninggalin "kode rahasia" buat nandain identitas makam ini tanpa harus ngebahayain.
Nisannya ga pakai nama terang, tapi dibikin ukiran unik yang bentuknya kayak bagian atas huruf Hanja marga 'Eom' (嚴) yang sengaja dibelah.
Terus, kalau makamnya difoto dari udara pakai drone, susunan 10 batu di sekelilingnya ngebentuk pola huruf Hanja 'Heung' (興).
Ditambah lagi, selama puluhan tahun keluarga yang ziarah ke makam "palsu" selalu dikasih pesan turun-temurun.
"Turunlah ke bawah dan bakarlah dupa di sana."
Siapa sangka kalau kebiasaan itu ternyata petunjuk arah buat ngasih penghormatan ke makam aslinya.
Sekarang, pihak keluarga dan peneliti sejarah lagi dorong pemerintah setempat buat memfasilitasi ekskavasi (penggalian) dan penelitian resmi.