Pada akhirnya kita tidak mengetahui mana pilihan yang terbaik, kita hanya hidup satu kali didimensi waktu yg terus berjalan maju
Semua keyakinan atas pilihan itu merupakan presepsi yang kita yakini dan percaya
Karena tolak ukur dari pilihan itu sendiri adalah diri kita sendiri.
Barangkali, yang sedang kutunggu bukanlah sesuatu yang harus kupanggil-panggil kedatangannya.
Sebab ada hal-hal yang tak tak perlu lagi dicari jawabannya, cukup dipercayakan kepada waktu dan kepada-Nya
Mungkin memang demikian watak kehidupan: tidak menjanjikan peta sempurna kepada siapa pun. Hanya memberi kita cukup cahaya untuk melihat beberapa langkah di depan. Selebihnya, kita belajar berjalan sambil percaya bahwa tidak semua arah harus diketahui sebelum perjalanan dimulai.