Turut berduka cita untuk gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur hari ini.
Per BNPB hingga pukul 15.00 WIB, korban meninggal dunia berjumlah 38 orang. 💔🥀
Pray for NTT. 🤲🥹
pinter aja ga cukup. saran gue, find someone who's not just smart, but knows how to use his intelligence. someone with a broad perspective, good problem solving skills, emotional maturity and the ability to explain things without ever making you feel small or stupid sih.
Dear HR,
Kalo nerima lamaran dari generasi Milenial (kelahiran 1981–1996) untuk posisi entry level, tolong pertimbangkan dong. Mereka melamar bukan lagi buat ngejer passion atau menambah pengalaman tapi buat bertahan hidup.
Pernah punya atasan tukang forward message. Kerjaannya LITERALLY cuma forward pesan dari grup dinas ke grup kantor. Diajak diskusi nggak nyambung, kasih instruksi nggak jelas. Pesan dia cuma "kerjakan ya". 😭
Suatu hari, ada perintah A dari dinas. Kami sbg bawahan udah kasih masukan bahwa perintah A itu nggak bisa dilakukan karena alasan abcde. Tapi dia nggak mau tahu, nggak kasih alternatif, nggak bisa diajak mikir, pokoknya pesan dari dinas diforward di grup kantor. Terpaksa harus bawahan yang approach langsung ke kepala dinas, karena kalo nunggu atasan ini, masalah justru makin ruwet.
Untungnya sekarang atasan kami udah ganti 😭🙏
Ini menarik.
PNS yang top keuntungannya dibanding kerja lainnya di Indo, hampir mustahil dipecat.
Tapi justru di sana titik buruk dan brutalnya. Sehingga evaluasi gak akan jalan.
Bego, pinter, waras, gila, gajiannya tetap bulanan, diatur ketentuan pasti. INI SULIT DILAWAN!
its called "Workload Gravity" kutukannya orang rajin tapi sekitarnya senior dan orang titipan.
Alasan Kenapa Semua tugas datang?
1.Jaminan Beres
Atasan cari aman. Atasan tahu tugas pasti selesai tepat waktu dan minim kesalahan jika kamu yang kerjakan.
2. Atasan Malas Repot
Jauh lebih praktis melimpahkan tugas ke kamu daripada harus memantau dan mengajari staf lain yang lambat atau kurang kompeten.
3. Menjadi Standar Baru
Pengorbanan dan usaha ekstramu tidak lagi dilihat sebagai "bantuan", tapi diwajibkan menjadi standar kerja normal sehari-hari.
Ujung-ujungnya apa? stres dan burnout muak karena beban kerja jauh lebih berat dari yg lain tapi gaji sama.