@erlenzig cukup sibuk dengan pekerjaannya sekarang.
Mendengar percakapan antara Tobio dan supir taksi yang mereka tumpangi, Hitoka mengalihkan pandangan pada keduanya bergantian.
“Tuan mengenalnya? Kageyama Tobio?” Tatapan Hitoka berubah kagum. “Kageyama-kun benar-benar terkenal.”
@erlenzig “Anggap itu sebagai ucapan terima kasihku,” tersenyum kecil sembari mengalihkan atensinya ke depan, “lagi pula kita jarang bertemu, aku rasa tidak masalah menraktir teman sesekali?” Bisa menghabiskan waktu bersama teman lama, hal langka bagi Hitoka yang terbilang –
@erlenzig Hitoka menoleh menatap Tobio dan tersenyum padanya.
“Setelah ini jika masih senggang, ayo makan bersama.” Anggap saja ini sebagai balasan Hitoka kepada sang kawan.
Sementara kendaraan yang mereka tumpangi mulai melaju menuju tempat tujuan.
@erlenzig Sesuai dugaan Hitoka, taksi yang dipesan olehnya akan datang tepat waktu.
“Hitoka-desu, yang memesan taksi.” Jawabnya atas pertanyaan seorang lelaki paruh baya yang merupakan sopir taksi tersebut.
“Ayo, Kageyama-kun.” Melangkah memasuki taksi melalui sisi kiri, –
selesai dengan kegiatan satu ini mereka bisa melakukan hal lain.
“Tunggu sebentar.” Memindahkan gawai pintar pada sisi telinga, guna memanggil taksi yang biasanya menjemput Hitoka.
Setelah berbicara singkat dengan seseorang dibalik ponselnya, Hitoka mengembalikan –
@erlenzig tidak ada di dekatnya, Hitoka memutuskan berhenti sejenak, menunggunya.
“Terima kasih, Kageyama-kun.” Tersenyum kecil.
“Berjalan kaki sepertinya sedikit jauh,” tetapi mereka tidak memiliki kendaraan pribadi, kan? “Dengan bus atau taksi?”
@erlenzig Mendengar ucapan Tobio yang bersedia menemani membuat senyum Hitoka tidak memudar, beruntung sekali memiliki seorang teman yang baik.
Mungkin karena sedikit bersemangat, Hitoka bahkan tidak mengetahui Tobio yang tengah mengikat tali sepatu di sana. Merasa Tobio –
@erlenzig Dan sepertinya mengajak Tobio sudah cukup sebagai seorang yang mungkin dikenal sering berlatih di sana.
“Ya, aku ingin ke sana.” kepala dianggukkan singkat, senyum yang terpatri mengarah pada lawan bicaranya. Sementara sepasang kakinya mulai melangkah kecil.
@erlenzig Mungkin 'sepi' tidak masalah untuk Hitoka, mengingat gambar yang akan diambil terfokus pada tempatnya. Tetapi, tidak ada salahnya untuk mencoba lebih dulu.
“Aku rasa tidak masalah jika sepi,” anggap saja sebagai percoba untuk pengambilan gambarnya lebih dulu. –
@erlenzig Jawabnya tidak yakin, disusul kekehan kikuk yang lolos.
“Aku tidak lupa. Aku ingin ke sana, untuk mengambil beberapa gambar. Mungkin Kageyama-kun juga akan ke sana atau sedang ada kesibukan lain?”
@erlenzig Masih dengan senyum yang terpatri pada paras Hitoka. Lantas tanya dari temannya terdengar. Jika boleh jujur, Hitoka hanya sedang mengisi waktu luangnya, tetapi bertemu dengan Tobio di sini, membuat ide lainnya muncul.
“Hanya sekedar menghirup udara segar, mungkin?”
–
@erlenzig Hitoka tertawa kecil mendengar pertanyaan yang terucap dari temannya.
“Jangan khawatir, aku tidak akan melakukannya tanpa seizinmu.” Senyum Hitoka terpatri.
Sesaat kemudian sesuatu melintas dalam benaknya, mengingat dirinya memiliki tugas yang terbilang ringan.
–
@erlenzig Sosok laki-laki yang dikenalnya itu mendekat dan mengucap tanya kepadanya.
“oh, Kageyama-kun?” Tidak menyangka. “Aku hanya sedang mencoba ini,” menunjukkan kameranya.
“Maaf jika aku mengambil gambar tanpa seizinmu.”
@erlenzig Matanya mengerjap beberapa kali setelah berhasil mengambil gambar. Hanya sekedar mencoba kamera yang baru saja dibeli oleh ibunya, bahan untuk pekerjaannya nanti.
Tak disangka gambar yang dengan tidak sengaja diambil adalah gambar sang teman.
–
Tamu berikutnya yang harus Hitoka layani. Lantas mendekati dan ternyum ke arah kedua orang tersebut.
“Selamat malam tuan-tuan, selamat datang. Saya Yachi Hitoka yang akan melayani.” Lantas membungkukkan badan pada keduanya dengan senyum yang belum memudar.
—
Mendapati seorang tamu yang berkunjung, Hitoka lantas melangkahkan kaki dan bergegas mendekati. Meski masih ada sedikit rasa kikuk, namun Hitoka mencoba untuk melakukan yang terbaik dalam pelayanannya.
—