Sebulan setelah lahir, nyawa seorang bayi berada di ujung tanduk setelah tiba-tiba mengalami perdarahan otak. Dokter bahkan berkata pada orangtua si bayi, “Sebaiknya Anda mengikhlaskannya…”
Namun, ibu dari bayi tersebut menolak menyerah. Setiap hari, sang ibu setiap hari selalu mengobrol dengan sang bayi, menyebutnya sebagai keajaiban. Ia juga kerap menggenggam tangan sang bayi.
Saat bayi tersebut berusia 100 hari, sang ibu melaksanakan perayaan (Kor: 백일잔치, baegiljanchi. Lit: Perayaan 100 hari). Sang ibu pun mengunggah foto perayaan 100 hari sang anak hingga netizen berbondong-bondong memberikan dukungan.
Dulu pernah berpikir film drama yg pernah kita tonton itu adalah hal yg tidak pernah mungkin terjadi di dunia nyata karena berlebihan banget. Setelah dewasa baru sadar ternyata bisa terjadi. 😅
💃 Daily Quick Fact;
lihat deh bagian yang dilingkari warna merah di bawah, coba tebak itu apa?
bener banget, itu kepala rubah yang mati. tapi mati karna apa? dan benda bulat besar disampingnya itu apa?
itu pantat.
tapi pantat siapa, ya?
[thread belajar bareng]