Perusahaan hari ini sebenarnya tidak kekurangan data.
Kita punya spreadsheet, dashboard, ERP, aplikasi project, laporan harian, laporan mingguan, bahkan grup WhatsApp yang penuh update.
Tapi ada pertanyaan sederhana:
Dengan data sebanyak itu, kenapa banyak keputusan masih dibuat berdasarkan feeling?
Menurut saya, masalahnya bukan jumlah data.
Masalahnya adalah kemampuan mengubah data menjadi informasi yang bisa dipakai untuk mengambil keputusan.
Dalam project misalnya, kita bisa punya ribuan baris data:
• progress setiap site
• nilai PO
• status material
• acceptance
• invoice
• aging
• dependency
• target dan actual
Tapi kalau data tersebut hanya dikumpulkan untuk reporting, nilainya sangat terbatas.
Data seharusnya membantu kita menjawab pertanyaan.
Site mana yang berpotensi delay?
Project mana yang cashflow-nya mulai bermasalah?
Pekerjaan mana yang sudah selesai tetapi belum billable?
Dependency apa yang paling sering menyebabkan bottleneck?
Vendor atau tim mana yang konsisten perform?
Di sinilah menurut saya perbedaan antara reporting dan data-driven management.
Reporting menjelaskan:
“Apa yang sudah terjadi?”
Data analytics seharusnya membantu menjawab:
“Kenapa itu terjadi?”
Dan level berikutnya:
“Apa yang kemungkinan akan terjadi, dan apa yang harus kita lakukan sekarang?”
Dashboard yang bagus bukan dashboard yang memiliki grafik paling banyak.
Dashboard yang bagus adalah dashboard yang membuat kita lebih cepat mengambil keputusan.
Data tidak harus banyak.
Yang penting:
data benar, terstruktur, relevan, dan menghasilkan tindakan.
Karena pada akhirnya, nilai sebuah data bukan pada berapa banyak yang kita simpan.
Nilainya ada pada seberapa baik data tersebut membantu kita mengambil keputusan.
AI tidak akan menggantikan semua manusia.
Tapi orang yang tetap bekerja dengan cara lama akan semakin sulit bersaing dengan orang yang menggunakan AI.
Menurut saya, perubahan terbesar dari AI bukan soal “manusia vs mesin”.
Yang berubah adalah cara kita menggunakan waktu.
Dulu banyak waktu kerja habis untuk:
• mencari data
• menyusun laporan
• membandingkan dokumen
• membuat summary
• mengecek pekerjaan berulang
• memindahkan data dari satu sistem ke sistem lain
Sekarang sebagian pekerjaan tersebut bisa dibantu AI dalam hitungan menit.
Artinya, nilai manusia juga harus bergeser.
Kalau sebelumnya kita dihargai karena mampu mengumpulkan dan mengolah informasi, ke depan nilai kita semakin ditentukan oleh kemampuan:
• menentukan masalah yang perlu diselesaikan
• mengajukan pertanyaan yang tepat
• membaca risiko
• mengambil keputusan
• memahami konteks bisnis
• memastikan hasil benar-benar bisa dieksekusi
AI bisa membantu memproses.
Manusia tetap menentukan arah.
Karena itu saya tidak berpikir perusahaan harus langsung memulai proyek AI yang besar dan mahal.
Mulai saja dari pekerjaan yang paling repetitif.
Reporting 3 jam menjadi 30 menit.
Membaca ratusan baris data menjadi beberapa insight penting.
Membandingkan beberapa dokumen menjadi daftar perbedaan.
Mengubah data project menjadi early warning sebelum masalah membesar.
Kalau AI bisa menghemat 1–2 jam pekerjaan rutin setiap hari, dalam satu organisasi dampaknya sudah sangat besar.
Jadi pertanyaannya bukan lagi:
“Apakah pekerjaan saya akan digantikan AI?”
Pertanyaan yang lebih relevan adalah:
“Bagian mana dari pekerjaan saya yang seharusnya sudah tidak perlu saya kerjakan secara manual?”
Revenue besar belum tentu berarti bisnis sehat.
Dalam bisnis berbasis proyek, saya sering melihat kondisi yang sekilas terlihat baik:
Project berjalan.
Progress tinggi.
Revenue sudah tercatat.
Pekerjaan bahkan sudah 100% selesai.
Tapi cash di rekening tetap tipis.
Masalahnya sering bukan karena kurang pekerjaan, tetapi karena pekerjaan yang sudah selesai belum berhasil diubah menjadi uang.
Pekerjaan selesai → dokumen → acceptance → invoice → verifikasi → pembayaran.
Satu tahap tertahan, cash ikut tertahan.
Sementara itu gaji, vendor, material, transportasi dan biaya operasional tetap harus dibayar.
Karena itu, saya mulai melihat kesehatan proyek bukan hanya dari angka progress.
Saya juga ingin tahu:
• Berapa nilai pekerjaan yang sudah billable?
• Berapa yang masih tertahan?
• Tertahan di proses mana?
• Sudah berapa lama aging-nya?
• Kapan realistis menjadi invoice?
• Kapan cash benar-benar masuk?
Di sinilah project management bertemu dengan financial management.
Project yang terlihat “hijau” secara progress belum tentu sehat secara cashflow.
Menurut saya, dashboard proyek seharusnya tidak berhenti pada:
Progress 70% → 80% → 100%.
Tetapi dilanjutkan sampai:
Progress → Acceptance → Billing → Collection → Cash.
Revenue menunjukkan seberapa besar bisnis yang kita kerjakan.
Profit menunjukkan hasil yang kita dapat.
Cashflow menentukan seberapa lama bisnis bisa terus berjalan.
Tiga hal ini tidak boleh dibaca secara terpisah.
Menurut Anda, di bisnis berbasis proyek, mana yang paling sering menjadi bottleneck: pekerjaan, acceptance, invoice, atau collection?
Revenue menunjukkan besarnya bisnis.
Profit menunjukkan hasil yang kita dapat.
Tapi cashflow menentukan berapa lama bisnis bisa terus berjalan.
Revenue, profit dan cashflow tidak boleh dibaca terpisah.
Mana yang paling sering luput dipantau?
Di sinilah project management bertemu financial management.
Project yang “hijau” secara progress belum tentu sehat secara cashflow.
Dashboard project seharusnya tidak berhenti pada progress.
Progress → Billing → Collection → Cash.
Daftar pemain Timnas Indonesia yang akan menghadapi China dan Jepang pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dua pertandingan ini akan menentukan langkah Indonesia.
Kita bawa Garuda Mendunia 🇮🇩
#KitaGaruda#GarudaMendunia
Ketua Umum DPP Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Hercules Rosario de Marshal menemui mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di kediaman pribadinya di Solo, Selasa, 15 April 2025.
Usai pertemuan eks preman Tanah Abang itu menyinggung sejumlah pihak yang menyoalkan isu ijazah palsu Jokowi lulusan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Hercules tiba di kediaman pribadi Jokowi yang beralamat di Jalan Kutai Utara No 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo sekitar pukul 13.30 WIB. Kedatangannya untuk silaturahmi dengan mantan Wali Kota Solo itu tampak didampingi oleh sejumlah jajaran pengurus DPP GRIB Jaya.
Setelah transit sebentar di ruang tunggu, Hercules dan rombongan langsung berjalan masuk ke kediaman Jokowi. Pertemuan antara Hercules dengan Jokowi itu berlangsung secara tertutup. Sekitar empat puluh lima menit kemudian, Hercules yang didampingi sejumlah pengurus ormas bentukannya itu terlihat keluar dari dalam rumah Jokowi.
Hercules mengaku bahwa pertemuannya dengan Jokowi dalam rangka silaturahmi momen Lebaran. Apalagi antara dirinya dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah saling mengenal dalam waktu yang lama. “Silaturahmi. Ya silaturahmi teman lama,” kata Hercules kepada wartawan di kediaman pribadi Jokowi di Solo, Selasa, 15 April 2025.
Lantas, ketika disinggung sejumlah pihak yang mempermasalahkan ijazah palsu Jokowi, Hercules dengan tegas membela ayah Wakil Presiden RI Gibran Rakabamuning Raka. Menurutnya ijazah Jokowi merupakan ijazah asli. Bahkan ijazah tersebut telah digunakan sebagai syarat untuk pendaftaran maju sebagai calon Wali Kota Solo hingga calon Presiden RI di Pilpres lalu.
___
#Vivacoid #Jokowi #Ijazah
Langkah Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 2025 harus terhenti usai kalah dari Korea Utara. Ini menjadi pelajaran berharga.
Kita harus mengapresiasi kerja keras dari seluruh pelatih, pemain dan ofisial yang sudah bekerja keras di Piala Asia U-17 2025.
Terima kasih juga untuk seluruh suporter yang sudah memberikan semangat dan dukungan untuk Timnas U-17.
Kita persiapkan Timnas U17 untuk tampil di Piala Dunia U17 2025 di Qatar November mendatang.
AI Agent kini jadi ujung tombak efisiensi. T-Mobile, Nokia, hingga Ericsson pakai AI untuk otomatisasi jaringan & layanan. Dalam telko, AI Agent bantu prediksi kerusakan, atur teknisi, hingga respon pelanggan. Kerja 24 jam, tanpa ngopi. Siapa sebenarnya yang kendalikan?
Pemerintah China menetapkan tarif balasan tambahan terhadap barang-barang impor Amerika Serikat (AS) sebesar 84% yang berlaku mulai Kamis (10/4/2025).
https://t.co/3Zy5ybl2m5
Naikkan tarif jadi 50%! Rupanya, resep diplomasi dagang versi Trump adalah: kalau perang dagang mulai panas, tambahkan minyak, aduk, dan tunggu hingga meledak.
Presiden AS Donald Trump geram atas langkah balasan China yang menetapkan tarif impor 34 persen untuk semua produk asal AS. Menanggapi hal itu, Trump mengancam akan menaikkan tarif impor ke China menjadi 50 persen. #bisnisupdate#update#bisnis#oneliner https://t.co/yg9tJXAaSe
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, publik cenderung ramai jika pasar saham mengalami kondisi merosot. Sebaliknya, publik diam jika kondisi saham naik.
~SA #Prabowo#PasarSaham
https://t.co/8uPxMz2M2a
"Jangankan rakyat, saya juga geram masalah korupsi. Karena, saya mengerti sumber daya kita sangat besar dan yang terjadi adalah perampokan," ujar Prabowo. | #PrabowoBerantasKorupsi
https://t.co/BcDSyvogf5
Burung hantu belum tentu efektif dan bisa memicu ketidakseimbangan ekosistem. Solusi berbasis data, teknologi, dan pengelolaan lahan lebih terukur daripada sekadar menggantungkan pada satwa.
Presiden Prabowo Subianto berjanji akan memberikan 1.000 ekor burung hantu untuk membantu petani mengusir hama tikus.
/ #Prabowo
https://t.co/G1P5KZbqTn
Kelen masih komen di setiap cuitan @Fahrihamzah dgn alasan mengingatkannya?
Percuma, perjuangannya soal rangkat jabatan dia abaikan, Apalagi hanya sekedar komen2 kalian.
Dia telah menjadi pengkhianat bagi dirinya sendiri. maka dia akan tega juga mengkhianati rakyat.