Indonesia’s current situation:
- Karhutla Kalimantan, Riau, Jambi, Bromo, Boyolali, Klaten, area Kawah Ijen, Papua Barat, Sulawesi, Sumatera, NTB, Jawa, Bali, Maluku
- Dampak asap lintas negara (Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina)
- Siaga III Gunung Anak krakatau
- Siaga III Gunung Sinabung
- Siaga III Gunung Semeru
- Siaga III Gunung Lewotobi, Lewotolok, NTT
- Erupsi Gunung Ibu, Maluku
- Keracunan MBG
PRAY FOR INDONESIA AND STAY SAFE EVERYONE
Makanya Anies bilang kalau kalah Allah selamatkan dia. Bayangin dosa yang bakal dia tanggung jadi pemimpin buat hampir 300 juta orang. Eh si monokotil udahlah nyoba 3 kali, pas dikasih amanah malah zalim. Jahanam nungguin.
Warga terus yg galang dana & usaha sendiri.
Dari kmrn berita warga patungan bangun jembatan, jalan, sekolah. Lapor kasus aja org gak ke yg berwenang lagi tp: "twitter do ur magic" supaya viral. Lapangan kerja susah, disuruh buat usaha sendiri.
Bayar pajak buat apa kalo gt??
“dear diary
tentunya kedatangan kami ke rusia bukan semata-mata karena permintaanku, ada agenda bersama presiden putin di sini. yeah walaupun 80% nya karena aku merengek ke mas wowo soal ketakutanku kena dampak karhutla, tetapi mas wowo dengan cerdiknya mengatur agenda sedemikian rupa agar kami bisa mengecoh rakyat-rakyat itu. aku pun akan ikut rapat sebagai ajudan yang setia, supaya wibawa lelakiku tetap terjaga.
tetapi kalau boleh jujur, aku lebih suka jalan berdua saja dengan mas wowo. menikmati atmosfer kota moskow, mencoba makanan yang belum pernah kita makan.
ruangan ini sangat menyesakkan. selain karena aku memang tidak suka, kurasa presiden putin ini sangat menyeramkan. beliau hampir tidak pernah tersenyum dan selalu serius. jadi aku sangat bosan, aku memainkan pulpenku selama presiden putin memberikan pidato.
tetapi tiba-tiba tatapan orang nomor satu di rusia itu jatuh tepat ke arahku bersamaan dengan terhentinya pidato beliau. aku tertegun. apakah aku berbuat salah? apakah aku telah menyinggung perasaannya?
aku menoleh ke arah mas wowo yang duduk agak jauh dariku. “mas?” panggilku tanpa suara. dia tau aku cemas. dia tau aku ketakutan.
mas wowo menggeleng pelan. samar-samar aku bisa mendengarkan suaranya, “jangan takut, sayang. aku di sini.”
aku mengangguk, tersenyum singkat. benar, ada mas wowo di sini. selama ada dia, ribuan musuh pun akan ku hadapi.”
–buna’s diary, 3 september 2026