Sebenarnya menormalisasi keram haid ini salah gak sih? Meskipun sakitnya sampai bikin nangis banget tapi menurutku ini normal, dan gak tiap haid juga ngerasain ini.
Dan makin ke sini, cutting-an french khimar (dan khimar-khimar lain terkini) makin mini alias benar-benar mengekspos bagian bahu, kayak apa ya, "syari" bukan jadi prioritas, ini lebih ke fesyen... Sebenarnya resah betul lihatnya...
Dulu awal-awal french khimar hype, aku selalu bertekad untuk gak akan beli karena "gak syari". Aku tetap dengan khimar basic gombrongku itu. Sampai akhirnya goyah juga, nyobain french khimar, dan yap, enak banget, gak gombrong, adem, dan mudah untuk gerak gimanapun.
Ingat bgt reaksi pertama mamak, โKok pendek nian? Jelek.โ </3 Begitulah dulu tiap aku pakai khimar yg gak full nutupin lengan. Padahal aslinya gak sependek itu...
Sekarang aku sudah punya beberapa french khimar, kayaknya mamak sudah terbiasa dan merasa gak perlu bereaksi lagi.
Di luar itu memang aku juga bentar-bentar minum, dan gak bisa sedikit-sedikit. Lain kali coba aku hitung ah sehari habis berapa liter air. Tapi kalau gitu malah kesannya gak natural ya nanti.
Biasanya cuma lihat di sosmed aja ustaz yang merokok, kali ini lihat secara live. Demi Allah asing banget lihat orang yang dipanggil ustaz itu wara-wiri ngebulin asap rokok...
@peetyii Oalah wkwk, soalnya itu pakai keyword burgundy, jadi kirain yang muncul juga burgundy. Alhamdulillah aman yup, jilbabku memang burgundy, kayak perkawinan merah dan ungu gelap gitu kan ya?