Aneh banget normalisasi ngeromantisir pejabat yang korup pake dalih “gak adil”. They all f*k u everyday, and you all pity them like nothing ever happened -_-
THE SPECTACULAR STADIUM SHOW WHERE THE BATS ASCEND...
Avenged Sevenfold — Live in Indonesia
🗓 October 10, 2026
🎟 Tickets on sale:
📅 April 6, 2026 "Deathbat Pre-Sale"
⏰ 1:00 PM (WIB)
📅 April 8, 2026 "General Sale"
⏰ 1:00 PM (WIB)
🌐 https://t.co/aBZSSbaAgx
Navigasi di situs kami sangat mudah.
Tinggal klik di menu tahun pencarian.
Atau ketik: nama band / kota / venue / nama acara / tahun, yang ingin dicari.
Ya, pengarsipan itu juga berarti data arsip mudah untuk diakses oleh semua pihak.
https://t.co/bZZjIMKYDX
Post It: Who Played as a Public State
Research from Indonesian propaganda posters, represent them in popular visuals. We examine how we interpret who plays a role, who can stand on stage, and who can speak.
Available at Press Print Party, November, 7-9 2025
#blackboxseries
1. current rock music doesnt rock enough
2. hindia,feast,darasuara,melbi, they all sound the same to me
3. indo hiphop is eggciting af, wish thr r more women&queers(incl in the crowd)
4. iwan fals' lyrics r sexist af
5. aksara recs did more harm than good to indo muzik trendz
“Betapa luar biasa bahwa sejarah dapat tampil lembut ketika seorang mantan pemegang komando menyapa publik melalui sapuan kuas. Kita menyambutnya dengan hangat karena seni membuka ruang bagi pertemuan yang penuh rasa hormat.”
- Sulaiman Hakim
Dalam Gabredkeun edisi ke-15
Politics of care menuntut kerendahan hati untuk melihat bahwa gerakan tidak datang dari tokoh, tapi dari tangan yang bekerjasama.
Bahwa di tengah reruntuhan, kita masih memilih untuk merawat satu sama lain.
Gabredkeun edisi ke-14, sudah terbit.
Bangunan Bisa Direnovasi, Tapi Luka Tak Bisa Disemen: Kanjuruhan, Ponpes Sidoarjo, dan Rumoh Geudong Adalah Bukti Bahwa Sabar Dipakai untuk Menghapus Jejak.
Sabar selalu dibutuhkan, tapi tidak untuk menutup mulut korban. Tragedi kematian massal yang terus terjadi.
Gabredkeun 13
Judul edisi hari ini sangat panjang, dan memang harus panjang. Jika kita membiarkan semuanya menguap, jika tak ada satu pun yang berubah, maka korban sebenarnya bukan hanya 135 orang itu. Kita semua adalah korban berikutnya.
Edisi ke-12, setelah 3 tahun tragedi Kanjuruhan.
"Saya enggak kuat dipukulin. Saya enggak kuat disetrum. Pingsan. Saat sadar, saya digebukin dan disetrum lagi. Saya syok lihat beberapa orang telanjang bulat, digebukin, lalu dibawa ke toilet, digebukin lagi, disetrum lagi. Maka saya mengiyakan pertanyaan polisi yang ditanyain ke saya. Daripada disetrum dan digebukin terus, saya mengiyakan," ungkap Very Kurnia.