the real jangan sampai diri sendiri burnout, karna sakit bgt tiba-tiba ngerasa sedih, ngerasa kosong, ngerasa cape mentally and physically, dan nangis tanpa sebab. give yourself a break. kalau ngomongin tentang sabar ini i think no need because kalau ga ada kesabaran tuh ga mungkin kita bisa survive sampai ditahap ini. just take your time tapi nanti bangkit lagi kek semula. Allah always with you dear, may Allah ease everything.
kalau kamu tumbuh di rumah yang setiap habis berantem cuma diakhiri dengan silent treatment lalu ga lama kamu harus langsung switch ke “nothing happened” mode, pura-pura semua baik-baik aja tanpa closure, tanpa maaf, tanpa ngobrolin, perasaan sama sekali, maka itu bukan cuma “kebiasaan keluarga”. itu adalah pelajaran paling awal yang kamu dapat soal perasaan, bahwa emosi itu mengganggu, berbahaya, dan lebih baik dipendam sendiri daripada diungkapin, dari kecil kamu diajarkan bahwa vulnerability = risiko, jadi otak kamu sekarang otomatis memilih emotional shutdown setiap kali mau open up, makanya susah banget buat bilang “aku sedih”, “aku marah”, atau bahkan “aku butuh kamu”, bukan karena kamu ga punya perasaan, tapi karena inner child kamu masih takut kalau mengungkapkan apa yang ada di hati, rumah akan hening lagi dan kamu harus sendirian dengan luka itu, ini warisan yang ga kamu pilih, tapi sekarang kamu bisa ubah.
dari kecil aku gak terbiasa dipeluk, gak terbiasa cerita, gak terbiasa berekspektasi, gak terbiasa mengeluarkan pendapat.
jadi sekarang kalo ada orang yang meluk aku pas lagi sedih, dengerin aku pas lagi cerita tanpa dipotong, dibiarin aku berekspresi apa yang aku rasakan, dipersilahkan mengeluarkan pendapat, jujur i will gift everything i have bcs im happy so big happy
Penderita anxiety disorder itu kalau bahagia, bisa bahagia banget. Hal-hal kecil saja bisa membuat mereka tersenyum sepanjang hari. Tapi ketika sedih, cemas, atau pikirannya mulai berisik, rasanya juga bisa sangat dalam, seolah dunia sedang runtuh di atas pundaknya.
Sayangnya, banyak orang tidak melihat apa yang terjadi di dalam kepalanya. Yang terlihat hanya seseorang yang terlalu sensitif, terlalu banyak berpikir, terlalu berlebihan, atau bahkan dianggap drama.
The bitter truth is, ternyata perempuan cuma dilihat dari kemarahannya, tapi saat menerima segalanya, toleransinya, maafnya, maklumnya, dan mengertinya enggak terlihat sama sekali.
Dan kebanyakan cuma fokus pada reaksinya, karena di mata sebagian laki-laki, perempuan hanya manusia egois, berisik, dan suka membesar-besarkan masalah. 🥹
cutting people off itu nggak selalu berarti benci. kita masih bisa say hi, masih bisa komunikasi, just not like before. energinya udah beda. aku masih baik, cuma nggak se-open dulu. we’re fine, but it’s different now. nggak pernah benci siapa-siapa, tapi once I lose respect, I leave quietly.
pernah baca satu narasi dari Jalaluddin Rumi:
“Tanda Allah jatuh cinta padamu ialah ketika cemburu-Nya ditampakkan dengan membuatmu patah hati pada dunia.”
Lalu aku berpikir, “Apa tandanya seseorang benar-benar tenang dalam takdir Tuhan?”
Jawaban yang aku temukan:
Ia tidak terlalu gembira saat diberi, dan tidak hancur saat diuji. Karena ia tau.. dalam setiap keadaan, Tuhan sedang menuntunnya menuju kebaikan.✨🤍
dua bulan terakhir, rambut rontok parah sampe tinggal setengah volume yg lalu.
tiba² juga dari awal mei jerawatan parah.
yg terakhir eczema flare up dimana². kayak udah puncaknya tuh..
olahraga, makan dijaga, tidur udah mulai cukup walaupun masih dibantu suplemen. tapi satu yg bikin eczema masih kambuh : stress.
karna ya emang stress itu major trigger di aku.
capek?
iya.. boleh gasih nangis karna udah pening tapi masih harus nahan sakit dan gatel dimana²?