Hello @UNICEF, Indonesian government is forcing elementary school students to join 'rallies', carried signs, and chanting slogans in support of the free meal program that has been widely opposed by the public due to its corruption and state budget hoarding. ⚠️
Guys, ini keren banget.
Akhirnya kita bisa menyaksikan langsung di medsos, kemarahan rakyat kecil terhadap MBG.
Selama ini kita hanya mengetahuinya dari intelektual dan kelas menengah..
Jarang sekali rakyat kecil bersuara terang-lantang di depan media. Mana pakai bahasa aktivis pergerakan lagi. Menentang keras MBG dan bahkan menghujat SPPG.
Ini mematahkan argumen bahwa rakyat kecil sepenuhnya diuntungkan oleh MBG.
Sebagaimana yang disebut-sebut oleh buzzer.
Yang dukung palingan pekerja SPPG doang.
Baru beres nonton video ini di yt.
Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran.
Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati :
• Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus.
Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja)
• Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial.
• Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu.
• Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga.
• Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar.
• Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali.
Source : https://t.co/YnzpIZpO3L
Emasnya dikeruk, rakyat cuma dapat debu!"
Beginilah jeritan pilu warga Banyuwangi yang harus bertahan hidup di bawah bayang-bayang lingkar tambang emas Tumpang Pitu
BAD NEWS FROM INDONESIA
Pantai Kartika, Konawe, Sultra
Pernah menjadi salah satu destinasi yang dikenal karena air lautnya yang jernih, laguna yang tenang, serta panorama tebing karst yang memukau
Namun kini semuanya berubah drastis. Perbukitan tak hijau lagi, bentang alami berubah, air laut juga tak jernih lagi akibat aktivitas pertambangan. Tak terlihat sedikitpun kalo pantai ini dulunya sangat indah
Pohon sebesar itu udh bisa jadi habitat puluhan spesies. Selain, kuskus, bisa ada burung, serangga, anggrek, pakis, reptil kecil, liana, lumut, dll. Blm lagi ada yg endangered statusnya.
Ini aja baru 1 pohon! Misalnya 2,5 juta ha hutan yg dibabat gimana?? Tau deh, pikir sendiri
Guys ini pemerintah udah gak ngasih perhatian ke aceh, ya? 🥲 ini ada beberapa daerah yang kemaren belum terpulihkan, tapi ini udah banjir lagi. Banyak rumah tenggelam, ini gimana?
Masa tiap hujan harus luntang-lantung.
Kita lg menyaksikan sejarah (proyek korup sistematis paling besar di sejarah Indonesia)
Ak ingat dulu pas korupsi e-ktp yg 2 triliun. It truly feels VERY big and massive. Tapi sekarang? 1,5 hari MBG 😂
I think what I hate the most about being gen z is how I not only saw the transition of this
But only got to experience the world before minimalism for a brief few years before I could really maintain stronger memories