Ikut urun rembug soal IGRS boleh yaโฆ Dulu pernah terlibat langsung dalam rapat-rapat inisiasi awal bersama Menkominfo saat kami bertugas di Kemdikbud.
Ada dua pendekatan melindungi anak di konten digital. Pertama, membuat lingkungan โsterilโ lewat sensor dan pemblokiran. Kedua, membangun โimunitasโ pada anak serta keluarga. Pendekatan kekebalan jauh lebih berdampak dan berkelanjutan.
Rating game seharusnya menjadi alat bantu bagi orangtua untuk membangun kekebalan anak dgn melatihnya jadi mandiri dan cakap melindungi diri sendiri, bukan jadi instrumen sensor bagi pemerintah.
Oleh karena itu, pemerintah sebaiknya bekerja sama erat dengan komunitas game. Lebih baik lagi, biarkan komunitas itu sendiri yang menjalankan sepenuhnya dengan difasilitasi pemerintah. Tak perlu berpretensi serba tahu apa yang terbaik bagi setiap segmen masyarakat. Punya wewenang tidak otomatis punya pengetahuan.
IGRS selayaknya jadi alat pemberdayaan, bukan pembatasan. ๐
โโ
Sosialisasi ESRB di 2016, saat belum ada IGRS: https://t.co/KE3lc9tkB0
Okay this is very fucking big problem
"In the near future, STEAM WILL NO LONGER BE ABLE TO DISPLAY GAMES TO CUSTOMERS IN INDONESIA IF THE GAME IS MISSING VALID AGE RATING"
Source:
https://t.co/3fLF5df235
Hikaru saying what everyone thinks about Kramnik:
"I'll say it before and I'll say it again, Kramnik can go f*** himself. He can go f*** himself and can go rot in hell."
@The_Black_Lash@kalomaze "skill issue" - and Linux supporters wonder why theyre seen as elitist asshats...
You realize that software/drivers are not a "skill" someone should need for their computer to operate well, right?