Umur 35. CV isinya: "Staff Admin Outsource PT X 12 tahun". Kena PHK. Lamar kerja. Ditolak HR: "Maaf, kami cari yang fresh, max 30." Lamar lagi. Ditolak User: "Pengalamannya muter di admin doang ya." Temen gue ngerasain. 6 bulan. Tabungan abis.
Dia bilang: "PHK umur 35 rasanya kayak hukuman mati. Gak ada yang mau." Bohong. Yang mati itu cara lo jualan diri. Bukan lo.
Fakta Brutal Pasar Kerja 35+: 70% loker tulis "Max 30 Tahun". HR males baca CV 35+. Label "Outsource" = Dianggap "kuli", gak punya skill spesialis. Gap Gaji: Umur 35 nuntut 10jt. Fresh grad mau 5jt. HR pilih yang murah. Jadi nyerah? Enggak. Karena 30% perusahaan justru nyari yang 35+. Syaratnya: Lo tau mainnya.
3 Dosa Pencari Kerja 35+ yang Bikin di-PHK Selamanya: DOSA #1: JUAL "PENGALAMAN" CV lo: "Pengalaman Admin 12 tahun". HR mikir: "12 tahun ngapain aja? Kok masih admin? Berarti gak berkembang." Pengalaman โ Nilai. Hasil = Nilai.
DOSA #2: LAMAR POSISI SAMA 12 tahun admin, lamar admin lagi. Saingan lo umur 22. Gaji minta 2x lipat. Kalah.
DOSA #3: JAWAB INTERVIEW KORBAN HR: "Kenapa resign?" Lo: "Di-PHK pak, sedih." HR: Ilfeel. Butuh orang kuat, bukan korban.
URUS #1: STOP JUAL "ADMIN". JUAL "SPESIALIS"
12 tahun admin outsource = lo jago di 1 hal. Bongkar. Contoh: Admin Gudang Outsource Jangan tulis: "Admin Gudang".
Tulis: "Spesialis Akurasi Stok & Inflow-Outflow Gudang." Bukti: "12 tahun nol selisih stok opname. Manage 5000 SKU/hari pake WMS SAP. Pangkas waktu input 40% pake macro Excel." Tiba-tiba lo bukan "Admin". Lo "Spesialis Sistem". Gaji Spesialis = 12jt. Gaji Admin = 5jt. Kerjaannya sama. Bungkusnya beda
JURUS #2: JANGAN LAWAN UMUR 22. CARI KOLAM LO
Lo gak akan menang lamar "Staff" lawan fresh grad. Menang kalo lamar "SPV / Koordinator / PIC". Kenapa? Perusahaan pusing ngurus anak 22 tahun. Butuh "babysitter" umur 35 yang ngerti lapangan.
Cara Pivot: Dari "Staff Admin Outsource" โ "Team Leader Admin Proyek" Dari "CS Outsource" โ "Quality Control Customer Service" Dari "Driver Outsource" โ "Koordinator Armada & Efisiensi Rute"
JURUS #3: BUKTIIN. JANGAN CERITA
HR gak percaya omongan "12 tahun pengalaman". HR percaya 1 lembar kertas "Hasil Kerja". Gak punya porto? Bikin dari kerjaan lama.
Contoh Admin Outsource: Bikin 1 halaman PDF: "Dashboard Efisiensi Saya" Isi: Screenshot Excel "Sebelum: Input manual 3 jam. Sesudah: Pake rumus saya, 40 menit. Hemat 2 jam/hari x 22 hari = 44 jam/bulan."
Print. Bawa interview. Taruh meja. HR diem. Lo yang ngatur. Karena 99% pelamar lain cuma modal bacot
Temen gue, Budi, 37th. 12 tahun Admin Outsource Bank. PHK. Dulu: Lamar admin. Gaji minta 8jt. 6 bulan zonk. Ganti Strategi: Rebranding CV: "Spesialis Rekonsiliasi Data Transaksi & Anti Fraud Level 1". Porto: Bikin PDF "Cara Saya Nemuin Selisih 200jt dari Data 2jt baris". Pivot: Lamar "SPV Admin E-Channel" di Fintech. Interview: "Saya di-PHK? Betul. Karena sistem udah jalan. Saya mau bangun sistem baru di tempat bapak.
Lamar ke:
PMA Jepang/Korea. Mereka suka senioritas + loyal. Umur 35 = emas. Manufaktur/Pabrik. Butuh "Kepala Regu" yang galak & ngerti lapangan. BUMN Anak Perusahaan. Suka yang pengalaman "beres-beres". Perusahaan yang lagi scaling. Butuh orang yang pernah ngerasain "chaos" & bisa bikin SOP. Lo bukan tua. Lo "Senior". Ada tempatnya.
Lo masih pake cara lama? Rugi: Nganggur 6 bulan. UMR Jakarta 5jt x 6 = 30jt ilang. Mental hancur. Istri/ortu nanya mulu. Stress. Skill karatan. Umur nambah. Makin susah. Rebranding CV + bikin porto = 1 minggu. 1 minggu vs 30jt + harga diri. Masih mau pasrah?
cc : hr_error_101
Dulu sekitar tahun 2019 aku pernah kerja di salah satu perusahaan e-commerce sebagai karyawan outsourcing. Meski kerja bareng setiap hari, ternyata masih ada perlakuan yang bikin minder. Pernah ada karyawan tetap yang bilang ke temannya, "Jangan terlalu akrab sama karyawan kontrak, nanti mereka jadi ngelunjak."
Kalimatnya mungkin terdengar sepele, tapi cukup bikin sadar kalau masih ada orang yang memandang status kerja lebih penting daripada kualitas manusianya. Ditambah lagi, beberapa fasilitas memang dibedakan antara karyawan tetap dan outsourcing.
Padahal budaya perusahaan secara keseluruhan sebenarnya cukup baik. Sayangnya, di mana pun kita bekerja pasti selalu ada segelintir orang yang merasa lebih tinggi hanya karena status atau jabatannya.
Dari pengalaman itu aku belajar kalau hidup itu berputar. Hari ini mungkin seseorang masih di posisi atas, besok belum tentu. Begitu juga sebaliknya. Jadi nggak ada gunanya merendahkan orang lain hanya karena status pekerjaannya. Kalau memang nggak bisa memberi perlakuan yang baik, setidaknya jangan sampai ucapan atau sikap kita melukai orang lain.
๐&๐appreciated + RT GIVEAWAY EVENT
Hi semua!! Sekarang Pride IV Liquid Bag bisa dibeli tanpa harus melalui PO di toko oren.
Bisa dibeli di disini yah! โฌ๏ธ
๐https://t.co/Lj4lIOUFqW
Dan dalam merayakan akhir bulan bangga, aku akan mengadakan event kecil di reply.
halo PELAKU PEMERKOS rakesh alias cindy @rourpunch dtggu klarifikasi nya 1x24jam ya, jika tidak ada aku siap buat ngeup smuanya. sekeluarga lo udh tau dan ttp milih buat sembunyiin lo tanpa ngerasa bersalah ditunggu ya bngst, silahkan siapin dialog lo buat defend diri lo nantiโค๏ธ
Hi Monarchs, Queens and Kings!
Setelah sekian lama dan banyaknya permintaan akhirnya mereka hadir, Pride Love Pins buka untuk pre-order s.d 30 Juni ini lho!! Link pre order di ๐