tolot at its finest and sambat is the only way to stay sane.
ngedumel mulu emang ngubah keadaan? ngga tapi release emosi, kalo kamu emang udah berkontribusi apa? 😃
ga abis pikir bisa-bisanya anies sama ganjar kalah dari wowok ajg. padahal kalo anies dirasa kurang ada ganjar, kalo ganjar dirasa kurang ada anies. kok malah milih yang isinya kurang semua ajg. ga masuk di otak
Jangankan dari proker dan rekam jejak.
Dari proses pencalonan aja udah keliatan mana yang bener, mana yang plenger.
Walau nikung AHY di akhir, Cak Imin nggak ngelanggar hukum apa-apa pas jadi pasangan Anies.
Walau ditunjuk sama Megawati, Prof Mahfud juga sah-sah aja jadi pasangannya Ganjar.
Sementara yang satu lagi harus ngakalin dan ngutak-atik konstitusi dulu lewat jalur Paman dan nepotisme, baru bisa maju pilpres.
sedih sampe di point, kemarin mikirinnya tentang keberlanjutan hidup aja. sekarang? jadi mikir tentang politik shit ini juga, fix karena si tolol.
selain kerja, jual barang juga susaaaaaaaahhh, literally kosong sebulan inii padahal sebelum pidato dan 17k tuh masih ada ajaaa 🤷🏻♀️
Guys, kenapa IHSG anjlok ini harus jadi warning buat semua orang, even buat kita yang gak "main" saham atau gak investasi dalam bentuk saham?
Karena efek jauhnya memang bisa ekstrem: Freeze hiring, penundaan promosi, pemotongan gaji, dll.
Aku jelasin di thread sederhana ini👇
dampak pilih persiden anti kritik, ketika ada isu, disepelein bukannya dikaji. that's why don't choose military person, their environment is so sick with seniority
"Kalo tau bakal begini ga bakal gw dukung"
Ngga, lo bukan gatau, tapi bodoh aja. Dari program kerja, riwayat hidup, sampe debat pun lo harusnya udah bisa nilai.
Berhentilah mengatakan "MOHON IZIN" apalagi di tambah embel2 "SIAP SALAH". Jangan meniru bahasa militer.
Ketika anak2 didik saya mengatakan demikian meskipun sekedar becanda, saya menegaskan "KAMU TIDAK SALAH" apalagi ketika konsultasi.
Saya prefer mengajarkan mahasiswa2 saya diganti dengan kata "BAIKLAH/BAIK'
Ngomong-ngomong, mohon izin, sudah pada ngopi belum? :)
"8+2 = 11"
"Sawit itu kan juga pohon, kan? Ada daunnya, kan?"
"Orang-orang pintar di Jakarta tidak peduli dengan nasib nelayan."
"Orang desa tidak ada yang pakai dolar kok."
Empat kalimat bodoh, dan yang melempar keempat kalimat bodoh ini adalah orang yang memimpinmu saat ini.
Ada berapa hal yang bisa kita garisbawahi dari postingan mereka
1. Ada kata thin-skinned, alias berkulit tipis.
Kalau yg gw tahu, itu maksudnya mudah tersinggung.
Ya, The Economist bilang Presiden mudah tersinggung alias temperamental.
2. Lalu, The Economist bilang Prabowo harus siap sama unpalatable truths alias kebenaran yang menyakitkan.
Implikasinya, majalah ini menduga kalau Prabowo sering disuapin info manis dan nggak siap dengan info jelek.
3. Judul berita yang menyebut risky path, eroding finance and democracy.
The economist ingin pembaca mengetahui bahwa Indonesia berada di posisi yang rawan atas ulah presidennya sendiri.
Seperti apa ulah itu?
Pengkondisian oposisi, kebijakan MBG dan Kopdes dsb.
Kalau kelen sadari, hanya media asing yang berani nulis postingan kek gini. Media lokal mana sanggup. Bisa diganggu-ganggu mereka ntar.
Source gambar : VOI
mana 19 juta lapangan kerja, gjls.
ppl be lyk, sabar mau gimana lagi. lah sabar mah selalu, pilihan lu noh tolol.
until the chaos happens again, gue jg cuma bs pasrah but I'll remember all those shits from ppl who underestimate my concerns the whole time, eat shit, rot in hell.
Berarti bener, presiden kita sengaja dipaparin informasi yg asal bapak senang aja sama sirkelnya. Akhirnya dia tinggal di echo chamber-nya sendiri yg jadinya buta dan gak tau realita di masyarakat kayak gimana.
Dia taunya Indonesia baik-baik aja, kenaikan dollar gak berpengaruh apa-apa, harga kebutuhan pokok dianggap masih aman, lapangan kerja tersedia, dan kritik masyarakat dianggap sekadar noise media sosial.
Prabowo Said : “Petani di Jawa Timur tangannya keras bahkan emak2nya pun tangannya keras, saya terpaksa salaman (krn mrk mengulurkan tangan) tp setelah itu harus pakai minyak khusus tp itulah resiko”.
Iya deh yg tangannya lembut bagai sutra, tp knp salaman dg rakyat jelata yg memilih anda menjadi sebuah resiko ya pak? seolah merasa jijik krn terpaksa harus bersalaman dg tangan2 kasar mrk.
Pdhl tangan mrk bisa sekeras itu ya krn kehidupan mrk keras pak, tidk seperti anda yg lahir dg sendok emas.
Sebagai orang yg punya keluarga petani di Jawa Timur kok sedih ya denger pidatonya
cc:threadnoyrenna