Read news only account,
tooth fairy by night, dentist by day, Witty, visual-interpersonal intelligence, resourcefully, bibliophile,
tempo2 buat sambat juga
dino patti djalal cerita dulu waktu kerja di istana :
- ada teknologi di satu ruangan khusus
- alat itu bisa mantau kebakaran hutan di mana pun di indonesia
- akurasinya sampai nunjukin titik pohon yang kebakar, akurasi sekitar 1 meter
- alat itu juga bisa cross check sama wilayah operasional perusahaan
- waktu itu wilayah operasi perusahaan sawit udah dipetain detail
- jadi pemerintah bisa langsung tau titik apinya ada di lahan perusahaan mana
- info itu bisa jadi dasar buat nentuin siapa yang harus tanggung jawab
- dia berharap teknologi itu masih ada di istana
- dan bisa dipakai lagi secara maksimal
- dia minta presiden bareng kementerian dan lembaga terkait manfaatin alat itu buat nangani karhutla
FAKTA ILMIAH: TSUNAMI ACEH 2004 DIPICU GEMPA TEKTONIK, BUKAN LEDAKAN NUKLIR ATAU REKAYASA MANUSIA
Dr. DARYONO, Anggota IABI
Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 dipicu oleh gempa bumi tektonik raksasa di zona megathrust Sumatra–Andaman. Tidak ada bukti ilmiah yg menunjukkan bahwa gempa tersebut merupakan akibat ledakan nuklir, uji coba senjata, atau rekayasa teknologi manusia. Justru, berbagai bukti dari seismologi, geologi, geodesi, dan tsunami menunjukkan satu rangkaian proses yg konsisten dengan rekahan batuan alami pada batas lempeng tektonik.
BUKTI PERTAMA adalah lokasi dan kedalaman sumber gempa. Gempa utama tjd di bawah Samudra Hindia pada kedalaman puluhan kilometer, di kawasan zona subduksi Aceh-Andaman. Di lokasi tersebut, Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah sistem Lempeng Sunda. Gempa terjadi ketika tegangan yang terakumulasi pada bidang megathrust dilepaskan secara tiba-tiba. Jadi, sumber energinya berada pada proses deformasi dan patahan batuan di dalam bumi, bukan bahan peledak yang ditempatkan manusia di dasar laut.
Perlu diluruskan bhw kedalaman sumber saja bukan satu-satunya bukti utk membantah ledakan. Yang jauh lebih kuat adalah keseluruhan karakteristik sumber gempa. Gempa 2004 menunjukkan mekanisme sesar naik yang sesuai dengan gerakan pada bidang subduksi. Geometri sumbernya juga mengikuti zona megathrust Sumatra–Andaman. Karakteristik seperti ini sangat berbeda dari sumber ledakan yang pada dasarnya merupakan pelepasan energi dari suatu titik sumber buatan.
BUKTI KEDUA adalah panjang dan pola rekahan batuan. Gempa 2004 bukan peristiwa yg terjadi pada satu titik ledakan secara instan. Rekahan gempa menjalar sepanjang sekitar 1.200–1.300 km mengikuti arah zona subduksi dari sekitar Sumatra bagian utara menuju Kep. Andaman. Proses pelepasan energi berlangsung selama bbrp menit. Pola rekahan batuan yg sangat panjang dan terarah ini merupakan karakteristik khas gempa megathrust raksasa.
BUKTI KETIGA berasal dari rekaman gelombang seismik. Jaringan seismograf di berbagai belahan dunia merekam gelombang P, gelombang S, dan gelombang permukaan dari gempa Aceh 2004. Analisis mekanisme sumber menunjukkan karakter patahan naik (thrust) dengan mekanisme double-couple, bukan karakter sumber ledakan yg secara umum didominasi komponen isotropik atau kompresi. Dengan kata lain, rekaman seismik gempa 2004 memberikan "sidik jari" yang sangat kuat mengenai jenis sumber gempa tektonik tersebut.
BUKTI KEEMPAT adalah deformasi/perubahan kerak dan dasar laut. Rekahan batuan zona megathrust menyebabkan sebagian dasar laut terangkat dan sebagian lainnya mengalami penurunan. Perubahan vertikal dasar laut dlm wilayah yg sangat luas inilah yg secara tiba-tiba memindahkan massa air laut dalam jumlah sangat besar dan menghasilkan tsunami. Pengangkatan juga teramati pada sejumlah wilayah pesisir dan terumbu karang, sementara subsidence terjadi di wilayah lainnya. Pola deformasi tersebut sesuai dengan model pergeseran bidang megathrust.
BUKTI KELIMA adalah tsunami itu sendiri. Tsunami Aceh 2004 bukan sekadar gelombang yg muncul setelah sebuah sumber energi berada di laut. Pola tsunami yg tercatat di berbagai wilayah Samudra Hindia dapat dimodelkan dgn menggunakan sumber gempa megathrust dan deformasi dasar laut akibat petahan dasar laut tersebut. Dengan demikian, mekanisme gempa, deformasi dasar laut, perpindahan massa air, tsunami membentuk satu rangkaian sebab-akibat yg konsisten.
BUKTI KEENAM adalah adanya aktivitas seismik sebelum gempa utama 2004. Kawasan Sumatra–Andaman memang telah aktif secara seismik sebelum 2004. Sejumlah gempa terjadi pada 2002 dan 2003. Istilah yg lebih tepat adalah aktivitas gempa pendahuluan. Keberadaannya menunjukkan bahwa sistem tektonik tersebut memang peningkatan aktivitas gempa sebelum 2004. Yang lebih penting lagi adalah apa yg terjadi setelah gempa utama. Gempa Aceh 2004 diikuti oleh ribuan gempa susulan (aftershocks). Aktivitas tersebut sangat tinggi pada awalnya, kemudian secara bertahap menurun selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Proses pascagempa juga menghasilkan perubahan tegangan dan deformasi kerak bumi yang dapat berlangsung lama. Jadi, peristiwa 26 Desember 2004 bukanlah satu ledakan tunggal yang selesai dalam hitungan detik, melainkan awal dari suatu rangkaian proses tektonik sebelum dan setelah gempa utama.
BUKTI KE TUJUH CTBTO adalah organisasi internasional yg bertugas memantau dan mendeteksi kemungkinan uji coba atau ledakan nuklir di seluruh dunia yang pusat di Wina, Austria. Faktanya, jaringan CTBTO merekam Gempa Aceh 2004 secara jelas, tetapi tidak mengidentifikasinya sebagai aktivitas atau ledakan nuklir. Data CTBTO justru mencatatnya sebagai gempa besar beserta rangkaian aftershock-nya, konsisten dengan peristiwa tektonik alami.
Di sinilah muncul pertanyaan yg sangat sederhana: jika gempa Aceh 2004 adalah hasil ledakan nuklir atau rekayasa engineering, bagaimana menjelaskan rangkaian ribuan gempa susulan, perubahan tegangan, dan deformasi kerak bumi yang terus berlangsung setelah kejadian utama? Apakah seluruh proses tersebut juga harus "direkayasa" berulang kali “oleh tim asing tersebut” selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun? Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung skenario tersebut.
Bahkan, aktivitas gempa kuat dan Sejarah gempa besar di kawasan tsb jauh lebih tua daripada teknologi nuklir yang ditemukan manusia. Zona megathrust Sumatra–Andaman telah menghasilkan gempa besar dan tsunami jauh sebelum manusia memiliki teknologi untuk membuat senjata nuklir dan engineering. Catatan sejarah dan bukti geologi menunjukkan terjadinya gempa besar di Sumatra pada 1797, 1833, dan 1861, sementara endapan tsunami purba juga menunjukkan bahwa tsunami besar pernah terjadi jauh sebelum tahun 2004. Artinya, Gempa Aceh 2004 merupakan bagian dari siklus aktivitas tektonik yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Karena itu, tdk diperlukan teori ledakan nuklir atau rekayasa manusia untuk menjelaskan Tsunami Aceh 2004. Geometri rekahan dasar laut, mekanisme patahan, rekaman gelombang seismik, distribusi aftershock, deformasi dasar laut, pola tsunami, perubahan tegangan pascagempa, serta sejarah kegempaan Aceh, semuanya saling konsisten dengan mekanisme megathrust tektonik.
Kesimpulannya, Tsunami Aceh 26 Desember 2004 adalah konsekuensi dari gempa megathrust raksasa akibat pergeseran tiba-tiba pada batas lempeng tektonik. Bukti ilmiah yg tersedia tidak menunjukkan adanya ledakan nuklir, uji coba senjata, maupun rekayasa engineering sebagai penyebabnya. Justru, seluruh rangkaian fenomenanya memperlihatkan sidik jari khas proses tektonik alami dalam skala planet.***
Krakatau bukan gunung yang diam. Ia terus berevolusi, tumbuh, runtuh, dan lahir kembali. Selama berabad-abad, ia menjadi bagian dari sejarah lanskap negeri ini, bahkan mengubah arah peradaban Indonesia di masa lalu.
Mulai sekarang, saya akan berbagi beberapa bagian dokumentasi yg pernah kami buat dalam Ekspedisi Cincin Api Kompas tahun 2010-2011, sebagai upaya untuk membangun literasi dan mitigasi kebencanaan. Ada banyak foto, video dan tulisan panjang tentang Krakatau yg kami buat waktu itu.
Video ini dibuat tim Kompas saat itu, sebelum ada AI, jadi mungkin beberapa animasinya masih kasar ya.
Haii.... apakah disini ada yang pernah jalan sama suami orang lain? Tau kok.. salah. Tapi bener2 hal ini berjalan aja gitu dengan sndrinya. Skr mau berhenti, gimana caranya ?
Aku jg tau ini hanya sebagai pelampiasan dia. Aku jg tau ga bisa berharap ke dia. Tapi bener2 dia sllu memberikan aku harapan.
Deket udh hampir 2 bulan,diketahui blkngan klo trnyta dia sedang ada masalah aja sama istrinya. Tapi sepertinya skr dia mulai rindu ke istrinya.
Aku tau kok, aku tidak lebih cantik dari istrinya. Aku jg ga ada apa2nya di banding istrinya.
Makannya aku jg sllu mendoakan dia agar bisa balik lg ke istrinya dan fokus hanya ke istrinya saja.
Tapi skr aku yang merasa sedih.......
cc: memangsianeh
Seumur hidup minimal 1x kamu wajib tau informasi ini.
Apakah sesar aktif di darat penyebab gempa besar ada di dekat kotamu?
Peta Sesar Aktif Khusus di Daratan Jawa dan Madura Adaptasi dari “Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 - PuSGeN”
Ya Allah,
ampuni kelalaian kami.
kami abai menjaga titipan-Mu.
kami menukar rimbun dengan rupiah.
kami mengganti akar dengan aspal.
kami lupa setiap pohon adalah penahan deras air dan murkanya.
Ya Allah
ringankan duka saudara kami di tanah sumatera.
selamatkan yang masih hilang.
sehatkan yang terluka.
kuatkan yang berduka.
cukupkan logistik.
lapangkan jalan para relawan.
tenangkan langit.
pulihkan Bumi yang retak.
Ya Allah
titipkan rasa gentar pada dada para pemimpin kami.
buka mata mereka pada hitungan yang jujur.
Betapa bencana melahap anggaran dan nyawa yang
lebih mahal dari uang receh masuk dari pembantaian hutan.
teguhkan aturan yang melindungi sungai, bukit, dan hutan.
tutup celah perusakan.
jauhkan hati dari suap dan tipu daya.
berikan keberanian untuk berkata cukup.
berikan keteguhan untuk menindak tegas.
Ya Allah
ajari kami kembali menanam.
menguatkan akar di halaman sendiri.
menjaga tepi sungai.
memulihkan lereng.
mendidik anak anak agar mencintai pohon rimbun.
jadikan kebijakan yang lahir esok hari berpihak pada bumi.
jadikan kami rakyat yang jujur,
pemimpin yang amanah,
negeri yang selamat
Ya Allah
izinkan hutan tumbuh kembali
dan hati kami tumbuh bersama rimbunnya
Aamiin.
Pemerintah suka pamer kekayaan alamnya, tapi lupa menjaga isinya. Dibalik pidato "GO GREEN dan NET ZERO EMISSION", ada izin2 tambang yg diteken tanpa ragu.
Mereka sebut ini pembangunan tapi yg sedang dibangun adalah KUBURAN untuk masa depan kita sendiri.
Senin 01 Desember 2025
Telah nyata kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan manusia. (QS 30:41)
Catatan reflektif tentang bencana…
Rangkaian badai, tanah longsor, banjir bandang, gunung meletus, hingga satwa yang kelaparan belakangan ini jangan hanya kita pandang sebagai musibah alam, tetapi wajib dipandang sebagai cermin diri.
Badai, hujan lebat, gunung meletus, adalah peristiwa alam yang telah berlangsung jutaan tahun. Namun, kita memperparah dan mengubahnya menjadi bencana ketika kita memperlakukan alam tanpa etika. Tata ruang dilanggar, hutan ditebang habis, pesisir dicemari, habitat satwa dihancurkan.
Ingat kan di masa kampanye lalu kita pernah sama-sama membahas tentang pentingnya tobat ekologis, yaitu mengakui dosa kolektif kita pada bumi, lalu mengubah cara kita hidup dan cara negara mengelola kuasa?
Kita perlu mengakui bahwa kerusakan ini adalah hasil pilihan kolektif, mulai dari kebijakan yang lemah, mengabaikan analisis risiko, pengawasan yang longgar, serta ketidakpedulian ketika aturan dilanggar demi keuntungan jangka pendek yang hanya dinikmati sebagian orang.
Hari ini kita harus jujur bahwa kita terpaksa hidup berdampingan dengan bencana. Terlalu sulit untuk mencegah semuanya. Iklim sudah berubah, bentang alam sudah banyak dilukai. Namun, kita masih bisa mengurangi risikonya, sembari terus berusaha memperbaiki kerusakan alam.
Caranya, dengan tata kelola yang transparan, penegakan hukum yang tegas, gaya hidup yang lebih ramah bumi, keberanian berkata “tidak” pada proyek yang merusak, serta mendidik dan membiasakan mitigasi bencana secara serius bagi seluruh masyarakat.
Ini mungkin unpopular opinion: bumi tidak peduli pada kita, dan bumi tidak butuh kita peduli padanya. Bumi akan terus berputar, dengan atau tanpa manusia. Yang sedang terancam punah bukanlah planetnya, tapi keberlangsungan hidup kita sendiri. Maka kitalah yang butuh peduli pada bumi.
Tobat ekologis, sebuah pengingat dari Paus Fransiskus, adalah upaya yang harus kita jalankan untuk mengembalikan batas. Batas serakah, batas abai, batas melanggar aturan. Demi bumi yang lebih layak dihuni untuk anak dan cucu kita semua. •••
Innalillahi wainna illaihi rojiuun, pak yayi ada ayat Al Quran yg melarang kita manusia melakukan pengrusakan di muka bumi , surat al Baqarah ayat 11, 205, surat Ar-Rum ayat 41 dan Al -A'raf ayat 56 ... lihat skrg dampaknya, langsung allah tunjukkan.. ga boleh sombong pak yayi