@intinyadeh Warga biasa jungkir balik memenuhi syarat dokumen ini itu untuk ngelamar kerja, bahkan pakai reference check.
Sementara itu ada orang-orang dengan background ngga jelas yg dengan mudahnya dapat jabatan mentereng di perusahaan milik negara.
Bila dibongkar semua latar belakang pendidikan komisaris BUMN, makin ketauan, Negeri ini memang tidak pernah mem-value pendidikan sebagai suatu hal yang penting #Hensa
Lulusan Harvard dan Stanford university nggak laku di negara ini
yang ada jadi bawahan mereka ini
tips sukses di indo:
- cukup jadi penjilat presiden
- jadi tim sukses waktu pilpres
- kalo bisa ada adegan nangis poin +
Berita di TV Taiwan:
- MBG penuh masalah, termasuk keracunan
- Liputan korupsi Dadan CS: memperkaya diri
- Penunjukan vendor tidak jelas, pengadaan gak jelas
- Meskipun begitu Prabowo bersikeras melanjutkan program MBG
@bardanslm Faktanya di real life orang dengan posisi gini bakal lebih banyak dijilat dan disanjung ama masyarakat sekitar, g perduli jalur suksesnya lewat mana
Sekelas koruptor aja keluar dri penjara msih disambut dan disanjung haha
Ini sudah keluar jauh dari esensi dasar koperasi yang asasnya dari, oleh, dan untuk anggota desa. Kalau kendali penuh, pasokan barang, sampai urusan duit dipegang mutlak oleh Agrinas dan Babinsa, sementara pengurus lokal cuma jadi pajangan, ini namanya bukan pemberdayaan ekonomi desa, melainkan korporatisasi top-down berkedok koperasi!!!
@LambeSahamjja Inilah akibatnya negara di urus pemimpin pecatan tentara, semua lini yang seharusnya di pegang sipil malah dikasih ke tentara.
Terus rakyat mau ngolah yang mana?
Rakyat di suruh maju, rakyat mau maju malah di selempang kakinya
Kau ini bagaimana, Wok? Atau rakyat harus bagaimana?
@tempodotco pernah baca animal farm?
napoleon memungut anak-anak anjing, lalu mendidik mereka dengan doktrinnya sendiri
ketika dewasa, anjing-anjing itu bkn lagi sekadar peliharaan, melainkan tameng yang siap melindunginya dari hewan mana pun yang berani memprotes kebijakan-kebijakannya