Math is not mathing. It is easier for me to understand from difference of years between members. So if Jin was 60, then RM would be 58. Cute
One advantage of this arrangement would have been that we would have had more than 85 shows of Run Seokjin ep tour
Then when BTS decide to only answer scripted questions and not share opinions or feelings, y’all say it’s the company restricting them—but when they’re MATURE enough to talk about being sad about something and still moving forward because being a group requires sacrifices from everyone, suddenly y’all lose it.
Jin’s solos are ridiculous, but honestly I feel bad for you—because he’s out here saying that without the group he has no solo ambitions. If BTS disband in a few years, that man is gonna go open three more businesses and you’ll never see him again 😭
sepanjang qrt cuma liat sjnies yang ngebela Seokjin. ternyata army beneran cuma ngequote kata kata Seokjin yang bisa masuk family agenda mereka ya. najiss
Lucu kalau masih ada yang mikir jadwal grup global selevel BTS itu diatur pakai sistem "perasaan" atau cuma lewat chat grup. Sejak awal, semua member termasuk Jin pasti sudah tahu rencana perilisan album grup dan sudah berkomitmen untuk berpartisipasi. Masalahnya, ketika seseorang memiliki jadwal pribadi seperti solo tour, realitanya dia tidak bisa mengerjakan dua pekerjaan raksasa sekaligus secara simultan.
Hanya karena ada orang yang tidak cukup jenius untuk bisa "nyambi" atau mengelola dua tanggung jawab besar secara bersamaan, bukan berarti rencana grup yang sudah matang harus dirusak. Profesionalisme itu soal sinkronisasi, bukan soal menunggu satu orang yang jadwal pribadinya bentrok. Mari kita bedah realitanya pakai logika industri, bukan sekadar drama:
1. Otoritas Perusahaan vs Hak Member: Sejak kapan jadwal operasional perusahaan multinasional jadi hak prerogatif seorang member? RM itu Leader grup, bukan CEO HYBE. Jadwal terbang, kontrak Song Camp, dan timeline rilis itu wewenang divisi perencanaan strategis. Mengatur ribuan staf dan kontrak internasional bukan hak pribadi RM.
2. Sentimen Saham & Investor: Ingat, HYBE itu perusahaan publik (Tbk). Menunda jadwal album tanpa alasan darurat bisa dianggap sebagai kegagalan manajemen dan merusak harga saham. RM tidak punya hak (dan tidak mungkin sebodoh itu) untuk mempertaruhkan nilai perusahaan hanya demi memenuhi narasi emosional fans.
3. Rebutan Stadion vs Piala Dunia: Target mereka itu konser di Amerika Serikat. Sadar tidak kalau AS akan menjadi tuan rumah Piala Dunia? Di sana booking stadion itu antreannya tahunan dan sangat ketat karena renovasi serta persiapan FIFA. Kalau jadwal produksi album di LA mundur, slot venue konser otomatis hilang diambil pihak lain. Mau tanggung jawab kalau tur grup batal total cuma karena jadwal tidak sinkron demi satu orang?
4. Efek Domino Produksi & Nasib Pekerja: Pembuatan album melibatkan ribuan pihak eksternal, dari produser internasional hingga vendor distribusi. Menunda jadwal artinya menghancurkan nasib dan kontrak ribuan orang di balik layar yang sudah menggantungkan jadwal kerja mereka pada timeline ini. Penaltinya luar biasa besar.
5. Kepentingan 6 Member Lain: Kenapa kalian sama sekali tidak memikirkan nasib dan jadwal 6 member lainnya hanya untuk membela 1 orang yang sibuk dengan jadwal pribadinya? Memundurkan jadwal grup demi kepentingan satu individu itu egois dan tidak profesional. Menjalankan jadwal sesuai rencana justru bentuk rasa hormat kepada semua member yang sudah siap bekerja tepat waktu sesuai roadmap karier mereka.
6. Skala Industri vs Skala Lokal: Membandingkan fanmeeting individu (yang skalanya lokal & fleksibel) dengan produksi album grup global adalah logical fallacy yang fatal. Yang satu fleksibel, yang satu lagi menyangkut kontrak ribuan vendor internasional yang tidak bisa di-reschedule seenak jidat.
Berhenti membuat narasi seolah-olah ini masalah "solidaritas". Ini soal manajemen risiko dan cara kerja dunia nyata. Jangan sampai fanatisme membuat logika kalian cacat & tumpul soal bagaimana industri global beroperasi.
Kalau otak kalian tidak sampai ke sana untuk memahami kompleksitas industri global, ya berarti ada yang salah dengan pemikiran kalian. Kalau malas baca dan tidak mau paham realita bisnis, silakan tetap menjadi BODOH dan lanjutlah meratapi nasib.
ini army gamau marah marah kah? ko di tl gue cuma sjnies aja yang marah? perasaan waktu itu akunnya igin ngeretweet yang katanya akun ot6 langsung war wer wor. ini diem diem aja? oh iya kan sj jadi gapapa. fck u