HRD temen gue cerita jujur: "Dari 200 lamaran yang masuk, 190 punya gelar S1." "Yang gue panggil? Yang CV-nya beda." "Portfolio. Project. Pengalaman nyata. Bahkan konten." "Gelar? Gue liat belakangan." Itu bukan pengecualian. Itu udah jadi standar baru.
percayalah, jadi cewe yg bisa "kerja" tuh privillege totalll. otak keasah, ga gabut, bisa manage waktu kerja & istirahat, bisa tetep grow & menghasilkan uang sendiri, bisa berkarya ga ditentukan sama umur.
"jepang gaji gede, apa apa serba mahal, sama aja"
ucap orang yg belum pernah tinggal di jepang.
dia belum tau aja kalo susu 1000Ml yg isinya 100% susu itu cuma 20rb, salmon cuma 10rebu, sushi yg isinya segala ada cuma 40rebu.
tips hidup tenang di indo :
- lulus kuliah umur 21-22
- wajib kerja umur 22-23
- menikah maksimal umur 27 (ini udah keitung tua)
- sebelum nikah harus punya rumah
- setelah menikah wajib punya anak setahun kemudian, minimal punya anak dua
- umur 30 harus punya mobil
lanjut—
WA dari temen kantor lama. Malem. Jam 11.
"Bro, istri gue masuk IGD."
"HAH? KENAPA?"
"Pingsan di kamar mandi. Jam 9 malem."
"Gue pikir stroke. Atau jantung. Atau apa."
"Dokter bilang: kelelahan kronis. Kurang tidur akumulatif. Dehidrasi."
"Gue bingung. Kok bisa? Dia kan di rumah aja."
Dan kalimat terakhir itu, "di rumah aja" , keluar dari temenku yang istrinya BARU PINGSAN.
Bahkan di depan IGD pun, dia masih bilang "di rumah aja."
In this economy, kalau kamu:
1. Miskin
2. Gaji pas-pasan atau cuma UMR
3. Masih jadi generasi sandwich
4. Berutang untuk kebutuhan sehari-hari
5. Nggak punya rumah
6. Nggak punya tabungan
7. Nggak punya jaminan masa tua
Tapi kamu nekat nikah apalagi punya anak, berarti kamu egois dan jahat karena cuma mewariskan kemiskinan, beban hidup, dan utang2 ke anak.
Thank me later.
girls problem setelah makeup:
1. dikaca udah bagus
2. dikamera ga keliatan
3. di liat orang rumah “ngapain si menor banget”
4. di kaca spion wallahualam
Sebagian orang menuduh orang indo males2 san, kerja tidak disiplin, seenaknya. Lah lah lah, justru yang paling keras keja itu ya manusia indonesia. Bangun jam tiga belanja ke pasar, pulang masak sebelum subuh harus sudah matang, selesai subuh orang pada sarapan. Ini manusia-
Pernah bayangin seberapa kaya kamu kalo kerja kerja kamu dihari libur nasional itu dibayar sesuai?
Contoh :
Upah minimum jakarta 2026 : Rp5.729.876
Jumlah hari libur nasional : 17 hari
Upah sejam ( 1:173 x Rp5.729.876 = Rp 33.120 )
lembur kerja 1 hari hari libur nasional :
8 jam kerja x Rp 33.120 x 2 = Rp 529.920
lembur kerja 17 hari hari libur nasional :
Rp 529.920 x 17 = Rp 9.008.640
9 juta dari kerja lembur di hari libur nasional doang :))
perusahaan udah untung berapa juta dari ga bayar lembur pekerjanya?
kalo kalian mau bekerja di hari libur nasional tapi cuma diganti hari liburnya ke hari lain perusahaan udah hemat banyak!!!
yg harus dibayarkan perusahaan kalo sesuai aturan :
10 pekerja x Rp 9.008.640 = Rp 90.086.400 (90 jtan)
tapi karena pekerjanya mau diganti libur biaya yg dikeluarkan perusahaan adalah :
10 pekerja x Rp 9.008.640 : 2 = Rp 45.043.200 (45 jtan) aja.
PEKERJA INDONESIA BAIK BAIK BGT, walau gajinyaga besar suka baik ga nuntut haknya untuk meeringankann perusahaan.
Pembunuh mimpi nomor 1 itu bisa jadi kemiskinan yang struktural.
- bisa jadi, ada anak super genius seperti Einstein di Indonesia Timur yang gabisa lanjut sekolah karena jaraknya yang amat jauh.
- bisa jadi, ada anak yang berbakat musik seperti Bach di Depok tapi karena harus ngehidupin adiknya dan ditinggal ortunya, akhirnya jadi pemulung.
- bisa jadi, ada anak di Sumatera yang sangat suka bola dan jika diterusin bisa kayak Messi, tapi kena gizi buruk dan sakit-sakitan, ga mampu berobat.
Maka dari itu, fasilitas publik seperti kesehatan, pendidikan, transportasi, dsb tuh penting agar kita ga kehilangan bakat2 terpendam begini.