lagi makan malam di kafe gerbong KAI, duduk depan bapak-bapak yang dari awal cerita soal anaknya: satu lulusan doktor dan kerja di luar negeri, satunya kuliah di UGM. gue cuma “oh iya, oh iya” sambil lanjut makan 😭
sampai akhirnya beliau nanya gue. gue jawab singkat: orang surabaya, kuliah di UB, sekarang tinggal di jogja sama ibu dan adik, kerja di pabrik. beliau langsung diem. terus nyaranin gue buat kerja jauh, ke luar negeri, papua, ikut ini itu.
gue cuma jawab, “saya masih punya ibu yang harus saya jaga.”
orang tua saya tinggal satu. beliau diem lagi.
kadang orang lupa, nggak semua anak punya fasilitas yang sama. dan nggak semua kesuksesan harus diukur dari seberapa jauh kita pergi. ada yang sukses karena bisa pergi jauh, ada juga yang memilih tetap dekat karena masih ada orang tua yang harus dijaga. 🤍v
Pledis tidak hanya melihat attitude trainees tapi juga keluarganya. Ada mantan calon member Seventeen yang dikeluarkan karena tingkah laku ayahnya.
Pada 2014, Trainee D yang masih minor (kelahiran 2000) dikeluarkan dari line up debut. Ayah D menggunakan anaknya untuk mengajak fans melakukan pesta minum. Diketahui saat pesta terjadi, Trainee D berada disana saat usianya dibawah umur. Tidak hanya itu, dia membuat group chat bersama fans untuk secara bebas membagikan foto privat member (red-foto setengah telanjang). Hal ini masuk ke kejahatan serius yang menyebabkan dia dikeluarkan dari pledis dan tidak bisa masuk dunia entertainment lagi.
Sejak saat itu namanya di kalangan fans predebut menjadi you-know-who alias tidak boleh disebut namanya.