— 🪵Nous comprendrons le monde tel qu’il est,
que le pouvoir n’est pas toujours visible,
et que la folie naît souvent de systèmes qui feignent la raison.
During the break, Soren spent some time chatting with a few of his friends, before eventually choosing to take a walk near the Black Lake.
As he walked along the edge of the lake, Soren’s gaze was drawn to the surface of the water as it suddenly rippled, as if something was
⠀
Mentari di atas Danau Hitam tak lagi seterik siang, menyisakan pendar sore yang lembut. “Tak terasa hari sudah memasuki sore. Kalian bisa beristirahat sejenak. Semoga sesi siang ini berkesan, ya. Nanti akan dipandu oleh rekan saya selanjutnya. Selamat beristirahat!”
⠀
⠀
“Isi buku itu mungkin terasa sedikit serius,” ungkapnya dengan senyum tipis. “Jika kalian ingin menyampaikan keluh kesah atau butuh bantuan, jangan sungkan untuk menghubungi pihak sekolah. Ingat, help will always be given at Hogwarts to those who ask for it.” (bit ly/FP-AH)
⠀
⠀
“Angkatan Februari 2026 memang pintar. Betul, Merpeople B yang berbohong!” serunya. “Sayang sekali permainan harus berakhir di sini. Kita akan bermain lagi di kesempatan lainnya, ya.” Ia kembali mengayunkan tongkatnya, “Ada hadiah lagi untuk kalian.” (bit ly/AHAB-2112)
⠀
⠀
Ia menepukkan tangan dengan antusias. “Benar! merpeople A yang berbohong. Sekarang, pernyataan selanjutnya. Bisakah kalian menebak kembali siapa di antara mereka yang berbohong? Merpeople A atau B?” ujarnya sembari mengusap dagu, tampak berpikir.
⠀
⠀
“Karena semua sudah membaca aturannya, mari kita mulai! Perhatikan baik-baik pernyataan berikut. Menurut kalian, Merpeople A atau Merpeople B yang berbohong?” tanyanya kepada rekan-rekan penyihir muda.
⠀
⠀
“Permainan ini bernama 'In The Lake'. Akan ada pernyataan, kemudian kalian harus memilih di antara dua Merpeople, Merpeople mana yang salah. Ingat, pilih Merpeople yang berbohong.” tuturnya membagikan perkamen permainan “Bisa dipahami petunjuknya sebelum kita mulai, ya!”
⠀
⠀
Timothy melirik arlojinya sejenak sebelum menatap penyihir muda dengan antusias. “Baik, mari simpan bukunya dulu. Untuk mencairkan suasana siang ini, saya punya permainan seru untuk kalian ikuti! Bagaimana teman-teman, apakah kalian sudah siap untuk bermain gim?”
⠀
⠀
“Kalian bisa membacanya sejenak. Buku tersebut bisa dijadikan pedoman untuk bertahan di Hogwarts. Memang terlihat cukup banyak, ya? Namun, jangan ragu untuk bertanya jika ada bagian yang membuat kalian bingung,” jelasnya memastikan.
⠀
⠀
Tongkat Birch miliknya bergerak di udara, melayangkan buku-buku saku ke setiap meja. “Ada sedikit buah tangan untuk kalian. Sebuah panduan praktis tentang peraturan serta kiat-kiat bertahan hidup di sekolah ini.” (https://t.co/t7MU3MhbGZ)
⠀
@ProfsGaunt ⠀
Timothy bertepuk tangan usai sang Preceptor mengakhiri sambutannya. “Terima kasih banyak atas sambutan yang diberikan, Profesor Gaunt. Semoga apa yang beliau sampaikan bisa kita resapi dan terapkan bersama di sekolah ini,” ucapnya.
⠀
⠀
“Demikian sambutan yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat dipahami dengan baik, ya. Terakhir, selamat datang di Hogwarts! Semoga seluruh perjalanan kisah kasih kalian dapat diberikan kelancaran. Selamat melanjutkan acara!”
( @SAS_The01 )
⠀
⠀
“Mari beranikan diri untuk berbincang dengan seluruh penyihir di sekitar koridor. Semangat mencari relasi baru yang bisa kalian dapatkan.” Benedictus berujar, “Perlu diingat bahwa kalian tidak berjuang sendiri, melainkan sama-sama berjalan maju bersama teman seperjuangan.“
⠀
⠀
“Adaptasi perlu waktu, tapi saya percaya akan tekad untuk mencapai mimpi. Perlu diingat, mulai sekarang, kalian adalah anggota keluarga baru kami di Hogwarts. Jangan sungkan untuk meminta bantuan dengan cara belajar jujur, asertif kepada diri sendiri serta orang sekitar.“
⠀
⠀
“Mari beranikan diri untuk mengeksplorasi diri saat berada di lingkungan sekolah. Dengan kalian mengikuti Makrab, kalian sudah selangkah untuk beradaptasi di sini. Saya harap kalian bisa menemukan teman sefrekuensi ketika menjalani kehidupan sebagai murid.”
⠀