magnet:?xt=urn:btih:13ffbf49431b19b85fdee41beb565ed5beb611aa&dn=d6993ad34309.tar.zst.age
sha256 40c686202840b8af0325fcac54e2eb43f4f5a736bd9818cbbea78ce1226a5d7f
encrypted archive, please help safeguard, decryption key to be published
⚠️☠️EXPLICIT FOOTAGE☠️⚠️
Kami gagal paham dengan konten buatan kubangan lumpur (SPPG) Tanjungsari 01, Desa Awisurat, Kabupaten Sumedang ini.
Maksud kami, jika ingin menunjukkan proses pencucian ompreng, mengapa mereka juga dengan pedenya memamerkan food waste yang sebegitu banyaknya? Bayangken, satu ember penuh lauk, dan satu ember penuh nasi ☠️
Bukankah itu artinya kualitas menu yang mereka buat di hari itu sangat kureng, sehingga tidak diterima oleh para penerima manfaat dengan baik? Agaknya seluruh SPPG kini sudah tidak takut lagi dengan pelbagai isu miring dan kritik publik terhadap embege, menilik mereka dipertontonkan jelas oleh elit-elit BGN, bahwa pelbagai bencana sekalipun tak akan membuat mereka DITUTUP. Dana banper tetap cair, insentif tetap cair, praktik korup terus berjalan.
Profesi jurnalisme tampaknya sedang mengalami evolusi epik, di mana seorang wartawan kini bisa merangkap jabatan sekaligus sebagai penyidik, aparat penegak hukum (APH), dan auditor dadakan bagi pedagang bensin eceran pinggir jalan.
Kompetensi Ganda Oknum Wartawan Multitalenta
* Edukasi Berkedok Intimidasi: Datang bergerombol mengaku dari media, pria ini mengklaim niatnya murni hanya ingin memberikan "edukasi". Namun, metode pedagoginya cukup unik, yaitu langsung mengancam akan mendorong kasusnya ke Aparat Penegak Hukum (APH) jika si ibu penjual berani mendebat atau "ngegas".
* Target Operasi "Kelas Kakap": Alih-alih melakukan investigasi investigatif terhadap mafia migas besar, koruptor, atau sindikat penimbun BBM skala industri, keberanian dan nyali luar biasa ini justru dikerahkan secara maksimal untuk menyudutkan seorang ibu yang sekadar mencari nafkah demi menyambung hidup keluarganya.
* Kewenangan ID Card Sakti: Hanya bermodalkan pengakuan sebagai wartawan, oknum ini merasa memiliki yurisdiksi penuh untuk menginterogasi masyarakat sipil terkait aturan barang bersubsidi layaknya polisi yang sedang menginterogasi tersangka.
Mengingatkan masyarakat tentang regulasi barang bersubsidi tentu bukan hal yang salah, namun tugas utama seorang jurnalis adalah mencari fakta dan meramunya menjadi berita, bukan bertindak seolah-olah memiliki wewenang eksekutorial.
Mengintimidasi pedagang kecil yang sedang berjualan eceran di malam hari sama sekali tidak mencerminkan kerja-kerja jurnalistik yang profesional. Semoga saja nyali dan ketegasan oknum tersebut sama besarnya ketika harus berhadapan dengan penggelap pajak atau mafia hukum, bukan cuma garang di hadapan rak bensin eceran.🤧
Disuruh megang map sama trump ✅
Dihujat netizen Malaysia ✅
Dicuekin Putin ✅
Diroasting warga sendiri ✅
Dihujat Filipina ✅
Programnya disiarkan di media Rusia tentang keracunan mbg setelah forum di depan putin ✅
Fotonya di crop Xi Jinping ✅
udah di tahap dieditin video sama warga malaysia🤧 sedih banget lagi editannyaa
terima kasih untuk perhatian kalian ya warga malaysia, love from Indonesia🤍
@yaniarsim@prabowo Kok baru pada nyadar sekarang sih. Dari selama debat bahkan kampanye kemarin, ini orang paling ngga mgkin bsa lolos fit & proper test, tapi emg dipaksa aja. Ini orang udh komplikasi tapi entah perjanjian apa dia sm setan biar dia dipanjangin umurnya
@LambeSahamjja Inilah bukti kalo dia beneran ga tau info reall asli di lapangan kek gimana. Sebegitunya banget difilter yang bagus bagus doang padahal aslinya kagak. Jangan jangan dia juga ga tau kalo Malay sama SG bakal gugat kalo beneran ga becus tangani kabut asap karhutla???
Puss in Bed Zine Library: digital archive of zines and printed matter from Yogyakarta. Updated weekly. Built by the community. Feel free to read and download!
https://t.co/LDGOkfOY98