@tuanazrull@MurtadhoRoy Konsisten dong gua. Iran rekam jejaknya pernah membantai kemanusiaan, mau konteks perang 10 tahun kemudian pun selagi dia punya rekam jejak itu, gua tetep mau konsisten tidak mendukung negara itu dong. Stance kemanusiaan kan? Ga ada yg salah dari itu bro, berpikir.
@tuanazrull@MurtadhoRoy Loh, bener kan gua berarti? gua bilang stance kemanusiaan, bukan stance negara. Ngerti lu? ya gua dukung warga sipil seperti yg gua blg dari awal. ngerti?
Dukung iran? kalau Iran rudal anak anak israel/us/ negara lain. Gua jadi harus dukung negara lain itu lagi?
@tuanazrull@MurtadhoRoy Nasehat hari ini: jangan sok pintar. Dengan sensitif, merasa terserang hebat hanya dengan istilah, itu egois tingkat tinggi "ga mau orang tau dan ga mau orang pake istilah itu, cuman gua yg boleh tau" atau "yaelah bocah tai sok sok an istilah, lebih tau gua anjing"
@tuanazrull@MurtadhoRoy Mengakui siapa yang salah dalam situasi tertentu ga otomatis bikin gua harus dukung semua tindakan lawannya.
Gua bisa bilang X salah tanpa harus menganggap Y suci.
Kalau standar moralnya: ‘siapa pun yang melawan pihak salah pasti otomatis benar’, simpel banget ye dunia? bahaya.
@ahsup_siput@MurtadhoRoy Ngeri nya.
Ga semua konflik harus dipilih sebagai supporter.
Menolak dua pihak yang sama-sama punya rekam jejak kekerasan bukan berarti ga punya posisi.
Justru itu posisi yang konsisten.
@tuanazrull@MurtadhoRoy Gua ga dukung Israel karena gua menolak genosida terhadap warga Palestina.
Gua juga ga dukung Iran karena gua menolak kekerasan yang juga menelan korban Muslim di berbagai wilayah.
Intinya gua berdiri di pihak korban sipil, bukan di pihak negara atau kepentingan politik.