IJO LAGI IJO LAGII KENAPA SIH YANG IJO IJO MERESAHKAN BANGETT!!?!😭😭🫵🏻
Kutukan warna ijo nyata adanya, jadi takut dahk kalau di rl ketemu yang berbaju ijo. RESE BNGT ANJR
Yang harus dipelajari lagi bukan tata cara bersosial media aja, tapi juga mindset yang penuh dengan misogyny dan kebencian terhadap sesama perempuan sampai bisa-bisanya nyebut “LC” “Pabrik susu” dan ujaran2 inhumane lainnya.
btw, fenomena makanan berbentuk alat kelamin ini bukan kali pertama, seingetku.
bakso berbentuk kemaluan pria juga pernah ada.
selain itu, makanan-makanan nyeleneh lainnya, kek makanan dengan bentuk aneh, warna mencolok, atau nama yang sengaja bikin orang berhenti scroll, menurutku lebih dekat ke perubahan strategi pemasaran.
dalam pemasaran modern, perhatian itu ibarat komoditas. karna setiap hari kita dibanjiri ribuan informasi, sebuah produk harus punya cara supaya orang minimal mau berhenti lihat dulu.
nah, salah satu cara paling murah ya menciptakan sesuatu yang mengejutkan.
menariknya, pendekatan kekgini justru relatif lebih jarang ditemukan di banyak produk premium.
banyak pengamatan di dunia pemasaran nunjukin kalo produk mewah sering memakai pendekatan yang lebih sederhana. konsep ini dikenal sebagai quiet luxury atau inconspicuous consumption.
jadi, kalo kualitas produknya udah tinggi, produsen gak perlu lagi terlalu mengandalkan sensasi buat menarik perhatian. yang dijual justru kualitas bahan, teknik pembuatan, dan reputasinya.
ini bukan berarti makanan viral pasti buruk, atau makanan mahal pasti lebih baik. gak gitu. ada banyak kok makanan sederhana yang luar biasa, dan sebaliknya ada juga restoran mahal yang cuma jualan gengsi.
tapi menurutku tetap ada pola yang menarik. semakin sebuah produk bergantung pada gimmick untuk menarik perhatian, semakin besar kemungkinan perhatian konsumen diarahkan ke sensasinya, bukan ke kualitas produknya.
karena itu, kalo kita lihat makanan berbentuk vulgar, pertanyaannya mungkin bukan "kenapa orang beli?" tapi "kenapa produsennya merasa bentuk seperti itu lebih efektif daripada rasa?"
dr Gia melalui postingan terbaru di Threads:
"Dulu aku pikir, menikah itu ibadah terpanjang dan terlama.
Ternyata salah, ibadah terpanjang dan terlama itu menjadi Warga Negara Indonesia. 😊"