๐จThe Arsenal away shirt for the 2027/28 season will be predominantly white with an elegant green for logos and details.
The kit will feature the retro Adidas logo with the Arsenal cannon as the crest.
๐ค with @IamCrisJ & @Footy_Headlines
Jika negara ini adil kepada rakyatnya, mungkin sang ayah akan pergi ke pasar atau supermarket untuk membeli 1 ekor ayam untuk keluarga tercinta dirumahnya.
Negara ini terlalu jahat untuk rakyat yang hanya mencoba untuk bertahan hidup. Bahkan si miskin pun tak berperikemanusiaan ketika melihat kejahatan kecil di depan matanya, sedangkan kejahatan-kejahatan besar si miskin hanya menonton dari layar kaca hpnya saja.
Si miskin selalu melampiaskan kekesalannya kepada si miskin karna si kaya selalu dilindungi negara ketika melakukan kejahatan yang sangat besar. โBapak, Bapak, Bapaโ๐ฅน๐ฅน๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
@flllowiee@antashena__ Setuju. Setelah nikah, 60% bahkan 80% masalah adalah mengatur keuangan.
Selain punya uang, sebelum menikah, ngobrol dulu sama pasangan. Terbuka, biar semua hal beres. Jadi ketika habis nikah, nggak hadapi masalah lama.
Jika Arsenal adalah karakter anime...
Mereka sekarang ada di fase yang paling menyiksa dari karakter lain.
Karena semua karakter di sekitarnya sudah menyelesaikan quest utama mereka.
Chelsea?
Sudah dapat Champions League.
Bahkan dapat dua ๐ญ
Manchester City?
Setelah bertahun-tahun gagal di quest, akhirnya dapat juga.
Liverpool ?
Sudah menamatkan cerita bahkan 6 kali.
Manchester United?
Sudah dari lama.
Tottenham?
Yang selama ini dijadikan bahan lelucon bareng Arsenal, sekarang malah udah dapet trofi Eropa duluan.
Makanya posisi Arsenal sekarang unik. Mereka bukan karakter lemah.
Mereka bukan karakter gagal. Mereka bahkan salah satu karakter terkuat di cerita saat ini.
Tapi mereka seperti protagonis yang terus melihat karakter lain menyelesaikan misi utama satu per satu.
Sementara quest mereka masih bilang:
"Win a Champions League."
Status:
โณ In Progress
Sejak karakter dibuat.
Emmanuel Petit on Premier League clubs mocking Arsenal after the final defeat:
๐ฃ๏ธ โI have to say, I found it embarrassing.
The second Arsenal lost, some Premier League clubs couldn't wait to jump on social media and remind everyone about their European trophies.
That tells you everything.
Instead of supporting an English club representing the league on the biggest stage in club football, they were busy celebrating Arsenal's pain.
For me, that's not rivalry. That's insecurity.
Arsenal were 90 minutes away from doing something special, and rather than show respect, people were desperately searching through the history books for old trophies to post online.
Why? Because they were terrified of seeing Arsenal join that club.
Let's be honest, some of these clubs spent the entire season watching Arsenal compete at a level they couldn't reach.
The jealousy was obvious.
The moment Arsenal fell short, they treated it like they had won something themselves.
That's the mentality of people who would rather see Arsenal fail than focus on their own success.
The trophy may have slipped away, but the reaction from some rivals showed exactly how much Arsenal still live rent-free in their heads.โ
Waktu Arsenal menang, banyak orang geram karena pendekatan permainan mereka.
Waktu Arsenal kalah, semua dirasa sudah layak dan sepantasnya.
Padahal di final UCL vs PSG, terlihat jelas bahwa merekalah yg menguasai pertandingan. Merekalah yg nyaman setidaknya hingga menit 70an..
Kontrol bukan dilihat penguasaan bola. Bukan juga soal jumlah percobaan tembakan.
Kontrol adalah bagaimana kita bisa memaksa lawan untuk bermain di luar zona nyaman mereka. Mengikuti alur yg kita ciptakan. Arsenal melakukan itu selama satu jam lebih di laga final.
Keputusan mereka untuk memenuhi area sentral memaksa PSG hanya bisa main melebar.
Keputusan mereka menempatkan 4 bek tengah sebagai tembok di depan gawang tidak meninggalkan lubang.
Joao Neves & Fabian Ruiz yg biasa siap menyambut umpan tarik dari sayap kesulitan mendapat ruang.
Vitinha yg biasa bisa membawa bola dengan leluasa dan melepaskan umpan berkelas untuk membebaskan Kvara, Doue, dan Dembele, dikunci sebelum bisa beraksi.
Arsenal baru mulai goyang ketika Gyokeres dan Timber masuk. Mereka memiliki peran serta area yg berbeda dengan Odegaard & Mosquera.
Bahkan sejak pergantian itu, PSG mulai leluasa, sampai Barcola hampir sukses menciptakan gol kemenangan dengan aksi individunya.
Ternyata Arsenal selamat dan terus bisa mengimbangi PSG hingga adu penalti. Tanpa tiga penendang utamanya (Saka, Odegaard, dan Havertz) anak-anak asuh Arteta akhirnya kalah.
Namun mereka layak mendapatkan apresiasi. Mereka harus menerima kekalahan ini dengan kepala tetap terangkat tinggi.
Apa yg mereka capai musim ini, sudah jauh di atas ekspektasi.
Apabila bisa melanjutkan momentum ini, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat mereka mendapat kesempatan bermain di final UCL lagi ๐๐๐ซก
REK, BACA INI! ๐ฅบ๐ฅบ
Pesan pribadi dari Mikel Arteta kepada para penggemar Arsenal, disertai dengan pin, menjelang final Liga Champions UEFA hari ini:
โKepada para penggemar Arsenal: Kita telah membuat sejarah bersama musim ini.โ
โAtas nama para pemain, staf pelatih, dan semua orang yang bekerja di klub, kami mengucapkan terima kasih... Kami sangat bangga dan senang dengan semua orang yang telah menjadi bagian dari klub ini.โ
โMusim ini, Anda membuat pertandingan menjadi istimewa dengan menciptakan atmosfer dan energi yang luar biasa. Anda berjuang bersama kami untuk setiap bola dan membantu kami mencapai sesuatu yang akan dikenang selamanya. Prestasi ini milik kita semua.โ
โPada hari Sabtu, setelah 20 tahun, dan untuk kedua kalinya dalam sejarah kami, kami akan bertanding di final Liga Champions UEFA. Dan saat kita semua menuju Budapest, Anda adalah pemain ke-12 kami. Dari jam-jam menjelang kick-off, hingga peluit awal, dan di setiap menit pertandingan, mari kita berikan semua yang kita miliki bersama untuk memenangkan trofi ini untuk pertama kalinya.โ
โMari kita dukung para pemain brilian kita untuk membuat sejarah. Kami bangga padamu, dan kami berterima kasih padamu.โ
Ayo!
Mikel Arteta
Manajer Klub Sepak Bola Arsenal
Arsenal juara paling buruk
Over to you, @Arsenal, adalah sebuah ajakan untuk menuju level berikutnya. Aston Villa dan Crystal Palace adalah contoh betapa Liga Inggris musim ini menjadi salah satu musim paling berat untuk dimenangi.
Dulu, Liga Inggris punya big 6 tradisional. Isinya: Arsenal dan seterusnya.
Enam klub tersebut mendominasi perebutan jatah tiket ke Eropa. Makanya, ketika Arsenal berada dalam periode kegelapan, bisa lolos ke Eropa secara konsisten, di posisi 4, menjadi sebuah prestasi.
Prize money dari kompetisi Eropa itu sangat menggiurkan. Bermanfaat untuk memperkuat skuat dan fasilitas. Selain uang hadiah, klub-klub Inggris "dimanjakan" oleh uang hak siar. Bahkan kalau tidak salah, uang hak siar tim papan atas dan papan tengah, bahkan bawah, hampir sama.
Duit hak siar mengubah segalanya
Jatah dari hak siar mengubah segalanya. Banyak klub yang "menabung" dan memperkuat skuat mereka dengan pemain bagus. Hal ini memicu efek berantai. Kualitas tim pasti meningkat. Tim-tim big 6 tradisional mulai menjumpai lebih banyak lawan yang berat.
Maka, musim lalu, menjadi contoh paling nyata. Batasan kualitas yang disebut tim papan atas, tengah, dan bawah jadi semakin kabur.
Bournemouth, Sunderland, Brighton adalah 3 contohnya. Intip saja performa mereka sepanjang musim ini. Bahkan Bournemouth menjalani 18 match tanpa kalah. Catatan luar biasa di mana big 6 belum tentu bisa melakukannya.
Arsenal juara terburuk
Atas fenomena ini, Arsenal dianggapp sebagai "juara terburuk" oleh fans tanpa otak kiri.
Tahukah kamu, otak kiri atau pusat kendali kemampuan analitis, matematika, bahasa, dan pemecahan masalah secara bertahap. Secara lebih spesifik, aktivitas logis berpusat di lobus frontal, yaitu area otak besar yang mengatur penalaran dan pengambilan keputusan.
Arsenal dianggap sebagai "juara terburuk" hanya karena klub yang fans tanpa otak kiri tersebut gagal bersaing di jalur perebutan juara. Para fans kepala kopong tersebut tidak mampu melihat fakta bahwa Liga Inggris bukan lagi panggung the big 6.
Liga Inggris sudah berkembang menjadi salah satu kompetisi paling ketat dan kompetitif di dunia. Terbukti, ada 9 klub Liga Inggris yang akan bermain di Eropa musim depan. Iya, ada 9. Peserta Liga Inggris itu ada 20. Jadi ada hampir separuh klub bermain di kompetisi Eropa.
Aston Villa dan Crystal Palace sudah menjadi juara di kompetisi yang mereka ikuti. Kini, "beban" itu akan bersandar ke pundak Arsenal, yang akan bermain di panggung paling epik: Liga Champions.
Beban itu sangat nyata. Kalau kalah, bersiap saja Gooners menjadi bahan ledekan sampai akhir tahun. Kalau menang, ya bersiap saja, tetap akan dianggap juara terburuk, paling beruntung, dan dibantu wasit.
Namun satu hal, realistis itu bijak. Namun, Arsenal tidak takut. Mikel Arteta optimis dan semua pemain menantikan final yang bakal berat ini.
Ini akan jadi proses naik level satu tingkat lagi bagi Arsenal. Dan semuanya, kembali ke diri sendiri.
Karena semua fans Arsenal di seluruh dunia sangat paham. Bahwa musuh terberat Arsenal adalah Arsenal itu sendiri.
#COYG
Arsenal & Arteta dengan trophy Premier League setelah 22 tahun penantian.
Sepak bola seringkali kejam, namun ia selalu jujur.
Pelajaran terbesar dari kembalinya Arsenal ke puncak adalah bahwa penderitaan adalah prasyarat menuju keagungan. Untuk menjadi juara, Arsenal harus merasakan pahitnya menjadi "runner-up" selama tiga musim berturut-turut. Mereka harus belajar bagaimana rasanya kehilangan gelar di pekan-pekan terakhir agar mereka memiliki mentalitas untuk mempertahankannya sekarang.
"Trust the Process" bukan lagi sekadar slogan pemasaran yang dijadikan bahan ejekan. Itu adalah filosofi tentang ketahanan. Bahwa kegagalan hari ini bukanlah titik henti, melainkan fondasi untuk kemenangan hari esok. Arsenal mengajarkan kita bahwa kesuksesan tidak bisa dibeli secara instan: ia harus dirawat, dikritik, dan dicintai hingga tumbuh dewasa.
Congratulations for Arsenal.
Angkat piala di kandang Palace akan jadi momen pertama ribuan, mungkin jutaan, fans Arsenal yang mulai mendukung selepas 2005. Saya ucapkan selamat, block semua noises, rayakan. Kesabaran kalian mendukung di era kegelapan terbayarkan malam ini. #coyg
โVictoria Concordia Crescitโ
Itu bukan sekadar motto. Ia hidup seperti denyut nadi yang mengatur cara seseorang melangkah bahwa kemenangan tumbuh dari keselarasan.
Bukan dari kebisingan atau ambisi yang dipamerkan terlalu keras, melainkan dari ketenangan yang tahu kapan harus menekan dan kapan harus bertahan.
Saya memahami bahwa keberhasilan tidak dibangun oleh ego yang paling lantang, tetapi oleh harmoni antara pikiran yang jernih, disiplin yang konsisten, dan kesabaran yang tahan diuji waktu.
Hidup tidak pernah hadir dalam warna hitam dan putih semata. Selalu ada ironi, luka, dan humor kecil yang menyelinap di tengah kekacauan.
Namun justru di sanalah makna dibentuk. Saya belajar bahwa hidup bukan sesuatu yang harus selalu dimenangkan dengan sempurna, melainkan sesuatu yang harus dipahami, diterima, lalu dijalani dengan kepala tegak.
Bagi saya, kemenangan sejati bukan tentang menaklukkan orang lain atau berdiri paling tinggi di antara keramaian.
Kemenangan sejati adalah kemampuan untuk berdamai dengan diri sendiri tanpa kehilangan keberanian untuk terus mengejar sesuatu yang lebih besar.
Malam ini kami akhirnya merayakan kemenangan yang dua puluh dua tahun lamanya duduk diam seperti dendam yang lupa pulang. Tahniah, @Arsenal !!!