umur 25-30 tahun itu, biasanya lagi di fase yg banyak ‘kaget’ dan fomo nya…
bayangin hari ini lu udah ada rencana.
‘gua hari ini mau kerja, siangnya beli kopi jago, makan bawa bekel, pulang sorenya, gua istirahat bentar terus lari, atau nge-gym’
tiba2 lu buka instagram, dan liat temen mu update, keterima kerja di multinasional company, foto di depan sign perusahaan barunya, dan siap relokasi ke negara baru bawa istri dan anaknya.
damn, tiba2 lu ngerasa ketinggalan~
sejujurnya, ini ketakutan dan imajinasinya anak laki-laki, tapi menurutku jarang terjadi pada pria dewasa.
siapa peduli gimana dunia setelah kita berpulang? maksudku, aku akan memilih untuk beristirahat dengan tenang, tidur panjang, sampai dibangkitkan.
aku ga akan menghiasi liang kuburku dengan tangisan "oh kenapa cintaku bersama pria lain? oh kenapa anakku memeluk ayah barunya?". lelah sekali. mati pun penuh drama.
perlu diketahui oleh banyak pria dewasa, kamu hidup, lalu mati, tidak untuk dunia.
ketika peranmu selesai, semuanya usai.
apa yang kamu bangun, apa yang kamu impikan di dunia, apa yang indah sebelum kamu mati, bukan kepunyaanmu. semua kepunyaan mereka yang masih hidup.
berhenti berperan seperti kamu terlalu penting di mata dunia.
puluhan ribu tahun sebelum ini ada orang yang lebih hebat darimu, dan dia juga dilupakan, terkubur bersama bebatuan, di bawah sana, mungkin puluhan kilometer dalamnya.
berperanlah menjadi yang terbaik semasa hidup, lalu pulang, istirahat hingga kebangkitan.
"oh dunia kejam sekali, bahkan kesedihan saat aku mati tidak dihargai"
memang, baru tau? ♥️