Daerah Sleman saat ini dulunya sebuah hutan (alas) Salimar, mulai dari daerah sekitar Prambanan sampai daerah di Nanggulan, Kulonprogo.
Sekitar 1146 tahun lalu seorang pamgat Balakas bernama Pu Balahara memerintahkan pembukaan hutan yang telah dibatasi dengan patok² untuk dijadikan sīma alas.
Setidaknya 6 lingga dwibhaga dibuat Pu Balahara sebagai patok batas sīma alas Salimar dan lahannya diberikan kepada para kepala desa yang mengapit alas Salimar. Patok² tersebut berada di dua desa yang mengapit alas Salimar, yaitu desa Kandang di timur dan Pakuwangi di barat.
Patok batas terluar ditemukan di Prambanan (Salimar I) dan Nanggulan Kulonprogo (II). Patok III (hilang) dan V ditemukan di Papringan, patok IV & VI ditemukan di Demangan (SMA Kolese De Britto).
Seperempat abad kemudian daerah ini tercatat dalam Prasasti Poh (905), yaitu watek Walakas (Balakas) dan watek Pakuwangi, yang mengindikasikan di daerah sekitar Salimar mulai ramai.
Ketidakmampuan penguasa mengendalikan kebakaran hutan adalah cermin dari penguasa yang buta sejarah
Lebih dari 630 tahun lalu, dengan memberi insentif berupa kebebasan membayar pajak, penguasa Majapahit mampu meminimalisir kebakaran hutan dengan cara mewajibkan penduduk untuk haṅrakṣa halalaŋ (menjaga/mengawasi alang-alang) yang sering menyebabkan terjadinya kebakaran hutan di musim kemarau.
"Bahwa aku meneguhkan perintah Baginda Paduka Sri Bhatara Parameswara, ia (yang) moksa di Wisnubhawana, perintahnya (yang) moksa di Kertabhuwana mengenai keadaan sebelumnya penduduk di Katiden (yang meliputi) sebelas desa. Karena (mereka) menjaga alang-alang di Gunung Lejar. (Mereka) dibebaskan dari segala macam (pajak), dibebaskan dari jalang palawang (pajak rumah), taker turun (pajak padi), demikian pula tahil (pajak berupa uang), dan segala macam titisara (upeti) dibebaskan."
Selain itu penguasa Jawa Kuno sejak ribuan tahun lalu juga telah mengangkat pejabat yang khusus mengurus masalah hutan, seperti tuha kalang (koordinator hasil hutan), tuha alas
pengawas hutan), serta pasuk alas
petugas kehutanan).
Unpopular soale koe ngepil. Bajilak, provinsi isine mafia ngene diomong berpotensi negara maju
Budaya nrimo ing pandum itu struktural. Politik jatah preman juga struktural. Kemiskinan pun juga strukrural
Apa lagi? Soal tanah, byuh pejuh gosong ndherek ybs nek itu
Intine taek