mendapat banyak pesan dari keluarga, sahabat, dan para jiran tetangga mengenai pilihan mereka untuk mencoblos Partai Buruh @EXCOPARTAIBURUH . Ada harapan dari mereka untuk perbaikan nasib dan kebijakan ke depannya. Saya katakan: akan kita perjuangkan! karena ini partai rakyat
Bismillah. Hari ini, saya menggunakan hak pilih saya di TPS 062 di lingkungan saya. Mari gunakan hak pilih kita dalam Pemilu 2024 ini, dan terus berdoa agar pertolongan Allah datang.
Terakhir, kalau kata anak-anak zaman sekarang, "Tetap Ilmu Padi Abang ku, Menyala!" ✊🌾🔥
Kampanye Nasional Partai Buruh di Istora Senayan kemarin (8/2/2024). Saya belum bisa berhadir langsung ke sana, masih turun Dapil menjelang hari H.
Selangkah lagi, menuju kemenangan kelas pekerja Indonesia! ✊🌾
Solusi untuk masalah pangan sesungguhnya sudah dimandatkan lewat UU Pangan, yakni dengan kedaulatan pangan, yang salah satu prinsipnya yaitu pemenuhan hak, apakah itu hak atas tanah, benih, air, hingga faktor produksi lainnya. https://t.co/HeltAvIIAl.
Di Partai Buruh, kami percaya bahwa representasi politik adalah hak semua warga, bukan hanya mereka yang berkecukupan secara finansial dan dalam kondisi ekonomi mapan.
Calon anggota legislatif Partai Buruh tidak sedikit yang berasal dari latar belakang ekonomi yang sederhana. Beberapa bahkan menghadapi kesulitan untuk membiayai materi kampanye seperti membuat baliho.
Namun, kekurangan finansial ini tidak mengurangi sedikit pun dedikasi dan komitmen Caleg Partai Buruh terhadap advokasi persoalan rakyat. Sebagian dari mereka adalah individu yang telah menghabiskan tahun-tahun panjang dalam mengadvokasi hak-hak masyarakat, berjuang untuk keadilan sosial, dan memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.
Caleg Partai Buruh tidak mencalonkan diri untuk mencari pekerjaan atau untuk naik kelas. Kelas pekerja dan masyarakat kecil ini memiliki motivasi yang jauh lebih dalam: untuk melayani masyarakat dan membawa suara mereka ke dalam lembaga-lembaga pemerintahan.
Partai Buruh menolak pandangan bahwa hanya mereka yang mapan secara ekonomi yang dapat berkontribusi pada politik. Atau yang sudah bebas finansial yang layak nyaleg, sehingga mereka sudah selesai dengan dirinya sendiri, sehingga bisa lebih fokus melayani rakyat. Karena kita lihat faktanya, tidak selalu demikian.
Sebaliknya, kami percaya bahwa pengalaman nyata dalam menghadapi dan mengatasi tantangan kehidupan memberikan perspektif berharga yang sangat diperlukan dalam proses pembuatan kebijakan.
Dengan mengangkat suara dari berbagai latar belakang ekonomi, Partai Buruh berkomitmen untuk memastikan bahwa kebijakan partai mencerminkan kebutuhan dan aspirasi seluruh lapisan masyarakat. Terutama dari mereka yang selama ini dipandang sebelah mata hanya karena miskin dan menjalani pekerjaan semacam PRT, ojeg, sopir angkot, atau pedagang kaki lima.
Puluhan pesan kami terima. Mereka mencoba meyakinkan agar Partai Buruh masuk ke koalisi salah satu paslon.
Terhadap hal ini, jawaban kami masih sama. Kami tidak mungkin masuk ke dalam koalisi yang di dalamnya ada Parpol pendukung omnibus law.
Sementara kita tahu, di ketiga koalisi yang ada, semuanya ada partai pendukung omnibus law. Itulah alasan yang mendasari mengapa sejak awal kami tidak ikut ke dalam koalisi-koalisian.
Politik yang kami pahami berangkat dari pengalaman sehari-hari.
Tiba-tiba buruh mudah di PHK, dengan pesangon yang rendah. Buah dari disahkannya omnibus law UU Cipta Kerja.
Harga gabah/beras dari petani tak sebanding dengan biaya produksi. Akibat dari kebijakan kran impor yang terus saja dibuka meski panen raya tiba.
Lingkungan rusak. Hutan gundul dan lautan tercemar. Lahir dari kebijakan yang ugal-ugalan.
Semua itu tidak terjadi dengan sendirinya. Ada penggerak di belakangnya. Keputusan politik.
Berangkat dari pengalaman itulah kami melangkah. Bahwa politik, sudah seharusnya mengabdi pada kepentingan masyarakat kecil. Bukan malah mencekik.
Apa yang saya perjuangkan? berikut adalah gambaran dari program saya ketika menjadi wakil rakyat nanti. 6 pokok perjuangan ini saya buat selaras dengan 13 platform perjuangan Partai Buruh, yang diharapkan dapat menampung kepentingan kelas pekerja di Indonesia.
6. Pendidikan dan kesehatan gratis: bagian dari konstitusi Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karenanya, jaminan kesehatan dan pendidikan gratis untuk masyarakat harus diwujudkan.
Minggu kemarin saya menghadiri kegiatan 'Festival Pemilu' Chapter Medan. Saya sampaikan bahwa untuk urusan politik dan pemilu, yang muda harus progresif dan yang tua harus semakin progresif. Khususnya untuk isu-isu agraria, pangan, pertanian dan lingkungan hidup.