nanti deh gue maki-maki anies kalau anies gak becus jadi presiden. gue juga bakal maki-maki ganjar kalau kerjanya gak bener atau bikin program aneh-aneh.
tapi berhubung yang jadi presiden prabowo dan kerjanya lelet banget, gak ngerti skala prioritas, npd, tone deaf, denial, ya yang gue maki-maki prabowo lah. 😭
Kenapa si tiap ada musibah selalu nolak bantuan negara lain dengan dalih masih bisa diatasi sendiri?. Ya BISA mah bisa, tapi lu pada MAU gak? Aceh aja gak kelar-kelar, ini sok iye mau beresin NTT dan Kalimantan sendiri, cuih. Jangan2 besok malah kopdes lagi yang duluan dibangun
wok liat wok... sumatra sama jawa banjir, kalimantan kebakaran, ntt gempa... lu tuh bawa sial jir buat negara ini mana kagak becus kerjanya. gak mau meninggal aja?? at least turun lah dari jabatannya...
aku kayaknya mulai merasakan mentally exhausted karena berita buruk indo deh. mau gak baca berita, tapi jadi sama aja tone deafnya dong kayak pemerintah.
gini bgt wni 💔💔💔
Ini pemerintah Indonesia pengen dimarahin sedunia apa gimana dah, Kalimantan tuh termasuk hutan terbesar loh di dunia. Sampe sekarang presiden belum ada presscon apa-apa ?? Stres bgt PARAAAHHHHHH
Nggak ya, guys. Kebakaran hutan di Kalimantan bukan karena cuaca atau iklim, tapi karena lahannya DIBAKAR. Sengaja dibakar di musim kemarau supaya mudah nyebarnya dan ga kehalang hujan tiba-tiba. Ga tau mau dipake buat apa lahannya, tapi yang jelas that action itself is illegal.
Kenapa setiap kritik dibalas pembungkaman, dan setiap masukan ditanggapi dengan emosi? Karena yang diberi saran memiliki ego yang lebih besar dibandingkan otak yang lebih pintar.
Disuruh santun di sebuah negara yang meledek rakyatnya adalah sebenar-benarnya anomali
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?