Fahri Hamzah , satu orang, satu dekade kontradiksi:
2016: Dipecat PKS karena sebut anggota DPR "rada-rada bloon", bela mati-matian Setya Novanto, dan usul bubarkan KPK.
Alih-alih mundur , Fahri gugat balik PKS tuntut ganti rugi lebih dari Rp500 miliar.
2019: Paling lantang kritik Jokowi , hampir tidak ada kebijakan Jokowi yang tidak dia serang.
2024: Bergabung tim pemenangan Prabowo-Gibran. Langsung dapat kursi Wakil Menteri Perumahan.
Agustus 2025 , setelah 10 bulan menjabat , Fahri sendiri yang blak-blakan di depan AHY:
"Tadi saya minta maaf, karena untuk renovasi kan masih nol, penataan kawasan masih nol, PSU masih nol. Kita nampak sibuk ngurus CSR, padahal itu bukan KPI kita."
Renovasi: nol. Penataan kawasan: nol. PSU: nol.
Orang yang paling vokal soal akuntabilitas , setelah dapat kekuasaan ,progresnya nol.
Dulu paling keras kritik dari luar.
Sekarang paling keras minta maaf dari dalam.
Beda jaman, beda tuan.
Sama-sama nol.
@ASTROARENA@grok dari berita ini, bisa tolong jelaskan apa yang terjadi dengan FAM dan ke 7 pemain warisan Malaysia lalu apa akibat yang terjadi terhadap mereka?