rasanya kayak kesalahan gw atau bukan akhirnya gw yg minta maaf duluan karna jujur kepikiran bgt klo nyakitin orang lain. pernah baca tulisan klo urusan manusia dengan Tuhan tuh Tuhan mudah memaafkan, tpi klo udah urusan manusia ke manusia suka susah karna bakal dibawa mpe mokad
apa gw emang gak mudah disukai orang ya?? mikir gini karna akhir-akhir ini kayak apapun yg gw lakuin tuh salah mulu dah dan rang orang kayak menghindari gw banget
i hate when parents talk about financial problems in front of their child.
trust me, hal itu bisa menghantui anak sampai besar.
apapun yang mereka lakukan, ujung-ujungnya selalu kepikiran soal uang. how to make money, how to spend less, atau gimana caranya supaya gak jadi beban banget.
padahal mereka seharusnya fokus belajar, tumbuh, berkembang, dan mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya.
and i know, parents are also figuring life out for the first time. i know they have their own struggles too.
but sometimes i wish they had a little more financial security, so their child wouldn’t have to carry worries that were never meant to be theirs in the first place.
@karirfess Ini bisa jadi bukti juga, pembangunan di Indonesia tuh sebenernya bisa merata asal mau di kerjakan, nggak ada lagi tuh istilah desa tertinggal, lah KopDes aja di hutan bisa kebangun, 😅.
Self-talk di cermin itu high-stakes political suicide. Kontak mata langsung sama bayangan sendiri. Immediate self-audit yg bikin existential crisis, karena lo fully aware kalau lo lagi defaulting tanpa modal legitimasi apa pun buat nge-claim self-validation.
anyway soal bicara di depan cermin...
flashback tahun 2023 ketika Najwa Shihab buat acara dialog publik dgn 3 bacapres waktu itu di UGM
ada sesi bacapres refleksi & bicara depan cermin
dari 3 bacapres, cuman Prabs yg menolak ngomong di depan cermin
Menurut gue cuma dngn cara baca buku dan menulis. Baca itu secara linier ngelatih prefrontal cortex untuk menahan kompleksitas dan melawan fragmentasi kognitif digital, sementara nulis mekanisme regulasi diri yg nyelarasi kecepatan berpikir dan mereduksi interferensi mental.