@viperscarabia pertahanan diri, meski tidak banyak ditunjukkannya di depan publik untuk menjaga reputasi.
"Biasanya di dekat pantai ada kelapa. Kalau mau lebih dalam ke pulau, mungkin kita bisa menemukan buah beri."
( @viperscarabia )
@viperscarabia "Aku akan dengan senang hati menunjukkanmu mana yang bisa kita kumpulkan untuk dimakan dengan yang tidak."
Jade berbalik, mengamati lingkungan yang sepenuhnya asing. Soal keamanan, dirinya memang tidak ragu sedikit pun. Baik ia maupun Florry dari awal telah berbekal kemampuan
"Mungkinkah kau butuh bantuanku?" Mata semakin menyipit seiring dengan lebarnya senyum. Sebuah terka disebut dengan kepercayaan diri.
( @viperscarabia )
Hingga, suara seseorang tertangkap telinga seakan menyuarakan apa yang dipikirkan Jade saat itu.
"Oya, bukankah ini Jamil-san?"
Selengkung senyum disungging. Kalau lelaki itu menghampirinya, pasti ada sesuatu yang diinginkannya.
@atarashiijidaie bagaimana ia akan mengatasi situasi di dalam benda yang akan membawanya pada ketinggian.
"Selain mengikuti jadwal yang diberi panitia, kurasa tidak ada. Hanya liburan. Tidak bekerja, menikmati pemandangan dan fasilitas," bahunya diangkat sekilas.
@atarashiijidaie "Jadi, aku turut mencoba dan sepertinya dewi keberuntungan menjawabku."
Seutas pikiran melintas di dalam kepala. "Kuharap liburan kali ini akan lebih menyenangkan dari karyawisata sekolah. Omong-omong, Yoshiyuki-san sendirian?"
(@atarashiijidaie)
@atarashiijidaie "Oh." Mungkin tertutup tubuhnya yang tinggi? Jade menggeser tubuhnya sejenak, membuka sudut pandang bagi Yoshiyuki untuk memperlihatkan saudari kembarnya duduk di kursi sebelah.
"Aku tidak bisa diam saja saat melihat Florry berhasil memenangkan undian liburan gratisnya.