Gerombolan serdadu "Israel" menghalangi kru ambulans dan memaksa pengemudinya untuk membersihkan jalan bagi kendaraan militer "Israel" di Desa Al-Mughayir, timur laut Ramallah, Tepi Barat terjajah.
@QudsNen@sahabatalaqsha
Di antara mereka adalah asy-syahid Salah Joudeh dari Brigade Utara, yang mengucapkan selamat jalan kepada ayahnya, Ashraf, seorang komandan lapangan, dan saudaranya, Yasser, seorang pejuang perlawanan, sebelum akhirnya bergabung dengan mereka.
Rekaman yang kita lihat selama perang, yang mendokumentasikan penyergapan perlawanan, dikumpulkan oleh personel media militer yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk merekam momen-momen tersebut.
Dokter Gaza, Hisham Abu Hadda, telah berhasil melakukan operasi untuk mengangkat peluru dari otak seorang anak berusia satu tahun yang terluka di dalam tendanya akibat tembakan quadcopter Zionis di pintu masuk kamp pengungsi Al-Maghazi.
Gerombolan pemukim haram Zionis menyerang keluarga Ibrahim Ismail Al-Jabour saat mereka berada di tanah milik keluarga di sekitar rumah mereka di kawasan Hawara, Masafer Yatta, sebelah selatan Hebron (Al-Khalil), dengan memukuli anggota keluarga tersebut
Sejumlah warga melakukan aksi unjuk rasa di Kota Gaza untuk menentang perluasan “garis kuning”, serta memperingatkan bahwa perubahan batas-batasnya yang terus-menerus akan menimbulkan situasi baru yang mempersempit
Pengusiran paksa di Tepi Barat terjajah terus berlanjut. Serangan pemukim haram dan serdadu penjajah "Israel" memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka.
Serdadu "Israel" membunuh setidaknya delapan warga Palestina, termasuk anak-anak dalam serangkaian serangan udara dan tembakan penembak jitu yang menargetkan sejumlah lokasi di seluruh Jalur Gaza pada Rabu (8-7-2026).
Di antara para korban terdapat seorang pemuda bernama Khalil Manna' yang syahid dalam serangan drone "Israel" terhadap sebuah kendaraan di dekat Universitas Islam di bagian barat Kota Gaza.
Seorang anak berusia 6 tahun syahid ditembak oleh penembak jitu "Israel" di lingkungan Al-Zaitun. Sementara itu, empat warga Palestina, termasuk seorang anak, syahid dalam serangan udara "Israel" yang menghantam sebuah tenda yang menjadi tempat berlindung bagi para pengungsi di selatan Khan Yunis.
Seorang warga Palestina lainnya syahid dalam serangan di dekat Sekolah Hassan Salama di bagian barat Kota Gaza, dan sopir Ahmad Nasser Islim syahid setelah ditembak oleh penembak jitu "Israel" di kawasan Al-Mawasi, Rafah. Beberapa orang lainnya juga terluka dalam serangan tersebut.
@QudsNen@sahabatalaqsha
Seorang ayah asal Palestina, Odeh Abu Khamash, mengatakan jenazah putranya, Muhammad, tergeletak di tanah hanya 300 meter dari kuburan tempat ia seharusnya dimakamkan. Namun, hingga kini keluarganya belum dapat menjemput jenazahnya.
Menurut keluarga, serdadu "Israel" membunuh Muhammad dan terus menembaki siapa pun yang mencoba mendekati lokasi tersebut, sengaja menghalangi mereka untuk mengambil jenazahnya.
Ibunya telah mempertaruhkan nyawanya setiap hari, membawa bendera putih di dekat "Garis Kuning" di Jalur Gaza bagian tengah, berangkat saat fajar dan pulang setelah matahari terbenam dengan harapan dapat membawa putranya pulang.
@QudsNen@sahabatalaqsha
🚨 BREAKING:
Senegalese footballer Kalidou Koulibaly gave a clear answer to a US reporter's nightclub recommendation:
"I don't go anywhere except to training and the mosque. We are Muslims; nightclub culture is not part of our culture."
Kudos to you...